Iklan

batampos.co.id – Dua hari terakhir stok bahan bakar minyak (BBM) jenis premium (bensin, red) terjadi kekosongan. Akibatnya masyarakat tidak lagi bisa menggunakan kendaraan berbahan bakar bensin.

Iklan

Beruntung kekosongan premium di Pulau Midai tidak berimbas pada penerangan rumah warga, lantaran di Pulau Midai sudah terdapat pembangkit listrik PLN. Namun, jalan di pulau tersebut lengang tidak ada kendaraan lalu lalang.

”Sudah dua hari ini bensin kosong, pulau kami sekarang lengang tidak ada suara kendaraan,” ujar Idris, warga Midai.

Camat Suak Midai, Idris mengaku, kekosongan premium di Midai disebabkan pompong penyup-lai BBM teradang cuaca buruk. Sudah beberapa hari ini tidak berlayar ke Midai.”Kekosongan ini karena pendistribusiannya terkendala cuaca,” kata Idris, Selasa (7/8).

Diakui Idris, saat ini distribusi BBM ke Midai menggunakan pompong. Kondisi cuaca yang buruk menunda pompong berlayar dari Depot Pertamina di Selat Lampa menuju Midai.
”Pompong yang mengangkut BBM masih bersandar di pelabuhan Selat Lampa menunggu cuaca membaik. Tidak ada solusi lain, selain pompong,” kata Idris.

Dikatakannya, kelangkaan mulai terjadi sejak Rabu pekan lalu. Rencana, Rabu (8/8) pompong akan berlayar ke Midai. ”Mudah-mudahan sesuai jadwal,”ujarnya.

Distribusi BBM di Midai sepenuhnya dikelola APMS. Dari pihak depo Pertamina Selat Lampa, sudah menjadi tanggung jawab APMS, karena alat penyeberangan hanya pompong yang dimodifikasi dengan tanki BBM.

Sebelumnya stasiun BMKG Ranai merilis imbauan cuaca buruk di wilayah perairan Natuna,agar mewaspadai terjadinya angin downbrust. Downbrust disebabkan ada-nya awan cumulonimbus dan dapat terjadi secara tiba-tiba.(arn)