ilustrasi

batampos.co.id – Tak hanya manusia yang bisa mengalami pendarahan otak, seekor kambing pun bisa mengalaminya. Mengapa?!

Kambing bunting itu diperkosa oleh sekelompok lelaki. Hindustan Times pada Minggu, (29/7) melaporkan kisah ini  berlangsung di Haryana, India Utara. Saat ini polisi memburu para tersangkanya.

Pemilik kambing, Aslup Khan merasa ketakutan. Ia mengatakan kepada polisi bahwa para tersangka yang memerkosa mabuk dan pecandu narkoba.

Polisi mengatakan, para terdakwa adalah penduduk setempat. Tiga dari mereka dipukuli oleh penduduk desa di Desa Maroda sekitar 73 kilometer selatan Gurugram setelah pemilik kambing menangkap mereka dalam aksi itu.

Mereka dikenai Undang-Undang Kekejaman terhadap Satwa.

“Tim kami sedang menyelidiki kasus ini dan telah mencatat pernyataan pemilik kambing, yang diduga menangkap ketiga terdakwa dalam tindakan tersebut. Kami juga sedang dalam proses pencatatan pernyataan dari saksi mata dan penduduk desa lainnya untuk mengetahui urutan yang tepat dari kejahatan dan penangkapan yang dilakukan,” ujar Inspektur Polisi Nazneen Bhasin.

Khan mengatakan, kambingnya hilang dari gudangnya, yang terletak di samping rumahnya, pada Rabu malam. Ia dan penduduk desa lainnya mulai mencarinya.

“Saat itu sekitar jam 11 malam ketika saya mendengar beberapa suara dan keluar. Gerbang gudang terbuka. Saya panik dan membunyikan alarm karena empat kambing saya telah dicuri sebelumnya dan ini adalah satu-satunya yang tersisa. Sementara kami melihat-lihat, kami menemukan tiga pria melakukan hubungan seksual terhadap kambing saya,” kata Khan.

Ia dan warga desa menangkap dan memukuli mereka. Namun kemudian dilepaskan karena mereka dalam keadaan mabuk.

“Kambing saya terluka dan tergeletak di tanah. Ia bahkan tidak bisa berjalan. Saya membawanya pulang dan memakaikan obat-obatan pada luka di kepala dan hidungnya. Sayangnya tidak tertolong,” kata Khan.

Kondisi kambing mulai memburuk dan mati sekitar jam 6 sore. Saat itulah penduduk desa memberi tahu polisi yang tiba di desa pada Kamis malam.

“Kami memberi tahu dokter bedah hewan karena post mortem harus dilakukan untuk menangkap orang-orang yang terlibat dalam serangan seksual pada kambing,” kata Inspektur Polisi Nazneen Bhasin.

Ahli Bedah Hewan Dokter Ramvir Bhardwaj mengatakan, kambing itu meninggal karena pendarahan otak. “Sudah 50 minggu hamil, ada darah di tenggorokannya.”

(ina/JPC)

Respon Anda?

komentar