batampos.co.id – Aliansj Jurnalis Independen (AJI) Batam menggelar Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) ke 2 di Hotel Greenland selama Sabtu (3/8) dan Minggu (4/8). UKJ kali ini mengambil tema Profesionalisme Jurnalis di era Digital.

“Ujian ini perlu dilakukan untuk mengukur kemampuan jurnalis,” kata Ketua AJI Batam Muhammad Zuhri, Jumat (3/8).

Tidak hanya mampu dalam mengolah informasi dan menyampaikan ke khalayak ramai. UKJ ini bertujuan menjaga profesionalitas, moral serta etika jurnalistik.

“Kami ingin mempertahankan standar jurnalisme yang tinggi versi AJI,” ucapnya.

UKJ ini wajib bagi setiap anggota AJI. Karena dapat melihat seperti apa kinerja jurnalis saat dilapangan.

Zuhri mengatakan UKJ kali ini akan ada tiga tingkatan yakni terdiri dari peserta muda, madya dan utama. Jumlah total peserta sebanyak 22 jurnalis dari perwakilam media yang ada di Batam dan Tanjungpinang. Kemudian AJI Batam juga menghadirkan penguji dari AJI Indonesia diantaranya Jajang Jamaludin, Maskur Abdullah, Winahyu dan Syofiardi Bachyul.

“Saya berhadap publik dapat mengontrol prilaku para jurnalis di lapangan. Dan setelah ikut UKJ ini, para jurnalis diharapkan dapat melayani kepentingan publik dengan maksimal,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Etik Nasional AJI Indonesia, Syofiardi Bachyul mengatakan sertifikasi kompetensi menjadi bagian yang sangat penting. Karena pofesi jurnalistik haruslah sesuai standarisasi yang ditetapkan Dewan Pers.

“Oleh sebab itu, perlu dilaksankan UKJ ini,” ucapnya.

Ia mengatakan jurnalis merupakan profesi yang diberikan kebebasan dalam menjalankan mencari dan mengolah informasi. Namun kebebasan ini haruslah dibarengi dengan etika, moral dan profesionalisme.

“Bebas bukan berarti sebebas-bebasnya,” ucapnya. (ska)

Advertisement
loading...