Gubernur Kepri Nurdin Basirun berdiskusi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membahas Rencana Induk Pelabuhan Tanjungsauh, Batam, Rabu (8/8). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun memanfaatkan waktu sepanjang Rabu (8/8) kemarin untuk mengkonsolidasikan segala sektor pembangunan di Kepri. Setelah bersafari akbar bersama Ustaz Abdul Somad (UAS) di Masjid Raya Nur Illahi, Dompak, Tanjungpinang, Nurdin menemui dua menteri di Jakarta pada Rabu siang.

Di Jakarta, Nurdin menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur untuk membahas kelembagaan Badan Pengusahaan Karimun dan Bintan. Setelah itu, Nurdin menemui Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membahas Rencana Induk Pelabuhan Tanjungsauh, Batam.

Bersama Asman, Gubernur Nurdin sepaham bahwa penempatan orang pada suatu organisasi harus profesional. Mereka mendapatkan posisi harus karena kompetensi, bukan kedekatan kepada seseorang.

“Kita tidak boleh mengintervensi untuk mendudukkan seseorang. Mereka harus berorientasi pada hasil akhir untuk membuat Kepri semakin baik,” kata Nurdin saat Pembahasan Kelembagaan BP Karimun dan BP Bintan di ruang rapat Majapahit Kementerian Pendaya-gunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Rapat itu dipimpin langsung Asman Abnur. Struktur organisasi di BP Bintan dan BP Batam dibahas dengan detail. Struktur organisasi di BP Bintan lebih banyak menampung personel dibanding Karimun. Untuk Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan meliputi dua wilayah di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang. Di Bintan dengan luas lahan 60.868 hektare dan di Tanjungpinang dengan luas lahan 2.633 hektare.

Asman menegaskan, semua ini dibentuk pada prinsipnya untuk memangkas birokrasi. Pada pemilihan orang untuk organisasi, kata Asman, harus secara profesional melalui mekanisme seleksi.

Sementara Gubernur Nurdin mengatakan di era ini semua harus bergerak cepat. Mekanisme pertimbangan yang tak penting untuk pe-nempatan seseorang sudah bukan zamannya lagi.

Dalam rapat itu disebutkan bahwa pengisian posisi kepala, wakil kepala dan anggota/direktur Badan Pengusahaan dilakukan secara terbuka dan kompetitif. Tata caranya ditetapkan oleh Ketua Dewan Kawasan Karimun/Bintan.

Nurdin menyebutkan, untuk mengisi kelembagaan di BP Karimun dan Bintan, akan dilakukan fit and proper test secara profesional. Dengan Menhub Budi Karya Sumadi, Nurdin mengatakan Kepri harus memiliki pelabuhan besar untuk semakin menjayakan poros maritim. Pertemuan itu langsung membahas rencana induk pengembangan Tanjungsauh sebagai pelabuhan peti kemas. Usai bertemu dua menteri, Nurdin langsung kembali ke Batam.(ryh)

Respon Anda?

komentar