batampos.co.id – Objek wisata diyakini berpotensi mengenjot pendapatan asli daerah. Anggota Komisi IV DPRD Batam, Suhardi Tahirek mengatakan, banyak objek wisata di hinterland Batam yang berpotensi meningkatkan pendapatan, namun sayangnya belum tersentuh pemerintah.

“Pengembangan wisata tak hanya di mainland. Namun juga hinterland,” katanya, Jumat (21/9).

Suhardi mengatakan di hinterland Batam, masih banyak destinasi yang belum diketahui khalayak umum. Promosi, juga diperlukan agar penikmat wisata bisa menjelajah seluruh Batam.

Jembatan 3, 4, 5, misalnya banyak sekali pulau wisata. Ada yang namanya pulau penyabung. Sejarahnya lanjut dia, di sana dulu pulau yang dipakai jadi arena pertarungan sampai mati.

Begitu juga di Galang. Ada Kampung Aceh, dan di sana juga banyak ditemukan makam masyarakat Aceh. Di pulau ini juga ditemukan sumur tua peninggalan Belanda. Destinasi-destinasi ini diyakini mampu menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara bila dikelola dengan baik.

Suhardi melanjutkan, banyak sekali destinasi di hinterland yang belum tersentuh. Padahal, bila dibangun apik, wisata hinterland atau pulau penyangga, akan sangat banyak peminatnya. Terbukti, beberapa kali wisatawan yang datang ke sana, merasa puas dan ingin kembali lagi.

“Mengapa tidak kita manfaatkan. Kemarin ada yang ke hinterland warga Australia 20 an orang. Mereka senang dan ini kesempatan mengembangkan pariwisata daerah,” katanya.

Suhardi mengharapkan ada action pemerintah dalam mengembangkan pariwisata di Batam. Selain mainland sebagai wisata modern, pemerintah juga harus melihat hinterland sebagai wisata bahari dan sejarah.

Di 2019 nanti, ia berharap ada anggaran untuk pembangunan pulau-pulau.

“Harus ada action dari pemerintah. Infrastruktur kita bangun, destinasi objek wisata di hiterland kita kembangkan. Jadi dua hal ini sejalan dan saling mendukung,” jelasnya. (rng)

Advertisement
loading...