M Yosli. F. Tri Haryono/batampos.co.id

batampos.co.id – Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun mengusulkan pemberian gas elpiji bersubsidi kepada 1.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kepada pemerintah pusat. Pada tahap awal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun mengusulkan tabung gas elpiji tiga kilogram.

“Yang akan kita usulkan baru 1000, nanti bisa saja bertambah. Karena masih banyak pelaku UMKM yang belum terdata,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli, kemarin (20/7).

Menurutnya, pemberian gas elpiji bisa meringankan biaya operasional pedagang. “Hal ini mendorong UMKM di Karimun untuk terus meningkatkan produksi usahanya. Sebab, perbandingan penggunaan elpiji dengan mitan cukup jauh,” ujarnya.

Namun, untuk penerapan program konversi mitan ke gas baru akan direalisasikan pada bulan September mendatang. Teknisnya dalam menyaluran elpiji bersubsidi tersebut akan dilakukan langsung oleh pihak Pertamina.Dimana Penyalurannya akan dilakukan di lima titik, yaitu pulau Karimun Besar, Pulau Kundur, Buru, Moro dan Durai.

“Yang jelas, harga subsidi elpiji harus sama di pulau Karimun besar dengan daerah lain. Makanya, pihak Pertamina yang mendistribusikan dan kita hanya memberikan data,” ungkapnya.

Sementara itu salah seorang pedagang UMKM di Karimun Lia menyambut baik program konversi mitan ke gas elpiji bagi pelaku UMKM. Sehingga, dapat menekan biaya operasional dalam produksi yang rata-rata menggunakan pembakaran. “Walaupun sekarang mitan tetap ada, tapi alangkah bagus menggunkan kompor gas. Tidak kotor tempat produksi,” singkatnya. (tri)

Advertisement
loading...