batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Gama AF Isnaeni menyampaikan tahun 2019 Dinkes akan menaikkan insentif kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang tersebar di Kabupaten Bintan.

”Saat ini, insentif kader Posyandu Rp 100 ribu sebulan, di 2019 nanti insentif naik menjadi Rp 200 ribu sebulan,” ujar Gama, Kamis (9/8) siang.

Gama berharap, kenaikan ini membuat sekitar 1.485 kader posyandu yang tersebar di 165 Posyandu di Kabupaten Bintan makin semangat dalam meningkatkan pelayanan masyarakat di bidang kesehatan. Karena, Dinkes Kabupaten Bintan telah mengalokasikan sekitar Rp 3,5 miliar. ”Jadi, setahun 1 kader menerima Rp 2,4 juta,” jelasnya.

Selain insentif, Dinkes juga mengalokasikan operasional posyandu sebesar Rp 2 juta per posyandu. Dari 165 posyandu, nantinya akan mendapat biaya operasional posyandu yang terdiri dari 75 posyandu di kelurahan dan 90 posyandu di desa.

Dijelaskannya, untuk posyandu di kelurahan, dana operasional dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Bintan. Sedangkan posyandu di desa melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (PBDes). ”Total anggaran yang dibutuhkan untuk operasional posyandu berkisar Rp 330 juta,” tambah-nya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bintan Deby Maryanti beberapa waktu lalu menginginkan agar posyandu memiliki peran penting dalam sistem penyelenggaraan pelayanan kebutuhan dasar untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.(met)

Respon Anda?

komentar