Kendaraan i-Concept Toyota hadir di GIIAS 2018 â?? Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Yoshihiro Nakata bersama Wakil Presiden Direktur TAM Henry Tanoto dan Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) juga Paulus Bambang dari Astra International (kiri) di depan mobil i-Concept, satu dari tiga kendaraan konsep i-Series yang ditampilkan di booth Toyota pada GIIAS 2018, di ICE BSD City, Tangeran Selatan, Banten, Kamis (2/8). Foto : Toni Suhartono/Indopos

batampos.co.id – Ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 resmi dibuka Presiden Joko Widodo di ICE BSD Tangerang kemarin (2/8). Ajang tersebut diikuti 25 merk otomotif dan menampilkan 40 kendaraan model baru. Pemerintah mengapresiasi iklim otomotif Indonesia yang terus tumbuh. Juga, mengajak pelaku industri untuk mendukung era kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Jokowi hadir bersama sejumlah menteri. Yakni, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Desa Eko Putro Sandjojo, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Ini kali pertama Jokowi hadir di ajang tersebut. Sebelumnya, GIIAS selalu dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla.

Jokowi pun mengaku sudah dicolek-colek banyak pihak untuk datang ke ajang pameran itu.

’’Pak Presiden, kalau Bapak hadir ke Gaikindo auto show bisa lihat model-model baru Pak. Maaf, maksud saya model-model mobil baru,’’ kelakar Jokowi menirukan pihak yang mengajaknya, dan disambut tawa seluruh undangan yang hadir.

Menurut dia, di antara semua jenis industri di Indonesia, otomotif dapat dikatakan sebagai industri yang jaringannya paling luas dan bersifat internasional. Mulai dari rantai produksi, skala ekonomi, hingga branding. Karena itu, tinggal menunggu waktu sampai tren otomotif global masuk ke Indonesia secara terus menerus.

Jokowi mengingatkan agar industri otomotif Indonesia peka terhadap perubahan yang ada. khususnya, setelah terjadi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Saat ini, pasar Indonesia memang masih besar. ’’Tapi saya selalu sampaikan kepada industri otomotif agar terus didorong ke pasar-pasar ekspor,’’ lanjutnya.

Di saat yang sama, dia menjanjikan dukungan penuh dari pemerintah untuk memuluskan ekspor produk otomotif Indonesai ke luar negeri. Dia sudah berbicara dengan Menteri keuangan dan dipastikan ada insentif.

’’Termasuk tax holiday (pembebasan pajak) yang jauh lebih agresif, tax allowance (pengurangan pajak), dan yang sedang dalam kajian adalah super deduction pajak,’’ tutur mantan Wali Kota Solo itu.

Super deduction tax adalah pemberian kelonggaran kepada perusahaan untuk melaporkan biaya lebih tinggi dari yang seharusnya. Sehingga, otomatis pajak yang dibayar juga bisa lebih rendah.

Semua insentif itu diharapkan mendorong kegiatan ekspor produk otomotif semakin meningkat. Jokowi menambahkan, pada semester pertama tahun ini industri otomotif mencatatkan ekspor dengan nilai USD 3,45 miliar. Urutan 4 dari 25 industri utama non migas Indonesia.

’’Jangan sampai pasar kita yang besar tadi dikuasai mobil-mobil impor, harus dikuasai mobil-mobil yang diproduksi dalam negeri kita sendiri,’’ tambahnya.

Usai membuka acara, Presiden menyempatkan diri mengunjungi stand peserta GIIAS 2018. Di antara stand yang ada, Jokowi tertarik dengan Suzuki Jimny. Tak hanya melihat-lihat, Jokowi juga berfoto di samping mobil berjenis Sport Utility Vehicle (SUV) mini varian Sierra itu.

Ternyata, kunjungan Jokowi ke booth Suzuki itu sekaligus menjadi ajang nostalgia. Sebab Suzuki Jimny generasi pertama merupakan mobil pertama sang Presiden saat ia masih berstatus mahasiswa.

Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Sales Seiji Itayama mengatakan, Suzuki Jimny dipamerkan selama gelaran GIIAS 2018 merupakan upaya PT Suzuki Indomobil Sales untuk melihat antusiasme pasar Indonesia.

Selain Suzuki Jimny, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memperkenalkan sejumlah mobil dengan konsep baru Suzuki Sport. Konsep baru ini merupakan komitmen Suzuki memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia akan kendaraan yang aman dan nyaman namun tetap sporty dan mencerminkan kepribadian pemiliknya.

Itayama mengungkapkan, Suzuki Sport merupakan konsep yang diperkenalkan melalui nuansa sporty baik dari sisi eksterior maupun interior dari kendaraan-kendaraan Suzuki sebelumnya.

“Pengembangan ini murni untuk memenuhi keinginan konsumen berjiwa muda yang agresif yang suka mencari tantangan dan menginginkan kendaraan sporty, stylish, serta eksklusif untuk menemani aktivitas sehari-hari,” ujar Itayama.

Suzuki Sport sendiri berawal dari kehadiran tim balap Suzuki sejak tahun 1986. Menampilkan kendaraan bernuansa sporty nan gesit, Suzuki Sport dikembangkan dalam bentuk Swift Super 1600 yang diikut sertakan dalam ajang Junior World Rally Championship di tahun 2005-2010. Setelah itu, SX-4 WRC keluaran Suzuki Sport juga menjajal World Rally Championship pada tahun 2007-2008.

Selama GIIAS 2018 berlangsung hingga 12 Agustus mendatang, Suzuki menginterpretasikan nuansa sporty tersebut dengan menghadirkan sederet kendaraan yang memiliki tampilan ekspresif, penuh gaya, serta mencerminkan kebebasan yang menghadirkan gaya eksklusif sesuai dengan kepribadian pemiliknya saat berada di jalanan.

Selain itu, dari segi brand, Suzuki Sport akan terus dikembangkan baik dalam bentuk varian mobil edisi khusus, asesoris, maupun apparel. Di antara deretan mobil-mobil yang ditampilkan tersebut, terdapat tiga kendaraan konsep edisi khusus dari Suzuki yaitu; Ertiga Suzuki Sport, Ignis Suzuki Sport, dan Baleno Suzuki Sport.

Ketiganya merupakan jajaran generasi awal mobil Suzuki yang menerapkan konsep sporty. Untuk All New Ertiga yang baru diluncurkan pada April 2018 lalu, ada empat varian Suzuki Sport yang memperkuat tampilannya agar lebih ekspresif namun tetap dapat mengakomodasi kegiatan sehari-hari pemiliknya. Seperti Rear Upper Spoiler dan Rear Bumper Scuff Plate khusus untuk bagian belakang serta Door Visor dan Door Sill Guard untuk mempertegas nuansa eksklusivitasnya.

Presiden RI Jokowi melihat Suzuki Jimny varian baru.
foto: eusebius / batampos

Khusus untuk Ignis Suzuki Sport, Suzuki menyiapkan tiga varian khusus untuk memaksimalkan tampilannya. Untuk bagian eksterior, konsep Suzuki Sport dalam Ignis akan dilengkapi dengan aksesori Body Kit yang akan memperkuat tampilan sporty baik dari sisi depan, samping, maupun belakang. Selain itu, ada Rear Upper Spoiler untuk membuat tampilan Ignis Suzuki Sport lebih menarik, dan Daytime Running Light (DRL) yang bukan hanya memperkuat kesan sporty saja tapi juga meningkatkan sisi keamanan pengemudi baik siang ataupun malam hari.

Di GIIAS tahun ini, untuk mendukung peluncuran Suzuki Sport, Suzuki menghadirkan booth yang gagah dan energik dengan tema “Urban Sporty Gear” di Hall 8B. Beragam lini Suzuki Sport hadir untuk memperkuat kesan sporty seperti All New Ertiga Suzuki Sport dan Ignis Suzuki Sport.

“Ke depannya Suzuki Sport akan terus dikembangkan dalam produk-produk Suzuki lainnya. Sehingga diharapkan mampu menunjang kebutuhan dan gaya hidup konsumen kami,” kata Itayama.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johanes Nangoi menyampaikan bahwa GIIAS tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan ke-26. Kehadiran pameran berkaliber internasional seperti GIIAS disebut penting untuk memacu penjualan kendaraan bermotor di Indonesia. Selain itu, pameran otomotif penting untuk mengedukasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk otomotif tanah air.

”Penjualan domestik sampai semester satu sebesar 554.000 unit. Proyeksi penjualan tahun ini bisa mencapai 1,1 juta unit. GIIAS akan menjadi momentum yang baik untuk memacu penjualan di semester dua,” ujar Nangoi.

Gaikindo memprediksi bahwa tahun ini total penjualan unit dan transaksi di GIIAS yang berlangsung dari tanggal 2-12 Agustus itu akan tumbuh tipis dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2017 lalu, GIIAS mencatatkan transaksi sekitar Rp 7 triliun dengan penjualan sekitar 22.000 unit kendaraan. Selama 10 hari penyelenggaraan, GIIAS dikunjungi lebih dari 450.000 pengunjung.

Dari 40 kendaraan model baru yang ditampilkan, sebagian diantaranya juga termasuk kendaraan konsep yang mengusung fitur canggih dengan basis tenaga listrik. Misalnya saja Honda yang mengusung kendaraan EV autonomus bernama NeuV. Kendaraan berbasis listrik dengan model city car tersebut diklaim akan menjadi kendaraan masa depan dengan fitur serba otomatis. Pabrikan Toyota juga menampilkan dua buah mobil konsep yakni Concept-i serta i-Ride yang memiliki desain futuristis.
(eja)

Respon Anda?

komentar