Muhammad Ikram bersama ibu dan kakanya berfoto dengan Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah. (Dok. Humas Polda Kepri)

batampos.co.id – Muhammad Ikram yang tinggal di Kampung Mangga Besar, Kavling Senjulung, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam.

Ikram merupakan anak ketiga dari bersaudara. Ibunya, Marsinah, 52, sekaligus sebagai kepala keluarga karena suaminya meninggal sejak Ikram masih kecil.

Ikram ialah salah satu dari 160 orang lolos seleksi Bintara untuk wilayah Polda Kepulauan Riau (Kepri).

Ia seorang anak pemulung.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan, lolosnya Ikram merupakan bukti nyata netralitas penerimaan tes masuk polisi. Semua orang bisa lulus dan mengabdi sebagai anggota Polri asalkan memenuhi syarat.

Erlangga sedikit banyak mengetahui tentang Ikram. Menurutnya, Ikram selalu membantu sang ibu setelah pulang sekolah. Ikram sendiri telah memendam hasrat untuk menjadi polisi sejak duduk di bangku SMP. Dia tetap menjaga kesehatannya disela kesibukannya bersekolah dan membantu orangtua.

“Dia (Muhammad Ikram) ini adalah bukti masuk polisi itu hasil kerja keras mereka sendiri. Bukan titipan atau dengan uang,” kata Saptono di Batam, Selasa (7/8).

Selain Ikram, masih ada anak-anak lain yang lulus meski secara ekonomi tidak memiliki kemapanan. Namun prinsip penerimaan anggota Polri yang memberikan kesempatan kepada siapa saja, membuka jalan bagi mereka yang memiliki mimpi untuk menjadi anggota pilisi.

“Tahun ini ada juga anak supir bus yang jadi Taruni Akpol,” ungkap Saptono.

(bbi/JPC)

Advertisement
loading...