Sejumlah warga saat memilih telur yang dijual di Pasar Mega Legenda Batamcente, Kamis (19/7). Harga telur di pasar tersebut berkisar 45 per papan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id  – Dinas Ketahahan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam menemukan stok yang melimpah di 11 gudang pemasok telur dari Medan. Seperti diketahui akhir-akhir ini pedagang mengeluhkan pasokan yang masuk sehingga harga menjadi meroket.

“Itulah heran saya, pedagang bilang stok berkurang, pas kami cek ke lapangan stok melimpah,” kata Kepala DKPP Batam, Mardanis.

Berdasarkan data yang ada dihimpun DKPP sedikitnya ada 967.400 butir persediaan telur yang siap memenuhi kebutuhan warga Batam. Tentunya jumlah ini melebihi kebutuhan per hari yang hanya 400 ribu butir.

“Stok per hari ini (kemarin, red) dua kali lipat dari kebutuhan,” lanjutnya.

Melihat kondisi ini, ia berencana turun bersama Satuan Tugas (Satgas) pangan Batam untuk mengecek dan mencari tahu penyebab kenaikan harga telur tersebut.

“Kami harus turun lagi, dikhawatirkan ada oknum nakal yang sengaja bermain harga,” ucap pria yang pernah mengepalai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk) Batam ini.

Ia mengungkapkan, selain Medan telur juga berasal dari Tanjungpinang dan peternakan di Barelang. Untuk yang lokal, Mardanis mengakui saat ini memang belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Batam. Karena itu pasokan dari Medan sangat dibutuhkan. “Kalau stok banyak harusnya harga tidak naik,” ujarnya.

Sementara itu harga telur di pasar mencapai 45 ribu per papan. Mahalnya harga ini membuat harga pengecer juga naik Rp 2 ribu per butirnya. Naiknya harga telur juga berdampak terhadap harga makanan yang berbahan dasar telur.

Una, pedagang prata di Pasar Tibancenter mengatakan saat ini masih memikirkan kenaikan harga prata yang berbahan dasar telur.

“Belum naik sih, tapi ke depan tak tahu sebab bahan yang dibutuhkan untuk membuat prata juga naik,” jelasnya.(yui)

Respon Anda?

komentar