batampos.co.id – Satgas Pangan Polda Kepri menyebut naiknya harga telur masih dalam batas wajar. Hal itu berdasarkan pengecekan tim Satgas Pangan Polda Kepri ke beberapa pasar, salah satunya Pasar Jodoh.

“Pasar Induk Jodoh jadi patokan kami. Karena kalau harga di pasar itu naik, otomatis di pasar lainnya akan ikut naik juga,” kata Kasubdit I Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, AKBP Aris Rusdianto, Sabtu (21/7).

Ia mengatakan sudah beberapa hari anggotanya turun untuk memantau harga telur di beberapa pasar. Dari pantauan jajaranya itu, tidak ditemukan harga telur melebihi batas kewajaran. “Kalau disebut naik, yah memang harganya naik dari waktu sebelumnya. Tapi itu masih wajarlah,” tuturnya.

Telur beredar di Batam, kata Aris berasal dari Medan dan Barelang, Batam. Dan pasokan telur dari daerah ini masih tetap terjaga, tidak ada gangguan. Terkait penyebab naiknya harga telur ini, akan dibahas juga di rapat tim pengendali inflasi daerah (TPID), Senin (23/7).

“Saya juga ingin mempertanyakan data darimana naiknya harga telur diluar batas kewajaran. Saya menemukan data lapangan tidak ada,” ungkapnya.

Aris mengatakan sudah mengantongi harga telur dari distributor, hingga beredar di pasaran.

“Nanti itu akan kami beberkan pada saat rapat,” ucapnya.

Walaupun tidak menemukan harga telur melebih batas kewajaran. Aris mengatakan akan tetap memantau harga telur di pasaran. Ia telah meminta jajaranya melakukan pengawasan secara berkala.

“Selain telur, kami juga mengawasi harga pangan lainnya,” tuturnya.

Terkait naiknya harga telur ini, seorang pedagang di Pasar Tibancenter yang tidak ingin namanya disebutkan mengatakan harga telur kini berkisar Rp 1.600 perbutir. Sedangkan per papan Rp 46 ribu.

“Belum pernah ada harga telur melebihi Rp 1.600. Dulu juga pernah segini,” tuturnya.

Ia mengatakan harga telur itu memang berubah-berubah seiring waktu.

“Harga telur itu berada dikisaran Rp 1.100 hingga Rp 1.600, tak pernah lebih dari itu,” ujarnya. (ska)

Respon Anda?

komentar