Iklan

batampos.co.id – Pengembangan Pelabuhan Batuampar melalui kerjasama antara Pelindo I dan Badan Pengusahaan (BP) Batam disambut baik kalangan pengusaha di Batam. Mereka sudah lama mendambakan pelabuhan yang representatif untuk mendongkrak arus lalu lintas barang.

Iklan

“Kami berharap agar kerjasamanya bisa segera terealisasi,” kata Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri di Wisma Batamindo, Jumat (8/3).

Pelabuhan Batuampar merupakan sentral arus lalu lintas barang-barang kebutuhan industri di Batam. Pengembangannya akan menguntungkan dunia industri di Batam yang bergantung dari pelabuhan tersebut.

Ia mengusulkan agar Pelabuhan Batuampar bisa menjadi pelabuhan pintar atau smart port. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan dan kelancaran sistem logistik di Batam.

Untuk menjadi smart port, banyak konsep dan infrastruktur yang harus diterapkan dan dibangun. Namun yang paling penting adalah penerapan gerbang otomatis dan aplikasi pembayaran elektronik seperti e-billing atau e-payment.

“Penerapan jasa pembayaran online itu dapat meningkatkan pelayanan di pelabuhan. Pengusaha akan semakin nyaman berinvestasi dan memasukkan barangnya ke Batam,” ungkapnya.

Keberadaan gerbang otomatis diyakini akan mempermudah pengguna jasa pelabuhan mengatur kegiatan logistik hanya melalui smartphone.

Terpisah, Ketua INSA Batam Osman Hasyim menyambut baik kerjasama pengembangan tersebut.”Dalam hal ini ya bagus-bagus saja. Apakah orang asing atau swasta atau nasional yang bangun yang akan membangunnya nanti,” paparnya.

Ia percaya Pelindo I mampu membuat Batuampar tampil lebih menawan lagi. Sudah banyak bukti yang mendukung hal tersebut. Namun ia berharap peran Pelindo I juga harus dibatasi secara jelas dalam kerjasama ini.

“Dulu perusahaan-perusahaan negara merugi. Karena itu pemerintah dorong BUMN jadi lokomotif pembangunan. Tapi sayang lama kelamaan, semua sektor dikuasai dan terjadi monopoli. Sangat merugikan pengusaha,” ucapnya.

Sejumlah pekerja melakukan bongkar muat peti kemas di pelabuhan Macobar Batuampar, Jumat (29/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Sebelumnya, BP Batam bersama Pelindo I menjalin ikatan kerjasama dalam pengembangan, pengelolaan dan pengoperasian peti kemas di Pelabuhan Batuampar pada 25 Juli lalu.

“Ini adalah langkah yang awal dan penting bagi Batam untuk meningkatkan kapasitas sehingga kedepannya Batam akan memiliki market perkapalan. Market perkapalan tidak hanya terhenti di Singapura tetapi bisa masuk ke Batam demi memenuhi kebutuhan semua pihak,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo.

Sedangkan Direktur Pelindo I Bambang Eka Cahyana mengatakan kerjasama ini sudah ditunggu banyak pihak di Batam. Khususnya mengenai perlengkapan fasilitas infrastruktur dan pelayanan pengelolaan pelabuhan sehingga kedepannya dapat menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing Batam.

“Kami berkomitmen bahwa pengembangan ini rencananya akan memakan waktu kurang lebih selama 1,5 tahun yaitu meliputi pengadaan fasilitas Lapangan Penumpukkan (storrage), Connect Crane dan Automated RTG (ARTG),” ucapnya.

Rencana pengembangan Pelabuhan Batuampar dimulai dari penambahan kapasitas pelabuhan dari sekitar 400 ribu TEUs menjadi 2 juta TEUs. Dan nilai pengembangan pelabuhan kontainer tersebut diyakini mencapai 160 juta Dolar Amerika atau sekitar Rp 2,16 triliun. (leo)