Siswa SPN Polda Kepri saat baru saja tiba di Tanjungbatu Kundur, Provinsi Kepri dua hari sebelum pembukaan Diktukba Selasa (7/8/2018).
foto: batampos / imam sukarno

batampos.co.id – Siswa Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara (SPN) Tanjungbatu, Celvin Novantino, 18, meninggal dunia setelah menjalani beberapa hari pendidikan Bintara, Kamis (9/8) lalu.

Pendidikan Bintara ini dimulai dari Selasa (7/8), diresmikan langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi.

Terkait kematian Celvin ini, disebutkan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga akibat kelelahan saat menjalani masa orientasi.

“Tahapan orientasi ini meliputi pengenalan lingkungan,” katanya, Jumat (10/8).

Ia menjelaskan dari 7 Agustus, tahapan orientasi ini sudah dimulai. Para siswa SPN Tanjungbatu Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktuba) tahun 2018 diminta melakukan jalan kaki, untuk pengenalan daerah. Jalan kaki ini dimulai dari pukul 14.00.

Namun setelah berjalan selama 300 meter, Celvin disebutkan mengalami kram.

“Sekitar pukul 16.30,” ucap Erlangga.

Saat kram ini, Celvin langsung dibawa menuju ke klinik SPN Tanjungbatu. Kondisi pemuda asal Batam ini sudah mulai melemah. Pukul 19.00, Celvin dirujuk ke Puskesmas terdekat. Sesampai di Puskesmas, kata Erlangga suhu badan Celvin mencapai 37 derajat lebih.

“Celvin ini kembali dirujuk ke RSUD Karimun, lalu dibawa pukul 23.00,” ungkap Erlangga.

Namun kondisi Celvin semakin memburuk, panasnya makin tinggi mencapai 39 derajat celcius.

“Begitu di RSUD Karimun langsung dibawa ke ICU. Kesadaran korban mulai menurun drastis. Demamnya tidak turun, siswa ini sempat mengalami step,” ucapnya.

Saat kondisi korban mulai memburuk, pihak SPN Tanjungbatu melakukan koordinasi dengan keluarga korban. Selain itu, Erlangga menuturkan Biro SDM dan Biddokes ikut turun tangan menangani dan mengawasi kondisi Celvin.

Tidak adanya perubahan terhadap kondisi Celvin. Keluarga korban dan Polda Kepri sepakat membawa Celvin ke Rumah Sakit Awal Bros, Rabu (7/8).

“Celvin ini sampai AwalBros itu pukul 16.45,” ungkap Mantan Wadirshabara Polda Kepri tersebut.

Sejak sampai ke RS AwalBros ini, kondisi Celvin terus memburuk. Hingga akhirnya, Kamis (9/8) pukul 02.35 Celvin dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah Celvin dimakamkan setelah sholat Zuhur di Tempat Pemakaman Umum Temiang. Dari informasi yang didapat Celvin Novantino ini selama pendidikan masuk dalam pleton 1 kompi A. (ska)

Respon Anda?

komentar