Salah satu peserta memberikan pertanyaan saat sosialisasi dise-minisasi informasi P4GN di Hotel Aston, Kamis (2/8). F. BNNK untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Penyalah­gu­­naan dan peredaran gelap nar­koba memang telah menja­di sebuah fenomena global yang sangat kompleks dan mul­tidimensi. Dampak buruk­nya kian merambah ke semua tatanan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.

Sekolah memegang pera­nan kru­sial dalam menanggula­ngi permasalahan penyalahgunaan narkoba. Untuk itu, Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Karimun menggelar kegiatan Diseminasi Informasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, Pemberantasan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Hotel Aston, Kamis (2/8).

Materi kegiatan disampaikan langsung Kepala BNNP Kepri Richard Nainggolan. Kegiatan ini diikuti 53 peserta di lingkungan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMP Rayon 1 Kabupaten Karimun. Dalam kesempatan itu, Richard mene­gas­kan pentingnya peran pe­ngajar atau guru di sekolah agar mendukung program P4GN melalui kurikulum pendidikan di Kepri.

Harapannya, siswa/siswi dapat memahami bahaya penyalahgunaan narkoba. Selain itu, dapat membentengi diri mereka dari pengaruh teman dan lingkungan. Bahkan siap untuk mengatakan tidak pada narkoba.

”Peran para guru di sekolah dalam menerapkan program P4GN dan bahaya narkoba sangat penting. ,” tegas Richard.

Masuknya materi bahaya narkoba ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara BNN dan Kemendikbud. Dalam hal ini, pentingnya pengetahuan sejak dini akan bahaya dari narkoba.(enl)

Respon Anda?

komentar