Iklan
ilustrasi

Menurut dr. Nilawathi, seorangDokter Estetik, para perempuan perlu untuk menanyakan keamanan dan efek samping yang akan ditimbulkan dari sulam alis. Mulai dari langkah persiapan hingga perawatan jangka panjang. Lalu bagaimana teknik sulam alis yang tepat dilihat dari sisi medis? Berikut 5 saran dari dokter,

Iklan

1. Cari Tenaga Profesional

Layaknya prosedur kecantikan pada umumnya, sulam alis aman jika dilakukan oleh ahli yang berpengalaman dan bersertifikat khusus di bidangnya. Sebab saat ini banyak tenaga non medis yang dengan mudah mengerjakan sulam alis tanpa keterampilan dan sertifikat yang mumpuni. Umumnya dokter telah memahami prosedur khusus seperti tes alergi, sterilitas alat dan mengerti post care atau perawatan pasca treament yang baik.

2. Alat Harus Steril

Pastikan alat yang digunakan untuk melakukan sulam alis harus steril. Misalnya mata pisau sekali pakai dan steril penting untuk menghindari infeksi dan penularan penyakit melalui darah, seperti hepatitis dan penyakit menular lainnya.

3. Proses Lama

Memerlukan waktu 1 hingga 2 jam, sulam alis terbilang cukup lama sebab diperlukan ketelitian pada saat pengerjaan. Pada sesi pertama, akan dibersihkan rambut-rambut halus di alis untuk memetakan bentuk alis yang sesuai dengan wajah Anda. Kemudian, krim anestesi dioleskan pada kedua alis untuk meringankan rasa nyeri.

Rasa nyeri dan bengkak akan menghilang dalam beberapa hari. Warna alis juga akan memudar dalam dua minggu pertama, maka dari itu perlu sesi lanjutan untuk memaksimalkan hasilnya.

4. Ikuti Perawatan Setelah Treatment

Sulam alis relatif aman bagi kulit untuk jangka panjang. Namun perlu diperhatikan untuk mengikuti saran dokter pasca tindakan. Diantaranya pastikan alis tidak terkena air selama beberapa hari, menghindari makan seafood, tunda perawatan wajah seperti facial, dan dilarang berenang.

5. Ketahui Efek Samping

Meski dilakukan dengan prosedur yang aman, pasien tetap harus siap menghadapi efek samping yang bisa saja terjadi dari proses tindakan. Umumnya akan terjadi iritasi kulit, infeksi dan tertular penyakit berbahaya. Selain itu ada juga kemungkinan terjadinya alergi akibat anastesi atau tinta yang digunakan. Untuk itu pastikan tidak memiliki riwayat alergi apapun.

(fid/JPC)