Warga sedang belanja di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji
Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Bayam dan Kacang Panjang diperkirakan akan menyebabkan inflasi Kepri di Bulan Agustus lebih tinggi dari bulan sebelumnya.

“Harga Bayam dan Kacang Panjang akan naik. Penyebabnya adalah curah hujan tinggi yang masih terus berlanjut,” ucap Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putera, Sabtu (5/8).

Curah hujan yang tinggi kata Gusti dapat menghambat produksi kedua sayuran tersebut. Panen menjadi gagal sehingga pasokan turun. Setelah itu harganya naik.

Bukan hanya Bayam dan Kacang Panjang saja yang berpotensi membuat, tapi kelangkaan daging ayam dan sapi juga.

“Keterbatasan pasokan daging sapi dan ayam diperkirakan akan terus berlanjut. Apalagi menjelang Idul Adha. Harganya akan meningkat,” katanya.

Penyebab kenaikan harga selain keterbatasan pasokan antara lain peningkatan harga pakan, pelarangan penggunaan Antibiotic Growth Promotor yang menyebabkan masa panen menjadi lebih panjang dari 30 hari menjadi 35 hari.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kepri mencoba sejumlah langkah untuk menstabilkan nilai inflasi.

“Pertama memetakan terhadap pasokan dan produksi bahan pangan dan menjaga kelancaran distribusi barang,” jelasnya.

Lalu melakukan pengawasan terhadap ketersediaan daging ayam ras dan telur ayam ras dan mengembangkan program urban farming.(leo)


loading...