Iklan

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri membatalkan pencalonan Alias Wello sebagai Calon Anggota DPD RilI untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. Lantaran Bupati Lingga tersebut tidak bisa memyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengunduran Diri dari Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Iklan

“Sebelum kita melakukan rapat pleno untuk memutuskan Daftar Calon Tetap (DTC), tentunya sudah melalui proses cek dan ricek kembali,” ujar Komisioner KPU Provinsi Kepri, Arison menjawab pertanyaan Batam Pos, kemarin di Tanjungpinang

Menurut Arison, dengan dicoretnya nama Alias Wello, maka untuk calon perseorangan yang sudah diplenokan menjadi dan masuk dalam DCT tinggal menyisakan 12 nama yang akan bertarung untuk memperebutkan jatah 4 kursi ditingkat DPD RI. Mantan Ketua KPU Bintan tersebut menjelaskan, seandainya Alias Wello menyerahkan Surat Pernyataan bahwa SK Pemberhentiannya sedang dalam proses yang diluar kemampuan bacalon.

“Surat Pernyataan dimaksud dibuktikan dengan surat keterangan dari pejabat berwenang yang menyatakan bahwa SK sedang dalam proses. Tentu ada pertimbangan lainnya dari KPU,” papar Arison.

Ditanya apakah mengenai adanya surat pernyataan mundur dari Alias Wello bisa berpengaruh pada posisinya saat ini. Lantaran dia bersedia mundur sebagai Bupati Lingga sewaktu mendaftarkan diri menjadia Bacalon Perseorangan? Mengenai hal itu, Arison mengatakan bisa konfirmasi Gubernur.

“Bisa tanya langsung ke Gubernur. Karena itu kapasitasnya Gubernur untuk menjawab,” tutup Arison.

Ditambahkan Arison, selain menetapkan DCT 12 Calon Perseorangan, KPU Provinsi Kepri juga menyepkati 543 Calon Legislatif untuk Pileg 2019 mendatang. Disebutkannya, dari jumlah tersebut 335 Caleg laki-laki. Kemudian Caleg perempuan sebanyak 208 orang.

“543 Caleg akan memperebutkan 45 kursi DPRD Kepri yang dibagi pada tujuh daerah Pemilihan,” tutup Arison.(jpg)