batampos.co.id – Tim Mabes Polri bersama dengan Kementrian Agama memperingati peringatan 1 Muharram di Masjid Jami Al-Mursyidin, Perumahan MKGR, Batuaji, Minggu (23/9). Dalam peringatan tahun baru islam itu, Mabes Polri dan Kementrian Agama mengajak masyarakat untuk lebih baik lagi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Erizal mengatakan dalam kegiatan itu Mabes Polri dan Kementrian Agama Kota Batam mengusung tema memperingati tahun bari 1 Muharram 1440 Hijriah, dengan semangat hijriah kita bangun umat beragama dan terciptanya Pilpres Tahun 2019 dengan damai dan aman. Serta menolak radikalisme, terorisme, intoleransi dan penyebaran berita hoax demi terwujudnya keutuhan NKRI.

“Sesuai dengan tema kita, pertama memperingati 1 Muharram. Memperingati tahun baru hijriah, maka kita memaknai hijriah itu dalam arti yang lebih luas lagi. Kepindahan dari situasi yang dulu kita kurang taat menjalankan perintah agama, maka dengan tahun baru islam, kita mengharapkan itu menjadi lebih baik,” kata Erizal.

Kemudian, dalam menghadapi momentum yang akan dimulainya pemilihan umum termasuk masa kampanye legislatif, presiden dan lainnya diharapkan kepada seluruh masyarakat MKGR dan seluruh Kota Batam bisa menjaga keamanan dan kedamaian sehingga pemilihan umum mendatang bisa berjalan dengan lancar.

“Ini yang kita harapkan jangan sampai terjadi terpecah belah. Maka, ini yang perlu dijaga toleransi beragama dengan menjaga kerukunan interen umat beragamanya dan menjaga kerukunan umat beragama lainnya,” tuturnya.

Ia juga mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak berpaham secara radikal dalam beragama. Menurut Erizal, paham radikal ini akan menyebabkan seseorang itu merasa benar sendiri dan menganggap pemahaman yang lainnya salah. Sebab, dalam islam itu mengajarkan seluruh umat untuk melakukan diskusi dan lainnya.

“Apabila kita ada hal-hal yang kita ingin sampaikan, maka kita boleh untuk melakukan diskusi dan lainnya. Kita tidak boleh menang sendiri dan harus punya wadah dalam menyampaikan yang ingin kita sampaikan. Jangan sampai salah memaknai jihad, karena jihad itu memang ada arti perang. Tapi jihad itu mempunyai makna yang lebih luas” tuturnya.

Kemudian yang terakhir, ia meminta kepada masyarakat untuk tidak salah dalam menerima informasi yang tersebar di media sosial dan terpengaruh dengan berita yang tidak benar hingga berngkat ke Suriah dan bergabung dengan kelompok readikalisme, ISIS atau menyebabkan tidak suka terhadap orang lain maupun tidak mau bergaul dengan orang lain.

“Itu jangan sampai terjadi. Mereka harus bijak dalam menggunakan teknologi yang ada seperti handphone, internet dan media sosial. Jangan sampai mereka dapat berita tanpa diteliti dan dianalisa lalu disebarluaskan. Ini yang sering terjadi berita hoax itu,” bebernya.

Ia menyampaikan, negara sudah melarang penyebarluasan berita hoax bahkan negara akan memberikan sanksi pidana bagi siapapun yang menyebarkan berita hoax. Namun, sesungguhnya dalam agama sudah mengatakan untuk tidak menyebarkan berita palsu atau berita fitnah terhadap seseorang yang tidak disukainya.

“Jaman sekarang ini bukan hanya ngomong, kalau dulu mulutmu harimau mu, sekarang tambah lagi, jemari mu juga bisa menjadi harimau mu. Karena membuat suatu konten mungkin dengan fitnah dan menjelekkan orang lain. Atau mungkin ada konten yang disebar luaskan ternyata itu berita hoax,” katanya.

Penyebaran berita hoax itu menurutnya sangat berbahaya. Sebab, hanya dalam waktu yang sebentar, berita atau konten hoax itu bisa dibaca oleh ribuan orang bahkan lebih. Untuk itu, dengan momentum 1 Muharram ini Kementrian Agama Kota Batam dan Mabes Polri untuk cerdas dalam menggunakan teknologi.

“Bayangkan satu orang ada lima ratus orang dalam satu grup, maka lima ratus orang akan baca berita bohong itu. Itu baru satu grup, bagaimana kalau dia punya empat sampai lima grup. Itu akan menjadi bomerang kepada kita semua. Ini yang kita sampaikan kepada masyarakat supaya cerdas dalam menggunakan teknologi,” imbuhnya. (gie)

Advertisement
loading...