Menpar RI Arief Yahya saat mencoba pempek di ajang pemecahan rekor penyajian pempek di Palembang, Rabu (8/8). (Alwi Alim/JawaPos.com)

batampos.co.id – Palembang mengekspor pempek 7 ton per bulan.

“Pengiriman pempek ini seperti ke Thailand, Singapura dan Malaysia,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arif Yahya saat ditemui dalam pemecahan rekor muri penyajian pempek terbanyak di BKB Palembang, Rabu (8/8/2018).

Karena itu, ia sangat mengapresiasi pempek Palembang ini mampu mendiplomasi. Padahal untuk mendiplomasi tersebut perlu pembiayaan dari pemerintah seperti dilakukan Pemerintah Thailand, China dan Jepang.

Meskipun begitu, saat ini pempek masih belum masuk ke dalam lima makanan yang dijadikan makanan nasional. Lima makanan tersebut yakni Rendang, Soto, Nasi Goreng, Gado-gado dan tempe.

“Kami juga akan berupaya untuk memasukkan pempek ini menjadi nomor enam makanan nasional,” terangnya.

Dirinya menambahkan, saat ini ada dua keunggulan dari Palembang yakni pempek dan songket. Namun, yang paling tinggi kontribusinya di ekonomi kreatif yakni dari kuliner mencapai 40 persen. Sedangkan dari kerajinan sendiri hanya 20 persen.

“Karena itu, saya berharap momen Asian Games ini dapat dimaksimalkan untuk promosi pempek sehingga pengiriman pempek dapat lebih meningkat,” tutupnya.

(lim/JPC)

Respon Anda?

komentar