Dr Fitta Deskawaty menjelaskan tentang layanan poliklinik psikiatri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang. F. Cipi Ckandina/batampos.co.id

batampos.co.id – Semakin tinggi kebutuhan dan gaya hidup, akan semakin rentan terhadap ganguan jiwa. Keberadaan poliklinik psikiatri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang bertujuan untuk mencegah terjadinya bahaya depresi sejak dini, sehingga mengakibatkan gangguan kejiwaan kronis.

Dokter spesialis kedokteran jiwa/Psikiater RSUD Raja Ahmad Tabib, dr Fitta Deskawaty mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini sedang konsen menangani klinik kejiwaan dan paru, selain human immunodeficiency virus (HIV). Untuk itu, rumah sakit plat merah ini kini melayani masyarakat yang ingin berobat maupun konsultasi terkait kejiwaan.

“Kami siap melayani rawat jalan dan rawat bersama bagi siapapun yang ingin melakukan konsultasi untuk memeriksakan kondisi kejiwaannya, ujar dr Fitta Deskawaty.

Ganguan jiwa kata Fitta, bisa menyerang siapa saja dan dari kalangan apa saja. Penyebabnya beragam, mulai faktor ekonomi, pekerjaan, percintaan, dan lainnya. Selama 7 bulan keberadaan kedokteran jiwa, untuk wilayah Kepri yang terbanyak terjadi di Batam. Penyebabnya mayoritas dikarenakan faktor ekonomi.

“Jiwa ini ada di bagian otak. Cairan otak mempengaruhi perasaan, perilaku dan pikiran. Jiwanya bagus kalau ketiganya itu normal,” jelas Fitta.

“Masalah bisa terjadi, karena otak tidak stabil. Faktor ekonomi kebanyakan yang jadi pemicu. Indikasinya jiwa terguncang dan emosi tidak stabil,” tambahnya.

Biasaya sambung Fitta, pasien tidak menyadari kalau dia sakit. Penyebabnya baik ringan, sedang dan berat adalah biologi (genetik keturunan), psikologi (kepribadian), sosial (keluarga dan lingkungan), dan spiritual (tingkat agamanya). Terjadi gangguan jiwa jika ke empat faktor ini tidak stabil.

“Setiap orang mendapatkan probem solving berbeda-beda. Laki-laki beresiko paling tinggi terkena gangguan jiwa ketimbang perempuan, terutama yang introvet (yang suka memendam perasaan),” ujarnya.

Fitta menjelaskan, angka depresi di dunia paling banyak kedua setelah sakit jantung. Stres penyebabnya.

Untuk itu saya mengimbau, apabila terlihat gangguan, cepat dibawa ke sini (RSUD, red). Sebelum masuk ke tingkat depresi sedang dan berat. Misalnya sudah terjadi galau, sulit tidur, atau sudah terlihat ngomong dan senyum sendiri. Karena pasien itu biasanya tidak menyadari kalau dirinya itu sedang sakit,” imbaunya.(cca)

Respon Anda?

komentar