26.7 C
Batam
Minggu, 25 Februari 2018

Thelen Febriany Sejak Kecil Cinta Binatang

video
video

Zimbabwe akan Bangun Patung Bob Marley

Buah Bibir

Buah Bibir

Tahun Ini, Tahun Pertama bagi Yulinca Tanudjaya Imlek bersama Suami

batampos.co.id – Yulinca Tanudjaya masih belajar untuk membagi waktu setelah menikah tiga bulan lalu. Kenapa tidak, selain harus melayani suami, ia juga harus berkutat dengan pekerjaan dan kuliah disemester akhir.

“Awalnya susah, tapi lama-lama terbiasa. Intinya kalau di rumah tak usah pikirkan urusan kerjaan dan kuliah,” terang wanita pemilik senyum manis ini kepada Batam Pos.

Bahkan, untuk sementara ia harus menutup hobinya yang gemar membaca novel. Apalagi hobi itu telah ia salurkan sejak duduk dibangku sekolah dasar.

“Hobi membaca novel, tapi sekarang tak sempat membaca lagi. Waktu sudah habis terkuras,” ujar wanita yang kini berusia 25 tahun.

Menurutnya, dalam pernikahan haruslah ada saling pengertian antar pasangan. Suaminya pun tak pernah melarangnya untuk bekerja, bahkan untuk menyelesaikan tugas akhir kuliahnya.

“Ia selalu mendukung, karena komitmen dari awal saling suport,” imbuh mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi di salah satu perguruan swasta di Batam ini.

Tak hanya itu, jelang perayaan imlek Yulinca mengaku semakin was-wasan dan bingung. Alasanya, imlek 2569 merupakan tahun pertama ia bersama suami. Semua yang sebelumnya bersama keluarga, kini harus ia lakoni sendiri, mulai membersihkan rumah hingga membuat kue.

“Saya anak tunggal, dulunya imlek selalu bersama keluarga. Kini saya yang harus mengatur sendiri. Tahun ini pun saya punya harapan bisa lebih baik lagi,” pungkas anak pasangan Hardi Tanudjaja dan Mui Im ini. (she)

Rosiana Gemar Olahraga pada Sela Kesibukan

Rosiana

batampos.co.id – Olahraga merupakan hal rutin yang harus dilakukan Rosiana setiap harinya. Wanita kelahrian Bengkalis 30 tahun lalu ini selalu menghabiskan waktunya untuk olahraga selama 1,5 jam.

“Olahraga bagi saya seperti hiburan. Karena sehari iitu sudah capek dengan aktivitas, jadi pulang kerja istirahat langsung olahraga,” ujar Rosiana yang juga pemilik CV Nuansa Warna, distributor cat Mowilex.

Olahraga yang kerap dilakukan seperti fitnes, dan berenang. Bagi Rosiana, aktivitasnya tersebut menjaga tubuh tetap sehat dan segar.

“Pastinya saya jarang sakit, dan kalau rutinn olahraga, body tetap langsing dan setiap hari wajah itu cerah,” tutur wanita langsing ini.

Menurut Rosiana, tanpa olahraga, sesorang akan rentan terserang penyakit, terutama jantung. Sebab, tubuhnya akan berlemak, tekanan darah dan aktivitas jantung berkurang.

“Dari survei, untuk usia 40-50 tahun sekarang sangat banyak sakit jantung. Dan ini penyakit paling mematikan. Maka dari sekarang tubuh harus dijaga,” kata ibu beranak 3 ini.

Selain olahraga, pola makanan juga menjadi perhatian bagi Rosiana. Ia selalu mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan, serta mengurangi makanan berminyak.

“Makanan juga berpengaruh dengan wajah. Wajah tidak mengkerut, sehingga tampak muda,” terang Rosiana.

Ia mengaku tidak pernah melakukan perawatn di salon dan SPA. Menurut dia, perawatan alami dengan olahraga dan pola makanan sehat lebih mudah dilakukan.

“Efeknya juga akan terasa berbeda. Saya jalan kaki bisa seharian, terbukti saat traveling dengan keluarga ke luar negeri,” katanya. (opi)

Rara Ciku Senang Berbagi Ilmu

Rara

batampos.co.id – Nama Rara Ciku tak lagi asing di dunia entertain, khususnya di Batam. Wanita yang mengawali karirnya sebagai model, MC, juga penyanyi ini, sudah memiliki segudang pengalaman yang kini ia bagikan dalam bentuk ilmu di dunia entertainment.

“Sejak kecil memang sudah suka nyanyi, nari, jalan-jalan ala catwalk. Tapi mulai berani tampil sedari SMP. Mulai dari saat itu berlanjut hingga sekarang dimana saya sudah mengenakan hijab,” ujar wanita dengan nama asli Ratih Intan Permata Sari.

Meski lama bergelut di dunia entertain, istri dari Hendra Hadiyanto itu tak pelit berbagi ilmu. Di samping masih melakoni aktifitas lamanya itu sebagai MC maupun menyanyi, ia juga kerap diminta sebagai seorang motivator maupun membantu mempercantik penampilan wanita.

“Sekarang statusnya ibu rumah tangga, tapi aktifitas rutin saya masih menyangkut dengan dunia hiburan termasuk aktif di arisan yang saya kembangkan yaitu The Classy Women (TCW squad), menjadi seorang make up artist (MUA), dan juga memotivasi orang-orang agar lebih percaya diri,” terang Rara.

Parasnya yang cantik dan postur tubuh yang ideal, berhasil ia manfaatkan untuk menunjang penampilan hingga mengundang decak kagum. tak heran, sederet prestasi pun tak luput ia dapatkan. Seperti menjadi Model Indonesia 2008, Duta Wisata Kehormatan 2009, dan Mrs Indonesia South Asia Ambassador 2013-2014.

Di usianya yang segera bertambah 23 Februari nanti, ibu muda dua anak itu juga tidak lepas dari aktifitas sosial. Bersama TCW Squad, ia membentuk TCW and friend community untuk menggelar aksi sosial seperti, berbagi nasi (bernas) Jumat.

“Saya mengimbau agar para wanita tetap selalu menjaga kecantikan baik dari luar maupun dalam, karena kecantikan seorang wanita itu berdampak sangat luar biasa,” ungkap wanita kelahiran Batam tersebut. (nji)

Mengenang Sang Maestro Musik Indonesia, Yockie Suryo Prayogo Sosok Kreatif, yang Selalu Membuat Sesuatu yang Berbeda

Dunia musik Tanah Air kembali berduka. Yockie Suryo Prayogo mengembuskan napas terakhir di usia 63 tahun, Senin (5/2). Konser Menjilat Matahari yang digelar pada 11 Oktober 2017 seakan menjadi salam perpisahan sang maestro.

Menyebut nama Yockie Suryo Prayogo sama halnya dengan menyebut sederet karya besar dalam sejarah musik Indonesia. Album Badai Pasti Berlalu (1977) yang dia kerjakan bersama Eros Djarot dan Chrisye merupakan album terbaik Indonesia sepanjang zaman versi Rolling Stone Indonesia.

Eros ingat betul, ketika itu, setelah menciptakan lagu-lagu untuk film Badai Pasti Berlalu, dirinya mencari sosok yang cocok untuk mengerjakan aransemen musiknya. Walau ketika itu Yockie dikenal sebagai rocker, Eros melihat ada sentuhan kreativitas di balik itu yang belum dieksplorasi. ”Saya datang ke rumahnya, kami diskusi. Kita coba eksplor, mengekstrak not-not di wilayah klasik,” tutur Eros.

Yockie, yang kelahiran 14 September 1954, mulanya berangkat dari musik klasik. Namun, jelajah kreativitasnya meluas dengan berbagai genre lain, menjadikan aransemennya kaya akan eksplorasi. Rock, progresif, juga pop. Kerja sama mereka terus berlanjut.

”Saya bikin lirik, dia mengisi piano. Notasi, saling mengisi. Sudah seperti senyawa,” ucapnya.

Bagi Eros, Yockie merupakan arranger yang luar biasa. ”Badai Pasti Berlalu kalau bukan dia yang aransemen mungkin tidak akan sebagus itu,” ungkap Eros.

Di mata Eros, Yockie merupakan sosok yang selalu gelisah. Selalu mencoba membuat sesuatu yang berbeda. Keras kepala. Tapi, itulah ciri seorang seniman. Yockie mungkin tidak mudah dipahami beberapa musisi lain.

”Kalau buat saya, dia sudah seperti adik. Saya sangat kehilangan,” tutur Eros, yang tidak bisa menghadiri pemakaman Yockie karena menjadi pembicara sebuah acara di Medan.

Yockie mengembuskan napas terakhir pada Senin (5/2) pukul 07.35 WIB di RS Pondok Indah, Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Mantan personel band legendaris God Bless itu pergi untuk selamanya di usia 63 tahun. Tapi, kenangan Yockie tetap hidup dalam hati dan benak teman-temannya.

Gitaris God Bless Ian Antono yang datang ke pemakaman mengenang Yockie sebagai orang yang sangat idealis dalam bermusik. Tidak ada kompromi untuk aransemen yang jelek. Kalau sudah begitu, cekcok tak jarang terjadi.

”Dulu pernah, saat rekaman God Bless, drumnya Teddy Sujaya. Kalau ndak enak, dia (Yockie, red) ndak pakai kompromi, diganti aja sama mesin. Cuman, saya ngerti maksudnya dia bagus,” kata Ian.

Dia menduga, Yockie merasa bahwa rekaman suara yang pertama diambil tersebut tidak bagus sehingga diganti dengan suara keyboard. Meskipun Teddy marah-marah, akhirnya semua bisa menerima keputusan Yockie. Menurut Ian, aliran musik Yockie berakar pada musik klasik. Di album God Bless yang pertama pada 1975, Huma di Atas Bukit, aransemennya banyak dikerjakan Yockie. Begitu pula album Semut Hitam (1988) yang paling laris.

Orang yang paham musik pun akan langsung tahu warna musik Yockie dalam sebuah aransemen. Lebih dari seorang rekan satu grup, bagi Ian, Yockie sudah dianggap sebagai keluarga sendiri. Ian bercerita, Yockie-lah yang memboyongnya dari Malang ke Jakarta untuk bergabung dengan God Bless. Tidur pun, kadang dia bermalam di rumah Yockie. Begitu pula sebaliknya.

Yockie juga merupakan musisi lintas generasi. Terbukti, ketika diadakan konser untuk penggalangan dana bagi Yockie, yang tampil juga musisi lintas zaman. Salah satunya Rian Ekky Pradipta. Vokalis band D’Masiv itu memiliki kesan mendalam tentang sosok Yockie. Rian menyebut Yockie sebagai maestro dan inspirasinya dalam bermusik.

”Dari kecil, saya sudah mendengarkan karya-karya Om Yockie,” ujar vokalis 31 tahun itu. Antara lain album Badai Pasti Berlalu dan album Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) yang dirilis pada 1978.

Rian terus mengikuti perjalanan bermusik Yockie ketika bersama God Bless. Kemudian membentuk Kantata Takwa bersama Iwan Fals dan Sawung Jabo. Yockie juga memberikan pengaruh besar dalam rock progresif di Indonesia.

Yockie Prayogo. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

”Menurut saya, pengalaman bermusik Om Yockie itu belum tentu ada yang menyamai,” papar Rian.

Yang paling berkesan buat Rian, Yockie bersedia mengisi elemen musik untuk lagu Mengetuk Pintu di album kelima D’Masiv. ”Yang saya tahu, Om Yockie sangat idealis dan pemilih untuk berkolaborasi,” ujarnya.

Semakin sore, makin banyak pelayat yang datang. Komedian Indro Warkop pun terlihat di antara kerumunan pelayat yang berpakaian serbahitam. Rupanya, Indro juga punya kenangan dengan Yockie. Saat masih kecil, seusia SD atau SMP, sekitar 1970, Indro bertetangga dengan Yockie.

”Jam 12-an malam, Ndro, Ndro. Saya waktu itu masih kecil, ingat dia suaranya berat banget, tukaran botol dan minta air es,” ungkap Indro, menirukan Yockie. Dia tidak tahu persis kenapa Yockie suka dengan air es. Tapi, pada 1970-an itu Yockie sudah sering pulang malam setelah main band.

Soal musik, Warkop DKI pun pernah menjalin kerja sama dengan God Bless saat masih ada Yockie. Warkop membuat parodinya. Selain Yockie, Ian Antono ikut terlibat. Bahkan, baju yang dipakai Warkop pun bekas personel God Bless.

”Awalnya Black Dog (lagu yang dinyanyikan Led Zeppelin, red), masuknya Suwe Ora Jamu. Jadi, setelah ada God Bless, kami Warkop Bless,” ujar Indro, lantas tersenyum.

Pada pukul 15.35, mobil ambulans yang membawa jenazah Yockie tiba di TPU Karet Bivak. Butiran air yang turun dari langit seolah ikut mengiringi kepergian Yockie. Kesehatan pria kelahiran Demak, 14 September 1954, itu memang menurun sejak menggelar konser bertajuk Yockie Suryo Prayogo in Rock: Menjilat Matahari pada 11 Oktober 2017 di The Pallas, SCBD, Jakarta Selatan. Meskipun sejak lama dia mengidap penyakit diabetes dan harus disuntik insulin.

Adelani Puput Ayuningtyas, putri kedua Yockie dengan Indah Soekotjo, menuturkan bahwa kondisi Yockie kembali drop pada Sabtu malam (3/2). Dia buang air besar disertai darah. Keluarga pun langsung membawa Yockie dari rumahnya di Bumi Serpong Damai (BSD) ke Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya.

”Sampai di RS, tensi turun, jadi harus transfusi darah. Jadi, rawat inap. Hari Minggu tensi sudah naik menjadi 100, normal, jadi cukup baik,” ujar Ayu. Tapi, setelah melewati Minggu hingga kemarin pagi, kondisi Yockie tiba-tiba drop sampai kritis. Hingga akhirnya meninggal dunia pada pukul 07.35 WIB.

Ayu mengungkapkan, Yockie mengidap diabetes sudah lama. Tapi, komplikasi terakhir yang lebih parah adalah adanya sirosis di liver, lalu pendarahan di kerongkongan, dan adanya tumor di otak. Yockie pun sering keluar masuk rumah sakit. Di rumah pun, kondisinya juga lemah dengan aktivitas terbatas.

”Adik tiri saya bilang, dia (Yockie, red) dibelikan piano kecil untuk anak-anak. Dia coba main-main. Kondisi memang naik turun,” ungkap dia.

Yockie punya empat anak. Dari pernikahan dengan Indah Soekotjo, dia punya dua anak. Yakni Nara Putra Prayindra dan Adelani Puput Ayuningtyas. Sedangkan dari pernikahan dengan Tiwi Puspitasari, dia dikaruniai Reza Praditya Ramadhan dan Sarah Anjani Prabanda. Gerimis berubah menjadi hujan yang deras saat prosesi pemakaman Yockie. Ratusan pelayat tetap bertahan di bawah payung dari guyuran hujan. Sebagian lain berimpitan di dalam dua tenda putih itu. Doa mengalir deras bersamaan dengan air hujan sore itu. Selamat jalan, Yockie. (JUNEKA S. MUFID-NORA SAMPURNA, Jakarta)

 

Sophia Latjuba Bicara tentang Hubungannya dengan Ariel

Sophia Latjuba di MD Place, Jakarta Selatan, Selasa (6/2). (Dedi Yondra/JawaPos.com)

batampos.co.id – “Baik-baik aja,” kata Sophia Latjuba lantas tersenyum saat ditemui di MD Place, Jakarta Selatan, Selasa (6/2).

Tidak banyak pernyataan yang diberikan pemain film Danur 2: Maddah itu terkait hubungannya dengan Ariel.

Sophia Latjuba Tak berkomentar banyak terkait kabar kisah asmaranya yang kandas dengan Ariel Noah.

Menurutnya, apapun tentang kehidupan asmara yang dijalaninya adalah urusan pribadi dan bukan untuk konsumsi publik.

Sebelumnya, Ariel juga enggan memberi respons soal kabar putus dengan Sophia Latjuba. Dia enggan menjawab pertanyaan wartawan saat dijumpai di Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

“Waduh, kalau itu saya nggak bisa jawab,” jawab Ariel, Rabu (24/1).

Seperti diketahui, kisah cinta Ariel Noah dan Sophia Latjuba dikabarkan putus. Gosip itu bermula saat foto kebersamaan mereka lenyap di akun Instagram masing-masing. Kemudian, wanita 47 tahun ini mengunggah foto kebersamaannya dengan presenter Robby Purba. (ded/JPC)

Rozi Syaputra Wakili Kepri pada Liga Dangdut Indonesia

Perwakilan LIDA Kepri. Rozi Syaputra. F.Wahyudin Nur/Batam Pos

batampos.co.id – Oji masih tidak menyangka, kemampuan membaca Alquran bisa mengantarkannya ke ajang pencarian bakat penyanyi dangdut, Liga Dangdut Indonesia yang ditayangkan oleh salah satu televisi swasta.

Bahkan, pria bernama lengkap Rozi Syaputra, pun masih ingat persaingan merebut satu tempat di konser nominasi Kepulauan Riau, 23 januari lalu. Asya Aunima Tabila, Dwi Mindra Wahyuni, Ona Satra dan Yulia Ultri harus membiarkan Oji lolos ke babak selanjutnya, yang bakal diselenggarakan Maret mendatang.

“Mulai minggu depan saya harus mulai konsentrasi belajar musik dangdut lebih baik lagi,” kata Oji saat mengunjungi Batam Pos, Senin (5/2).

Oji memang merasa bersyukur dengan banyaknya dukungan yang mengalir pada perolehan SMS dukungannya. “Bahkan, saya sangat beruntung karena lewat kemampuan saya membaca Alquran saya bisa terpilih mewakili Kepri di ajang nasional,” ujarnya.

Pria kelahiran 1996 silam ini sehari-hari merupakan mahasiswa STAIN Sultan Abdurahman, Bintan. Selain itu, ia juga rutin mengajarkan mengaji di lingkungan rumahnya. “Saya juga buat tanjak Melayu untuk dijual online dan dipasarkan ke tempat pariwisata dan budaya seperti ke pulau penyengat dan daerah lainnya,” jelasnya.

Alumni MAN Tanjungpinang ini juga bersiap dengan usaha yang lebih keras. Putra pasangan Zulkifli dan Yuslina ini hanya menghafal dua lagu dangdut saja yakni Syahdu dan Malam Terakhir. “Karena sudah masuk ke babak ini, saya harus berusaha lebih keras. Apalagi dukungan masyarakat Kepri mengalir sangat banyak, tidak mungkin saya harus sia-siakan dengan penampilan yang kurang baik,” ungkapnya.

Dalam Liga Dangdut Indonesia ini, ada dua misi penting yang harus ia laksanakan. Pertama membawa musik dangdut, kedua menjadi perwakilan masing-masing provinsi sebagai duta provinsi. Karena itu dukungan masyarakat Kepri, ia harapkan tidak berhenti sampai di sini saja.

“saya mohon doa dari masyarakat Kepri. Doa ikhlas. Karena kekuatan doa tidak ada tandingannya. Ikhlas pula lah yang menggerakkan hati masyarakat Kepri untuk mendukung melalui SMS. Karena poin SMS punya porsi besar mengantarkan saya ke babak berikutnya. Cukup sms LIDA (spasi) OJI kirim ke 97288,” tutup Oji. (why)

Rere Panjaitan, Bekerja dengan Penuh Totalitas

 

batampos.co.id – Segala sesuatu yang diinginkan, harus totalitas. Ungkapan inilah yang menjadi motivasi diri Rere Panjaitan, dalam menjalani aktifitasnya sebagai Public Relation (PR).

“Saya menyukai PR sejak lama karena bisa membina banyak relasi,” ujar Rere, wanita asal Medan itu.

Demi menekuni karirnya, Rere sengaja memilih Sekolah Tinggi Ilmu Komunikas Medan, jurusan PR untuk meraih gelar Sarjana. “Setelah tamat 2010, langsung kerja di hotel dengan profesi PR hingga sekarang,” sebutnya.

Selain di Medan, anak pertama dari tiga bersaudara itu telah bekerja di beberapa hotel di Indonesia, dan sekarang bekerja menjadi PR di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Batam. “Untuk di Batam baru, tapi untuk menjalani pekerjaan ini sudah cukup berpengalaman,” ungkap Rere.

Selain gemar berkomunikasi secara langsung, Rere nyatanya juga menyukai dunia tulis-menulis, terutama dalam pembahasan tentang wanita. Melalui blog pribadinya, ia mencurahkan pandangannya tentang kepribadian wanita.

“Lebih memandang ke diri sendiri karena saya juga wanita, dan juga nasib wanita-wanita lainnya,” aku wanita berzodiak Cancer tersebut. (gie)

Suryana Jual Nasi Goreng untuk Biaya Pendidikan

batampos.co.id – Berbagai cara seseorang berusaha untuk mewujudkan cita-citanya. Salah satunya Suryana yang sering disapa Yana. Gadis belia yang masih berusia 23 tahun ini memiliki segudang cara untuk menggapai mimpinya.

Yana terlahir dari keluarga yang sederhana dan tidak memiliki ilmu pendidikan tinggi.

“Yang selalu jadi motivator saya adalah mama. Beliau orang yang pantang menyerah dan selalu berusaha. Alhamdulillah berkat doa beliau saya bisa sekolah hingga perguruan tinggi,” sebut Yana.

Diakui Yana, sewaktu dirinya duduk di bangku SD, mereka memiliki rumah makan padang yang lumayan penghasilannya. Namun, suatu ketika abangnya mengalami kecelakaan yang cukup parah dan membuat kondisi kesehatan mamanya menurun drastis. Sehingga akhirnya rumah makan mereka tersebut harus ditutup selamanya.

“Buat bantu ekonomi keluarga aku jualan kue dari kelas 5 sampai 6 SD,” kenang wanita kelahiran Pekanbaru 8 Oktober 1994 itu.

Sampai akhirnya dirinya SMP, untuk mendapatkan uang tambahan, ia harus membantu Ibunya berjualan. Selanjutnya ia memutuskan bergabung di sanggar Duta Santarina untuk memuaskan hobinya menari.

“Kebetulan setiap tampil bisa dapat uang saku, Alhamdullilah aku ikut sanggar sampai SMK,” kenang wanita lulusan SMK 2 Batam jurusan usaha perjalanan wisata itu.

Sewaktu ia duduk di bangku SMK, ia kembali membantu mamanya untuk menjual nasi goreng baik di sekolah atau di sanggar.

“Aku bilang ke mama, mama adek mau jualan nasi goreng boleh? Tapi mama yg buat nasi gorengnya. Buatan mama sangat sederhana tapi rasanya luar biasa. Sempat mama bilang nggak malu nak, anak mama sekarang sudah jadi penari. Banyak di kenal orang kok jualan nasi goreng? Aku hanya jawab, yang penting ini halal ma,” curhatnya.

Yana mengatakan sampai pada akhirnya temen sekelas dan guru-gurunya jadi langganan nasi goreng buatan mamanya. Ia mengungkapkan baru berhenti berjualan nasi goreng ketika mendekati Ujian Nasional.

Saat ini Yana sudah menjadi mahasiswi Universitas Universal jurusan seni tari.

“Aku bersyukur karena mama, aku bisa ngejalani hidup yang luar biasa terombang-ambing dengan keadaan dan kondisi keuangan. Alhamdulilah sekarang kuliah dan memiliki usaha kecil-kecilan gallery makeup” ujar Yana mengakhiri. (rng)

Gabby Valentina Suka Wisata Batam Dikembangkan

batampos.co.id – Gembar gembor pengembangan pariwisata banyak membuat masyarakat Batam sumringah. Tak terkecuali pegawai BP Batam, Gabby Valentina. Ia melihat pariwisata sangat potensial dikembangkan di Batam. Syaratnya adalah pembangunan sarana untuk menarik minat wisatawan harus dilakukan, khususnya di pantai.

“Jika bicara pariwisata disini, maka yang utama itu pantai karena Batam merupakan kepulauan. Dipelihara dan difasilitasi,” ujar Gabby saat ditemui di Mall Pelayanan Publik (MPP), Selasa (30/1).

Salah satu contoh pantai yang cocok dikembangkan untuk menciptakan wisata pantai adalah Pantai Nongsa. Saat ini pantai tersebut dikelola oleh masyarakat setempat.

Namun jika pemerintah daerah mampu melihat potensinya, maka itu akan menjadi manfaat besar bagi Batam. “Sekaligus dibuat ada olahraga pantainya. Jadi bukan hanya resort saja yang bisa buat event di pantai,” kata pegawai BP Batam yang bertugas sebagai TU Direktur PTSP BP Batam ini.

Lalu salah satu potensi pariwisata lainnya yang dikembangkan adalah membangun pusat rekreasi. Menurut wanita berusia 28 tahun ini, pembangunannya juga harus melibatkan investor.

“Mungkin bisa seperti Dufan dikembangkan disini. Daripada harus keluar negeri, lebih baik gaet investor kesini,” tutur lulusan dari Universitas Merdeka Malang, Jawa Timur ini.

Secara personal, Gabby sudah pernah di Kehumasan BP Batam dan saat ini aktif di PTSP BP Batam. Ia sudah memiliki keluarga bahagia dengan seorang suami dan satu orang anak yang lucu berusia setahun. (leo)

Film Favorit Dilan

batampos.co.id – Sheila on 7 pada Senin, 29 Januari 2018 resmi melepas single baru berjudul Film Favorit. Peluncuran lagu tersebut menjadi momen penting bagi grup asal Jogjakarta ini. Sebab, selain merupakan karya pertama setelah album Musim Yang Baik (2014), lagu Film Favorit istimewa karena menjadi karya pertama yang dilepas secara independen.

“Ini salah satu langkah besar yang konkret dari Sheila On 7 untuk menjadi band indie,” kata bassis Sheila on 7, Adam Muhammad Subarkah di Kemang, Jakarta Selatan, Senin (29/1).

“Dari mendengar demo Eross, aku langsung senang lagu ini. Aku merasa lagu ini bisa jadi beda, dalam arti segar, lebih megah dan lebih lebar aransemennya,” lanjut sang vokalis Akhdiyat Duta Modjo alias Duta.

Film Favorit merupakan lagu yang diciptakan gitaris Eross Candra. Dia mengaku menulisnya usai terinspirasi dari kisah seorang teman dekat yang belum berhasil menemukan pasangan hidup.

“Aku kayak kasih saran ke dia, supaya bisa berpikir dan bertindak atau berjuang seperti di film. Aku mengumpamakan aku adalah dia, supaya untuk anak-anak sekarang lebih relevan, lebih kena. Kalau soal judulnya Film Favorit karena kalau aku lihat aksi heroik belakangan ini cuma ada di film,” jelas Eross.

Sheila on 7 menggarap Film Favorit dengan pola berbeda dari lagu-lagu sebelumnya. Untuk pertama kali, grup yang diisi Duta, Brian, Eross, dan Asam itu melibatkan music director untuk memperkaya dan mengarahkan proses rekaman, setelah Sheila on 7 sekian tahun terbiasa menangani rekaman sendiri.

“Dengan masuknya Tomo Widayat dan Tama Wicitra (music director), mereka bisa lebih berimajinasi lagi, yang anak-anak Sheila on 7 tidak akan kepikiran, jadi lebih bisa diterima zaman sekarang, seperti ada unsur synthesizer juga,” urai Eross.

Karya terbaru Sheila on 7 berjudul Film Favorit sudah bisa dinikmati di seluruh layanan digital.

(ded/JPC)

TOP THREE

Diskotek Pacific, Batam, Tutup, Sebabnya….

Diskotek di Batam Terancam Ditutup