Hujan di Batam. | putut ariyotejo / batampos

batampos.co.id – Ketersediaan air baku di Batam yang bersumber dari curah hujan, sangat perlu dijaga bersama ketahanannya. Apalagi jika terjadi kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti kemarau, dimana curah hujan yang rendah.

“Perlu diwaspadai, jangan sampai Batam mengalami krisis air bersih,” ujar Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary PT Adhya Tirta Batam (ATB).

Kondisi kota Batam mulai diguyur hujan beberapa pekan terakhir ini. Namun intensitas curah hujan yang masih kecil. Dimana curah hujan belum seperti yang diharapkan, dan terkadang hujan tidak turun di wilayah dam.

“Curah hujan yang turun intesitasnya kecil, dan tidak merata di semua wilayah. Hujan pun terkadang tidak turun di wilayah dam, sehingga tidak terlalu berpengaruh signifikan dalam meningkatkan ketersediaan sumber air baku,” ujar Maria.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau diperkirakan pada bulan Agustus dan September 2018. Curah hujan akan semakin terus menurun, seiring terjadinya puncak musim kemarau.

“Apabila, diperkirakan sekitar bulan Agustus diperkirakan terjadinya kemarau, maka ketersediaan air baku dapat terus berkurang seiring surutnya air di dam-dam tersebut,” ujarnya.

Diprakirakan pada puncak musim kemarau yang terjadi pada bulan Agustus dan September, curah hujan berkisar antara 20 sampai 0 milimeter per bulan atau sama sekali tidak ada hujan.

BMKG meminta masyarakat mengantisipasi musim kemarau yang berpotensi berakhir pada bulan September tahun 2018.

“Batam perlu waspada. Dimana, di tahun 2015 sempat terjadi surutnya air baku pada dam, khususnya dam Sei Harapan. ATB sempat melakukan penggiliran suplai air kepada pelanggan di wilayah Sekupang dan sebagian Tiban,” ungkap Maria.

ATB mengimbau pelanggan hendaknya mengubah pola pemakaian air bersih. Pelanggan diharapkan dapat lebih menghemat pemakaian air bersih.

“Pelanggan air bersih ATB diharapkan memakai seperlunya, bukan secukupnya. Lebih bijak dalam menggunakan air bersih, dan selalu sediakan tampungan air untuk meminimalisasikan dampak menyusutnya ketersediaaan air baku ini,” ujar Maria.

Musim kemarau yang akan terjadi, menjadikan PT Adhya Tirta Batam mengimbau masyarakat kota Batam lebih memperhatikan pemakaian airnya, demi keberlangsungan cadangan air baku di Batam.

Mengingat air bukanlah hanya tanggung jawab satu atau sekelompok orang saja. Pelanggan diharapkan membantu dan bersama-sama bijak dalam menggunakan air bersih.

“Masyarakat juga diharapkan ]menjaga dam dengan tidak mencemari dam dan daerah tangkapan air sekitar dam,” tutupnya. (rng)

Respon Anda?

komentar