|
”Gunakan Waktu Sekolah, Pas Guru Jelasin, Dengarin”
Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA diumumkan secara serentak, Senin (26/4) lalu. Siswa yang tak lulus, tentu saja merasa sedih dan kecewa. Sebaliknya, siswa yang lulus bisa bernafas lega dan tersenyum lebar. Apalagi kalau ternyata nilai yang diperolehnya itu tertinggi se-Kepri.
Sejak di sekolah atau sesaat sebelum pengumuman kelulusan UN, sekitar pukul 15.30 WIB, gadis berkacamata ini nampak tenang. Senyum manisnya selalu mengembang ketika bertemu dengan teman-temannya. Dia nampak santai ngobrol bareng siswa seangkatannya.
Setelah beberapa saat ngobrol, sekitar pukul 16.00 WIB bunyi pengeras suara terdengar. Salah seorang guru SMA Yos Sudarso meminta semua siswa kelas XII (kelas III, red) berkumpul di halaman sekolah untuk menerima hasil UN.
Walaupun sebagian besar siswa nampak gelisah dan was-was, gadis berambut lurus ini tetap saja tenang. Tak sedikitpun terlihat kegelisahaan di wajah layaknya kebanyakkan rekan-rekannya. Setelah berbaris menurut kelas masing-masing, kepala sekolah mulai memberikan pengarahan dan mengumumkan nama-nama siswa, dimulai dengan lulusan terbaik.
Suasana hening sejenak. Beberapa saat kemudian kepala sekolah ambil ancang-ancang mengumumkan pencapaian membanggakan yang diraih salah satu siswanya. ”Siswa dengan lulusan terbaik se-Kepri adalah...,” ujar Pastor Aloy, Kepala Sekolah Yos Sudarso.
Seluruh siswa, termasuk para guru hanya diam sambil menunggu kabar yang diumumkan sang kepala sekolah. ”Siswa dengan nilai terbaik se-Kepri adalah Andriani Leslie...,” katanya penuh semangat. Sekolah Yos Sudarso bergemuruh. Semua siswa bersorak dan memandang ke sosok gadis munggil berbaju hijau yang merupakan siswa kelas XII jurusan IPA II tersebut. Ya, dialah Andriani Leslie, gadis berpembawaan tenang dan ramah senyum tersebut adalah lulusan UN terbaik se-Kepri dengan nilai 54,95. Rata-rata tiap mata pelajaran lebih dari 9.
Mendengar nama tersebut, Andriani tersenyum manis sambil maju kedepan untuk menerima amplop berisi pengumuman hasil UN. Tak ada reaksi berlebihan yang ditunjukkannya. Dia tetap tenang dan santai.
Sesaat setelah acara penyerahan hasil UN selesai, gadis tersebut menyempatkan diri bercerita kepada Batam Pos tentang bagaimana carannya agar belajar bisa menyenangkan dan efektif, sehingga hasilnya bisa maksimal. Menurutnya, untuk mencapai prestasi maksimum tidak harus menjadi kutu buku atau belajar-dan belajar.
”Kuncinya hanya, menyimak bila guru menerangkan dan memahaminya dan ikutilah apa yang telah diprogramkan dari sekolah. Untuk berprestasi tidak harus belajar dan belajar terus setiap waktu,” jelas gadis kelahiran Medan 18 tahun silam.
Andriani juga mengatakan, keseimbangan antara belajar dan melakukan kegiatan lain juga perlu. ”Tidak ada persiapa khusus yang saya lakukan untuk menghadapi ujian. Semua saya jalani seperti biasa,” jelasnya, lagi.
Menurutnya, selama ini dia tidak pernak mengikuti bimbingan belajar manapun. ”Selain belajar sendiri, saya hanya les privat fisika. Udah itu saja,” tambah gadis yang hobi jalan-jalan dan baca novel tersebut. Anak pertama dari pasangan Abun dan Nurni tersebut mengaku belum tahu mau melanjutkan sekolah di mana. Ia mengatakan, awalnya ia ingin melanjutkan pendidikannya ke ITB Bandung. Namun akhir-akhir kedua orang tuannya menginginkan agar dia melanjutkan sekolah ke luar negeri.
”Aku belum tahu mana yang akan ku pilih, aku juga masih menunggu beasiswa dari Provinsi. Biasanya 10 lulusan terbaik akan mendapat beasiswa dari provinsi,” jelas gadis yang tinggal di Perumahan Greenland ini.
Selama belajar di SMA tersebut, Andriani pernah mewakili Kepri dalam olimpiade Mate-matika nasional tahun lalu. Dia adalah juara umum sekolah sejak kelas X semester pertama.
Menurut Aloy, Andriani adalah siswa yang sangat rajin dan berkemauan keras dalam belajar. Selain itu, Andriani juga senang membantu teman-temannya yang mengalami kesulitan dalam belajar. ”Anaknya baik, disiplin, berkepribadian bagus dan humanis. Prestasi tingkat provinsinya juga cukup banyak,” ujar Aloy.
Selama ini, Andriani sering mewakili Yos Sudarso ataupun Kota Batam dalam berbagai lomba pendidikan seperti cerdas cermat dan perlombaan pendidikan lainnya. ”Ia mempunyai semangat yang luar biasa, anaknya tak pernah mengeluh,” ujarnya.
”Yang membawa Andriani mencapai prestasi terbaik adalah daya juang yang tinggi dan selalu serius dalam belajar,” paparnya. ***
|