Puskesmas Tanjunguncang, Batuaji
F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Layanan Puskesmas Tanjunguncang belum berjalan maksimal. Puskesmas yang diresmikan pada Februari lalu itu masih sebatas melayani pasien rawat jalan. Rawat inap belum bisa diterapkan sebab keterbatasan tenaga dan peralatan medis.

Sumber di lapangan menyebutkan, Puskesmas dengan gedung yang cukup megah itu baru memiliki 10 tenaga medis. Begitu juga dengan peralatan medis masih sangat terbatas. Peralatan medis yang ada hanya untuk dua ruangan poli rawat jalan yakni Poli Klinik Umum dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Sementara untuk gedung lantai dua yang diperuntukan untuk ruangan rawat inap belum terisi sama sekali baik itu petugas ataupun peralatan medis.

“Belum ada (rawat inap). Masih di sini saja (poli rawat jalan). Polik linik Umum dan KIA yang bisa kami layani. Petugas yang ada baru 10 orang,” ujar sumber petugas medis di lapangan, Senin (6/8).

Masyarakat sekitar juga mengakui hal itu. Sejak awal beroperasi Puskesmas tersebut belum bisa mengakomodir pasien rawat inap. Masyarakat yang membutuhkan layanan medis rawat inap harus mencari klinik atau rumah sakit di daerah lain.

“Kalau ngggak ke Puskesmas Batuaji kami ke RSUD,” ujar Sudirman, warga Rusunawa Pemko Batam di Tanjunguncang, kemarin.

Situasi itu serius dikeluhkan masyarakat disana sebab selama ini masyarakat cukup kewalahan untuk mendapatkan layanan rawat inap di wilayah tempat tinggal mereka. Warga yang sakit dan membutuhkan layanan rawat inap harus dirujuk ke Puskesmas Batuaji atau RSUD Embung Fatimah Batam.

“Padahal banyak yang membutuhkan. Apalagi selama musim hujan ini banyak yang sakit dan masuk rumah sakit,” kata Sudirman.

Pelaksana tugas kepala Puskesmas Tanjungunguncang, Eko Prayitno mengakui memang rawat inap belum bisa diterapkan di Puskesmas tersebut. Itu karena peralatan medis masih dalam proses pengadaan.

“Peralatan medis yang ada baru sebatas tempat tidur pasien. Yang lain masih dalam proses. Tenaga medis juga belum mencukupi baru 10 orang, jadi kami mohon bersabar karena ini bukan disengajakan,” ujar Eko.

Senada disampaikan Kepala Dinas Kasehatan Kota Batam Didi Kusumarjadi. Pihaknya juga belum bisa pastikan kapan Puskesmas tersebut mulai melayani pasien rawat inap. Itu karena proses pengadaan peralatan medis belum bisa dilakukan secara maksimal sebab terbentur dengan anggaran yang ada.

“Tahun ini sebenarnya sudah kita anggarkan (pengadaan alkes) cuman kena defisit,” ujar Didi. (eja)

Advertisement
loading...