Warga Tiban Koperasi menggali, Ahad (12/8/2018)

batampos.co.id – 25 Juli 2018, lalu Perumahan Tiban Koperasi dilanda banjir. Bukan cuma air, tetapi sekaligus lumpur. Warga mengaku ini ialah kali pertama banjir melanda. 23 tahun tak pernah banjir. Mengapa kini banjir menyapa rumah mereka?

Kolam resapan air yang ada di dekat perumahan dialokasikan untuk perumahan juga. Hujan lebat melanda, air mengalir tak tentu arah. Berakhir ke rumah mereka.

Perundingan mereka lakukan. Demo pun mereka tempuh. Satu tuntutan mereka. Kembalikan kolam resapan air.

Dua tahun lalu mereka sudah melayangkan surat keberatan jika kolam resapan air diurug. Warga yakin bencana akan melanda. Kini, kekuatiran itu terbukti.

Harapan cerah muncul pada hari Sabtu (11/8/2018) staf ahli Deputi 4 BP Batam Ir. Freddy Tanoto menandatangani kesepakatan kesanggupan membangun kolam penampungan air.

Caranya, ya, menggali kembali kolam yang telah diurug tadi .

Kesepakatan dilakukan pukul 18.00. Saat itulah penggalian harus dimulai dan tenggat waktu menggali ialah 27 Agustus 2018 pukul 23.59.

Surat kesepakatan

Sebab sudah sore tentulah tak bisa langsung dikerahkan alat berat untuk menggali Warga mengalah..

Hari ini, Ahad, (12/8/2018) warga berharap alat berat itu datang.

Janji tinggal janji. Alat berat yang dinanti tak jua datang.

Saat ini Warga Tiban koperasi kembali demo. Demo di lingkungan mereka. Menggali dengan alat seadanya.

“Mereka janji kembalikan resapan air tapi hingga kini tak kunjung dikerjakan,” kata salah seorang warga Anto, Minggu (12/8) saat dijumpai di lokasi lahan milik Koperasi Karyawan BP Batam.

Menggunakan alat seadanya warga bersama-sama mencoba menggali kolam yang telah ditutup akibat aktivitas cut and fill. Meskipun membutuhkan waktu yang lama, setidak ini merupakan bentuk protes warga kepada BP Batam yang tak kunjung menepati janji mereka.

“Kami hanya ingin kolam resapan kembali,” tegasnya.

Freddy Tanoto (V) seusai bikin kesepakatan dengan warga Tiban Koperasi.

“Sampai saat ini kami masih belum tenang, sebelum kolam ini dikembalikan,” jelas Anto.

Dalam beberapa kali pertemua, lanjutnya pihak BP Batam selalu berjanji mengentaskan permasalahan ini, namun tak kunjung diwujudkan.

“Tepati saja janjinya. Kalau kolam resapan sudah kembali, silahkan lanjutkan proyeknya,” ungkapnya. (yui)

Respon Anda?

komentar