Sejumlah warga saat memilih telur yang dijual di Pasar Mega Legenda Batamcente, Kamis (19/7). Harga telur di pasar tersebut berkisar 45 perpapan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Harga telur tidak terkendali. Dengan harga Rp 50 ribu perpapan, harga tersebut menjadi kenaikan tertinggi komoditi tersebut melebihi kenaikan saat momen tertentu seperti Ramadan dan Lebaran.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan menggelar kembali pasar murah dalam waktu dekat. Kepala Bagian Perekonomian Pemko Batam Zuniarti mengataka, rapat akan digelar Senin (23/7) mendatang.

“Iya, salah satunya fokusnya itu (komoditi telur), kami panggil distributornya untuk ikut serta,” kata mantan camat Sekupang ini.

Namun demikian, ia mengatakan pasar murah tersebut akan ditentukan waktunya dalam rapat tersebut. Yang jelas, kata dia, sistemnya kelak keliling di beberapa kecamatan seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“Harganya pasti harga distributorlah,” imbuhnya.

Soal mahalnya harga telur ayam kini, Zuniarti, berdasar informasi dari distributor memang sudah mahal dari daerah asal. “Makanya ke konsumen semakin mahal,” sebut dia.

Dalam hal ini, ia membenarkan informasi bahwa pemerintah pusat akan menggelontorkan stok nasional jika dalam beberapa hari ke depan harga telur masih tinggi.

“Tunggu stok nasional itu, nanti dijual dengan harga distributor tentunya. Lebih murah karean kita putus mata rantai distribusinya,” paparnya.

Namun demikian, ia mengaku belum mendapat informasi detail soal berapa kuota telur bagi Batam jika kebijakan tersebut akan dijalankan. Ia meminta untuk dikonfirmasikan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, namun Kepala Disperindag Zarefriadi belum berhasil dihubungi.

Sebelumnya ia mengatakan, Kementrian Perdagangan (Kemendag) RI akan mengeluarkan kebijakan untuk mengucurkan stok nasional untuk mengintervensi harga telur di pasaran, jika dalam tiga hari ke depan harga telur tidak turun.

“Untuk Batam berapa, saya belum dapat angkanya,” imbuhnya.

Ia mengaku kenaikan harga telur sekarang merupakan yang tertinggi selama ia mejabat. Bahkan, kenaikan tersebut sudah melebihi kenaikan saat hari-hari besar seperti lebaran dan bulan Ramadan.

“Yang saya tahu, iya (tertinggi). Lebaran saja yang mencapai Rp 34 ribu hingga Rp 36 ribu perpapan, cukup membuat kami kerepotan,” pungkasnya. (iza)


loading...