Bupati Karimun Aunur Rafiq saat meninjau pedagang di Pasar Indra Sakti, kemarin. F. Humas Karimun untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Para pedagang tradisional Tanjungbatu yang direlokasi ke dalam Pasar Indra Sakti mengeluhkan sepinya pengunjung. Pedagang akhirnya nekat membuka lapak di pinggir jalan agar dagangannya laku.

Melihat persoalan tersebut, Bupati Karimun Aunur Rafiq meminta kepala proyek dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera mencari solusi agar mereka nyaman berdagang.

“Saya meminta Kepala Dinas PUPR untuk membuatkan lapak kecil yang ada atapnya. Sehingga pedagang merasa nyaman dan tidak berpanas-panasan lagi. Kasihan kita melihatnya,” ungkap Rafiq usai meninjau lokasi pasar sementara, kemarin.

Agar tidak mengganggu arus la­lu lintas, bupati mengingatkan pe­dagang tak membuat lapak men­jorok ke badan jalan. Lapak sebaiknya dirancang bisa di­bong­kar pasang.
“Kalau sudah sepi aktivi­tas jual-beli, lapaknya bisa di­tutup. Sehingga tidak meng­ga­nggu pengguna jalan,” terang Rafiq.

Seperti diketahui, ada 76 pedagang ikan dan sayur yang selama ini menempati lapak Pasar Tanjungbatu direlokasi ke penampungan sementara karena pasar tersebut direnovasi. Pedagang berharap pengerjaan proyek revitalisasi pasar segera rampung sesuai dengan jadwal.

Wan Rahim, salah satu peda-gang ikan mengaku lega pasar Tanjungbatu yang sudah belasan tahun berdiri, kini direvitalisasi. Pedagang hanya berharap agar pengerjaanya tidak molor sehingga pedagang segera menempati kios baru. Pedagang sangat mendukung sehingga saat diinstruksikan pindah, pedagang sudah mengosongkan kios lama.

“Sejak dua pekan lalu semua pedagang sudah menempati lapak yang baru. Terutama pedagang ikan dan sayur. Kita maklumi di tempat penampungan sementara agak sempit, makanya pedagang berharap agar proses pengerjaan pasar secepatnya selesai sehingga pedagang segera beraktivitas di pasar yang baru,” harap Wan Rahim. (san)

Respon Anda?

komentar