Sejumlah warga Batam saat menikamti taman sambil berswafoto di Kebun Raya Batam. . Kebun Raya Batam menjadi salah tempat salah satu tempat mengisi liburan baik bagi warga Batam maupun wisatawan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertamanan (Disperakimtan) Kota Batam mengajukan anggaran sebesar Rp 20 miliar untuk pengembangan Kebun Raya Batam (KRB) tahun 2019 mendatang.

“Kemarin kami usulkan penambahan anggaran Rp 20 miliar di Musrembang nasional,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperkimtan Batam, Eryudhi, Rabu (8/8).

Ia menjelaskan dana sebesar itu akan digunakan untuk pembangunan fisik KRB. Seperti, jalan, drainase, kantor hingga tempat pembibitan tanaman koleksi KRB.

Tahun ini, Yudhi mengungkapkan pihaknya hanya mendapatkan Rp 7 miliar dari total pengajuan sama dengan yang diajukan untuk pembangunan di tahun depan.

“Mudah-mudahan tahun depan kami bisa dapat sesuai dengan yang diajukan,” sebutnya.

Saat ini beberapa akses jalan sudah mulai dikerjakan seperti jalan koleksi serta pedestrian. Termasuk aliran air atau drainase di KRB. Pengerjaan di tahap pertama sudah berjalan 80 persen.

Ia menjelaskan dari total luas KRB yang mencapai 86 hektar hingga saat ini baru terpakai 25 hektar. “Jadi masih panjang lagi pengerjaan agar benar-benar menjadi kebun raya. Masih kulit-kulitnya yang sekarang ini ki kerjakan,” ucap pria yang akrab disapa Yudhi ini.

Ketua Unit Pelaksanan Tugas (UPT) KRB, Adek menambahkan KRB merupakan satu dari 12 kebun raya yang dibangun pemerintah saat ini. Batam lanjutnya harus bersaing dengan daerah lain untuk mendapatkan tambahan anggaran.

KRB saat ini sudah memiliki 9.464 koleksi dari tanaman yang ada di pesisir dan pulau-pulau yang ada di Kepri. “Sudah cukup banyak, taman juga sudah ada. Warga juga sudah bisa menikmati tapi ya begitu-begitu saja. Belum memuaskanlah,” ucap Adek.

Ia berharap tambahan dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) sesuai pengajuan sehingga percepatan pembangunan fisik bisa terealisasi.

“Semakin cepat tentu semakin baik. Karena masih ada puluhan hektar lagi yang harus digarap,” tutupnya.(yui)

Respon Anda?

komentar