batampos.co.id – Pengusaha mendapatkan jaminan keamanan untuk berinvestasi di Batam. Jaminan tersebut datang dari Polisi Republik Indonesia (Polri) lewat acara Sosialisasi Pedoman Kerja Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Polri.

Iklan

Temanya adalah mengenai koordinasi perlindungan dan keamanan bagi dunia usaha untuk mendukung kegiatan investasi di Indonesia.

“Tugas polisi adalah menjaga keamanan. Dengan MoU sebelumnya, maka akan menambah percepatan dan kecepatan kami dalam menjaga keamanan kawasan industri,” kata Kepala Biro Operasional/Badan Pemelihara Keamanan Polri Brigjen Pol. Drs. Eddy S Tambunan, M,SI di Swissbell Hotel Harbourbay Batuampar, Kamis (9/8).

Ia menjelaskan selama ini polisi tidak bisa bersentuhan langsung dengan investor. Jika ada masalah, maka pengusaha di kawasan industri akan menyurati BKPM. Dan BKPM kemudian meneruskannya kepada polisi.

“Dulu jika ada masalah, surati ke BKPM baru diteruskan ke polisi. Sekarang berbeda,” katanya.

Dengan kata lain jika terjadi masalah, maka investor tinggal menghubungi kepolisian terdekat. Namun fasilitas ini hanya bisa dinikmati oleh kawasan industri yang menjadi objek vital nasional (OVN).

Di Kepri, ada empat OVN yakni Kawasan Industri Batamindo, Kawasan Industri Panbil, Kawasan Industri Kabil. Tiga nama pertama ada di Batam. Sedangkan satu lagi yakni Kawasan Industri Bintan Inti di Bintan.

“Dengan adanya MoU kemarin, maka polisi juga akan menyelidiki siapa yang membuat embrio demo. Siapa yang menjadi supplier pendemo. Dan kita akan petakan segala persoalan yang menghambat investasi,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksaan Penanaman Modal dari BKPM M Azhar Lubis mengatakan sektor investasi merupakan kontributor kedua sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan ini, kita dapat meyakinkan dunia usaha bahwa polisi itu siap. Selama ini ada jarak, tapi Polri sudah berubah. Mereka siap mengayomi,” ungkapnya.

Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Ok Simatupang menyatakan bahwa manfaat dari kerjasama ini sangat terasa sekali. Karena polisi tempatkan perwiranya selama 24 jam mengawasi empat OVN di Kepri.”Ini bisa jadi dagangan kami ke investor karena merupakan salah satu kelebihan yang menarik,” ungkapnya lagi.

Sedangkan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan kerjasama ini merupakan bentuk perhatian khusus dari kepolisian.

“Kami dari BP sangat mendukung. Makanya kami betul-betul meyakinkan lagi pengusaha. Dan saya berharap kedepannya agar kawasan industri di Batam bisa secara bertahap menjadi OVN,” paparnya.(leo)