Tim penguji mengecek sertifikat guru TPQ se-Kota Tanjungpinang sebelum dibagikan di Aula SMKN 1 Tanjungpinang, Rabu (25/7) lalu. F. Kesra Pemko Tanjungpinang untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza berpesan agar seluruh guru Taman Pendidikan Quran (TPQ) di Kota Tanjungpinang tidak hanya mengajar otak dan kecerdasan. Paling utama mendidik perilaku atau etika agar anak tumbuh menjadi pribadi yang baik dan beretika.

”Dalam proses pendidikan itu ada dua hal yang harus dilakukan. Pertama, ilmu pengetahuan dan yang kedua yang paling penting adalah mendidik perilaku atau etika anak,” ujar Ariza, saat pemberian sertifikat guru TPQ se-Kota Tanjungpinang di aula SMKN 1 Tanjungpinang, Rabu (25/7) lalu.

Melalui sertifikasi ini, selain melihat kemampuan guru, juga untuk memenuhi ketentuan pemerintah yang mengatur setiap guru harus memiliki kemampuan dasar. ”Dengan sertifikasi inilah, kita bisa melihat sejauh mana kemampuan dasar guru-guru TPQ. Mereka harus bisa mengajarkan bagaimana cara membaca Alquran dengan baik dan benar,” ungkapnya.

Ariza berharap, ke depan akan banyak lagi lahir generasi muda yang qurani. Sehingga, dengan menguasai Alquran dapat menjadi tameng meng-hadapi zaman yang serba modern ini.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang Riwayat mengatakan, setiap murid dalam memahami bacaan dan gerakan salat harus sesuai dengan ilmu syariat. ”Karena kita melihat banyak anak-anak lulusan TPQ yang hanya sekadar bisa membaca. Tapi aturan bacaan dan ilmu tajwidnya masih dangkal,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Riwayat, guru juga harus memberikan hafalan surat-surat pendek dan menghafal doa-doa harian. Tujuannya, membiasakan anak didik berdoa sebelum beraktivitas.

Di tempat yang sama ketua tim penguji sertifikasi guru TPQ tingkat Kota Tanjungpinang, Imam Subekti menjelaskan jumlah peserta sebanyak 300 orang berasal dari empat kecamatan. Yakni, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang Barat, dan Kecamatan Tanjungpinang Kota.

”Dari jumlah total 857 guru, masih ada sekitar 300 orang lagi yang dipersiapkan untuk tahun depan,” ujarnya.

Sementara untuk tim penguji berjumlah tujuh orang dan bekerja selama tiga hari dari tanggal 25 hingga 27 Juli 2018. Materi yang diuji adalah kemampuan guru dalam menulis, membaca, dan mengartikan Alquran dengan baik dan benar.(cca/adv)

Respon Anda?

komentar