Iklan
ilustrasi

batampos.co.id – Produk kurma dan virgin olive oil (minyak zaitun murni) Palestina bebas bea masuk ke Indonesia. Implementing arrangement (IA) bea masuk 0 persen itu diteken Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dengan Dubes Palestina di Jakarta Zuhair Al Shun kemarin (6/8).

Iklan

Enggar menyatakan, bulan depan Indonesia mengirimkan nota diplomatik ke Palestina sebagai tanda kebijakan tersebut telah dimulai. Penandatanganan IA menjadi tindak lanjut ratifikasi nota kesepahaman (MoU) Indonesia-Palestina. MoU itu sudah selesai dengan terbitnya Perpres Nomor 34 Tahun 2018 tentang Pengesahan MoU Palestina.

’’Kita juga siapkan list barter dari produk,’’ ungkap Enggar.

Pihaknya lebih berfokus pada posisi yang dibutuhkan Palestina. Kuota yang diberikan tidak terbatas, berapa pun akan dikirim. Sebagian pengiriman melalui Yordania, tetapi jumlahnya tidak signifikan. Presiden Joko Widodo memerintahkan membuka kesempatan seluas-luasnya sebagai bentuk support kepada Palestina.

’’Barang yang bakal dikirim cenderung pada produk jadi. Apa yang mereka butuhkan kita siapkan,’’ terangnya.

Dirjen Perundingan Internasional Kemendag Iman Pambagyo menuturkan, untuk mengimplementasikan MoU itu, diperlukan peraturan menteri keuangan (PMK) yang diharapkan terbit sebulan setelah penandatanganan tersebut.

’’Dengan begitu, September bisa diimplementasikan,’’ katanya.

Menurut dia, volume impor bergantung kepada Palestina. Namun, berdasar hitungan satu tahun, impor kurma bisa meningkat 11,62 persen. Untuk minyak zaitun, kenaikan impor menembus 172 persen.

’’Minyak zaitun kita perlu untuk industri kosmetik selain sektor makanan,’’ jelasnya. Impor minyak zaitun saat ini juga dilakukan dengan negara lain. Nanti para importer diimbau melihat Palestina.

Pada periode Januari–Mei 2018, total perdagangan dua negara mencapai USD 1,62 juta. Ekspor Indonesia ke Palestina sebesar USD 912,5 ribu dan impor USD 717 ribu. Indonesia mencatat surplus USD 195,5 ribu. (nis/c14/oki)