Sejumlah pekerja KPU Karimun merapikan logistik kotak suara, beberapa waktu lalu. F. Dokumentasi KPU Karimun

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karimun meminta arahan KPU Provinsi Kepri terkait rencana perampingan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang saat ini mencapai 780 titik.

Meskipun jumlah TPS sudah sesuai dengan PKPU Nomor 11 tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih Dalam negeri, namun beberapa TPS jumlah pemilih-nya sedikit.

”Supaya efisien biaya dan waktu, TPS yang jumlah pemi­lihnya tidak banyak akan dig­abungkan dengan TPS lainnya. Sebab, ada lima kotak surat suara untuk satu TPS, yakni Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota,” kata Kepala Divisi Program dan Data KPU Karimun Mardanus, Kamis (9/8).

Menurutnya, ada 18 TPS pemilihnya kurang dari 100 orang. Kemudian 30 TPS di atas 125 pemilih, 65 TPS 150 pemilih, lalu 175 pemilih di 103 TPS, dan 200 pemilih ada 151 TPS. Sedangkan di atas 200 pemilih ada di 413 TPS. ”Setiap kecamatan ada TPS yang pemilihnya kurang dari 100 orang. Seperti Kecamatan Moro, Buru, Tebing, Meral, Durai, dan Karimun,” ujarnya.

Terkait rencana tersebut, pihaknya masih menunggu arahan dari KPU Provinsi Kepri terkait kriteria atau jumlah pemilih berapa yang dapat di gabungkan TPS-nya.
Sebelumnya, KPU Karimun menetapkan rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Per­baikan (DPS-HP) Kabup­aten Karimun untuk Pemilu 2019 sebanyak 157.240 orang.
Ber­ku­rang sekitar 2.428 pemi­lih dibanding DPS sebelumnya yang mencapai 159.668 pemilih.

“Benar, untuk sementara belum menjadi acuan. Nanti kalau sudah ditetapkan DPS-HP akhir baru menjadi acuan untuk penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT),’’ kata Mardanus.

Menurutnya, angka DPS-HP ini sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 11 tahun 2018, dimana pemilih yang belum mempunyai kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) maupun Surat Keterangan dari Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) serta tidak ada dalam database, otomatis dicoret dari DPS-HP.

“Kalau keseluruhan mencapai 161.320 pemilih untuk DPS-HP. Tapi, sesuai dengan PKPU Nomor 11 tahun 2018 ada 4.080 Pemilih yang dicoret dari DPS-HP, sehingga menjadi 157.240 Pemilih dan kemungkinan bisa berkurang atau bertambah dalam penetapan DPS-HP akhir nanti,’’ ungkapnya. (tri)

Respon Anda?

komentar