Tapir yang terjebak di kubangan yang dibuat warga di Kabupaten Rohul, Riau. (Istimewa)

batampos.co.id – Seekor tapir terjebak di dalam kubangan sedalam 2,5 meter selama lima hari.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono mengatakan, pihaknya baru dihubungi Kepala Desa Cipang Kanan, Kecamatan Rokan IV, Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, Abadi, pada Sabtu (21/7) lalu sekitar pukul 04.00 WIB.

“Kami diberitahu kepala desa setempat bahwa ada seekor tapir yang terjebak di dalam lubang pembuangan (WC) yang baru digali. Sudah lima hari di sana,” ujar Suharyono, Selasa (31/7).

Bagi masyarakat sekitar, satwa dengan nama ilmiah Tapirus indicus tersebut dikenal dengan sebutan Cipan. Secara umum, pengetahuan warga setempat tentang Tapir sangat minim. Padahal, Tapir merupakan salah satu satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999.

“Di desa tersebut satwa ini merupakan salah satu hewan yang dihormati selain Harimau. Warga desa secara umum sangat takut terhadap satwa Cipan. Dikarenakan cerita turun temurun yg mengatakan bahwa Cipan adalah satwa berhantu,” ungkap Suharyono.

Dengan ketidaktahuan masyarakat, tim BBKSDA Riau langsung turun ke lokasi. Dusun Cipang Kanan sendiri merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Selain itu juga berbatasan langsung dengan pegunungan Bukit Barisan.

Dulunya, desa itu hanya dapat dijangkau melalui angkutan sungai dari Ujung Batu. Jarak tempuhnya memakan waktu satu hari. Namun sekarang dapat dijangkau melalui jalur darat. “Walaupun sulit untuk dilalui. Jarak tempuh dari Pekanbaru kurang lebih enam sampai tujuh jam,” ucapnya.

Setibanya di lokasi, petugas BBKSDA Riau mendapati tapir itu dalam kondisi sehat. Sebab warga secara bergantian memberinya makan dedaunan.

“Di sana, petugas kami melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat. Bersama warga, kami menggali bagian pinggir lubang dengan kemiringan tertentu agar Cipan dapat berjalan keluar,” sebut Haryono.

Beberapa jam setelah penggalian, Cipan akhirnya dapat meloloskan dirinya sendiri tanpa bantuan. Masyarakat diminta untuk mengosongkan tempat tersebut agar Cipan tidak merasa terganggu.

“Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh aparat dan masyarakat Desa Cipang Kanan. Mereka telah membantu petugas untuk menyelamatkan satwa Cipan,” ucap Suharyono.

(ica/JPC)

Advertisement
loading...