Pembalap tengah menjajal lintasan di Sirkuit Non Permanen Temenggung Abdul Jamal jelang gelaran Kejurnas MotoPrix 2018 Region 1 Sumatera seri keempat, Kamis (19/7). F. Ryan Agung/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 25 tim region 1 Sumatera siap berlaga dalam kejuaraan nasional (kejurnas) MotroPrix 2018 Region 1 Sumatera seri IV dilaksanakan mulai Sabtu (21/7) hingga Minggu (22/7) di Sirkuit Non Permanen Temenggung Abdul Jamal. Kejurnas MotoPrix ini juga diikuti 1o pembalap dari 3 region lainnya.

Diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Roda Dua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kepri Willy Otra, pembalap tiga region di luar region 1 Sumatera telah siap unjuk kemampuan dalam kejurnas ini.

“Sebanyak empat pembalap dari Region 2 Jawa, dua pembalap dari Region 3 Kalimantan, dan dua pembalap dari Region 2 Sulawesi,” terangnya, Jumat (20/7).

“Selain itu masing-masing tim dari Region satu akan menurunkan tiga pembalap. Jadi total akan ada 83 pembalap yang akan bertarung di kejurnas MotoPrix yang akan dimulai Sabtu (21/7),” urainya.

Tak cuma itu, Willy juga menerangkan untuk lokal Kepri sendiri, sudah ada 150 starter yang telah booking. “Dan bukan han ya pembalap nasional yang akan mengadu kemampuannya di sini, tetapi juga mekanik yang saat ini menjadi viral di dunia balap motor,” ungkapnya.

“Seperti dari pabrikan Yamaha ada mekanik Achos Lalang dan Leon. Sementara dari pabrikan Honda mendatangkan mekanik utamanya Mr Khupet,” terang Willy.

Para mekanik handal ini akan mencoba untuk menemukan setting terbaik yang akan digunakannya dalam kejurnas MotoPrix nanti. Bahkan, lanjut Willy, para mekanik handal itu merasa tantangan yang berbeda dengan sirkuit lainnya yang pernah mereka datangi.

“Sirkuit Non Permanen (NP) Temenggung Abdul Jamal yang memiliki panjang lintasan sejauh 1,4 km diakui para mekanik merupakan sirkuit yang susah untuk ditemukan bandingannya,” serunya.

Para mekanik mengaku kesulitan untuk menentukan settingan yang sesuai. Apalagi sirkuit NP Abdul Jamal ini mempunyai dua ciri khas yang berbeda.

Ciri pertama adalah menggunakan sistem kolam atau bermain di dalam, dan yang kedua menggunakan street yang panjang. Selain itu juga kondisi cuaca di Batam yang berbeda dengan daerah lainnya.

“Ini merupakan tantangan berat bagi para mekanik untuk menentukan setting yang sempurna. Ditambah cuaca yang tak menentu, akan semakin memperberat tugas mekanik. Seperti hari ini cuaca lembab, bukan berarti saat penentuan pole position dan race, cuacanya akan sama,” kata Willy.

Sementara itu, Ketua Umum IMI Kepri Usep RS mengatakan jika timnya akan all out untuk bisa menyiapkan kejuaraan Motoprix bisa berjalan dengan lancar.

“Ini adalah tantangan tersendiri bagi IMI Kepri untuk bisa menyiapkan kejuaraan MotoPrix di tahun ini. Apalagi dengan regulasi di tahun mendatang Kejurnas Motoprix hanya digelar di sirkuit permanen,” terangnya.

“Karenanya kita akan buktikan meski dengan menggunakan sirkuit non permanen, kejurnas MotoPrix di Kepri tak kalah seru dengan kejurnas yang digelar di sirkuit permanen,” paparnya.

Selain itu, Usep juga berharap dengan digelarnya kejurnas MotpPrix di Batam, akan banyak bermunculan bibit-bibit pembalap di Batam.

“Kita juga ingin melihat sejauh mana pembalap lokal bisa berkiprah di kejurnas MotoPrix ini,” katanya.

“Jangan sampai pembalap lokal itu merasa rendah diri. Ini adalah ajang bagi pembalap lokal untuk bisa membuktikan kemampuannya bersaing dengan pembalap nasional,” tambah Usep.

Usep juga mengucapkan terima kasih pada Pemprov Kepri, Pemko Batam, dan BP Batam yang telah membantu terselenggaranya kejurnas MotoPrix ini. Dalam kejuaraan yang memperebutkan Piala DPRD Kepri untuk kejurnas, dan lokal akan memperebutkan piala Kepala BP Batam.

Sedang Race Commite Agip menjamin balapan di Sirkuit NP Temenggung Abdul Jamal akan berlangsung seru.

“Persiapan sudah sudah selesai. Track sudah siap digunakan, tinggal bagaimana pembalap dan tim berusaha sebaik mungkin meraih hasil terbaik,” terangnya.

Agip juga menjelaskan jika dalam sesi latihan bebas nanti para pembalap dan siap untuk mencoba lintasan, sekaligus untuk melakukan setting gear yang sesuai.

“Lintasan sudah siap, tinggal menunggu finishing dan race,” tegasnya.

Senada dengan Agip, MC balap nasional Ari Sandro mengatakan kejurnas Motoprix kali ini berbeda dengan kejurnas lainnya. Datangnya para pembalap dari region lain semakin memanaskan persaingan antarpembalap.

“Kebetulan tanggal penyelelenggaraan tak bentrok dengan kejurnas MotoPrix region lain. Sehingga para pembalap region lain bisa mengikuti kejuaraan ini. Inilah yang membedakan dengan penyelenggaraan kejurnas MotoPrix lainnya,” beber Ari.

Ari menambahkan pembalap-pembalap juara juga akan menjajal lintasan di Sirkuit NP Temenggung Abbdul Jamal ini.

“Juara Region Kalimantan hadir di sini, juga ada pembalap bali yang juga peraih medali emas di PON lalu. Selai itu pembalap lokal Boy Ardi yang menjadi juara di Region 2 Jawa tahun lalu juga ingin merasakan dahsyatnya sirkuit ini,” ujar Ari.

“Jadi tunggu apa lagi. Rasakan suasana yang berbeda dalam kejurnas MotoPrix kali ini. Tahun ini Kejurnas Motoprix di Batam tak ubahnya seperti grand final MotoPrix dengan kehadiran pada juara balap tahun lalu,” undang Ari. (yan)

Respon Anda?

komentar