ilustrasi

batampos.co.id – Hingga November 2018 mendatang, Batam akan mendapat tambahan kuota daging impor sebanyak 1.652 ton. Daging beku impor tersebut terdiri dari daging lembu, kambing dan biri-biri yang diimpor dari empat negara.

“Daging-daging tersebut diimpor dari Australia, Spanyol, Selandia Baru dan Amerika,” kata Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam Tri Novianto, Rabu (18/7).

80 persen daging beku impor tersebut diimpor dari Australia sebanyak 1.452 ton. Dari Spanyol sebanyak 50 ton yakni daging giling, daging balok, daging bagian sandung lamur dan lainnya.

Sedangkan daging dari Selandia Baru diimpor sebanyak 100 ton terdiri dari daging steak, daging has luar, daging iga pendek dan lain-lain. Dan daging dari Amerika diimpor sebanyak 50 ton terdiri dari daging variasi, daging kepala, urat, bibir dan daging pipi.

Adapun 1652 ton daging tersebut diimpor oleh empat perusahaan yakni PT Dewi Kartika Inti, PT Aneka Tata Niaga, PT Seraya Mutiara Sejati dan PT Batam Frozen Food.

“Kuota impor daging beku itu ditentukan Kementerian Perdagangan. Dan perusahaan yang ingin mengimpor daging harus datang ke BP yang bertugas mengeluarkan izin impor,” katanya lagi.

Sebelumnya, Batam mendapat jatah kuota daging sebanyak 2.631 ton dari periode Oktober 2017 hingga Mei 2018.

Sedangkan untuk daging sapi lokal, Novi mengatakan tidak ada pembatasan dan bukan wewenang BP Batam dalam menentukannya.

“Mengapa pusat menentukan kuota impor. Karena untuk menjaga industri dalam negeri agar tetap berkembang,” katanya.(leo)

Advertisement
loading...