27.7 C
Batam
Minggu, 22 Oktober 2017

Elsa Lawrent, Banyak Belajar dari Short Movie

Tri Apriliyani; Atasi Bosan dengan Nonton Film

Buah Bibir

Buah Bibir

Jadi Endorser, Sekali Posting Syahrini Dibayar Rp 100 Juta

batampos.co.id – Ada fakta menarik yang disampaikan Syahrini. Sebagai endorser ia bisa meraup Rp 100 Juta untuk sekali posting.

Wow….

Pengakuan itu disampaikan Syahrini dalam pemeriksaan kedua terkait First Travel oleh Bareskrim, Senin (9/10/2017).

Dia menyatakan hanya membayar Rp 197 juta untuk umrah VVIP 11 anggota keluarganya. Sebelumnya, dalam pemeriksaan pertama pada 27 September lalu, dia mengaku kerabatnya membayar penuh.

Syahrini datang di kantor Bareskrim di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan sekitar pukul 11.50 WIB. Penyanyi berusia 35 tahun tersebut didampingi kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea, dan adiknya, Aisyahrani.

Pemeriksaan lanjutan kemarin berlangsung cukup lama. Berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Pascamenjalani pemeriksaan,

Ia  menuturkan, dalam kerjasama itu ada kewajiban untuk memposting perjalanan umrah bersama FT sebanyak dua kali setiap harinya. ”Ini saling supportnya, saya kalau kerjasama all out,” tuturnya, kemarin.

Terkait adanya angka Rp 1 miliar itu, penyanyi bernama asli Rini Fatimah Jaelani itu menuturkan kemungkinan angka itu merupakan hitungan yang dilakukan pihak FT.

”Tapi, itu bukan urusan aku. Sebab, sebenarnya kalau profesional satu postingan itu nilainya Rp 100 juta. Angka totalnya bisa sampai Rp 2,4 miliar untuk 24 postingan selama 12 hari,” terangnya.

Namun begitu, Syahrini mengaku benar-benar tidak tahu FT menjalankan bisnisnya dengan diduga menipu para jamaah. Karenanya, Syahrini berjanji akan membantu sebagian korban FT.

”Iya, saya akan berangkatkan 10 orang korban,” tuturnya.

Kriterianya untuk 10 korban ini setidaknya yang sudah lama menunggu untuk bisa diberangkatan umrah. Serta, yang paling membutuhkan untuk berangkat umrah.
Sementara Hotman Paris menuturkan bahwa ada yang perlu diluruskan. Syahrini tidak pernah menerima uang Rp 1 miliar dari First Travel.

”Bahkan membayar Rp 197 juta, ditransfer dua kali, Rp 167 juta dan Rp 30 juta,” ujarnya sembari menunjukkan salinan bukti transfer.

Dengan pembayaran itu, Syahrini dan keluarganya mendapatkan kelas VVIP selama menjalani umrah.

”FT ini mengarahkan untuk bisa melakukan kerjasama dengan Syahrini. Dengan mendapatkan kelas VVIP tapi ada kewajiban tertentu,” ujarnya.

Terpisah, Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Martinus Sitompul menuturkan, pemeriksaan terhadap para artis ini untuk melengkapi berkas. Modus penipuan yang dilakukan FT ini harus tergambar dengan jelas.

”Termasuk yang mengajak artis untuk promosi,” jelasnya.

Kedepan ada satu artis lagi yang diperiksa, yakni Ria Irawan. Menurutnya, hingga saat ini belum ada panggilan terhadap Ria. Namun, kemungkinan pekan depan akan dilakukan pemeriksaan.

”Menunggu penyidik,” ujarnya. (idr/jpgroup)

Faradila Amalda, Mantap Mengukir Prestasi dalam Bernyanyi

batampos.co.id – Usianya masih muda. Namun gadis yang bernama lengkap Faradila Amalda ini, mantap mengukir perjalanan hidupnya menjadi seorang penyanyi. Dilza, ia biasa disapa. Gadis cantik asal Batam ini kini mempunyai dua single.

Di bawah naungan label Big Indie Nagaswara, Dilza merekam suaranya lewat lagu Seseorang Dihatimu dan Jangan Pernah Selingkuh.

“Aku hobi nyanyi itu sejak umur 9 tahun. Aku juga sempat kursus vokal di Purwacaraka Batam. Selain itu juga beberapa kali ikut lomba,” ujar Dilza di sela promo single-nya di D’Four Cafe, Batamcenter, Sabtu (7/10) malam lalu.

Dua single tersebut merupakan hasil karya Ato, vokalis grup band Angkasa. Seseorang Dihatimu dirilis pada April 2017 lalu, sedangkan Jangan Pernah Selingkuh pada September. Jangan Pernah Selingkuh dikemas ulang dengan diaransemen musik Pop RNB.

Dari perkenalan tanpa sengaja itu, Ato terkesan dengan warna vokal yang dimiliki Dilza. Tanpa berpikir panjang, Ato memboyong Dilza bersama ibunya ke Jakarta. Dilza lalu dipertemukan dengan CEO Nagaswara, Rahayu Kertawiguna. Gayung pun bersambut. Dilza mendapat kontrak 3 tahun sebagai penyanyi solo di label Nagaswara.

“Waktu itu aku sempat duet bersama Ato di event yang digarap mama. Mamaku kan kerjaannya bergerak di bidang event organizer. Jadi, sering mendatangkan artis ibukota. Dari situlah aku bertemu Ato dan mendapatkan kesempatan membawakan lagu karangannya,” kata anak tunggal dari pasangan Martri Ningsih dan Reynold Fernando ini.

Penampilan Dilza dan juga karakter bermusiknya memang banyak terinpirasi dari penyanyi Ariana Grande.

“Aku sangat ngefans dengan Ariana Grande. Sehingga pada waktu ikut lomba, aku memakai nama Dilza Grande,” ucap gadis yang sempat terjun ke dunia modelling ini.

Di samping kesibukannya sebagai penyanyi, Dilza juga tidak melupakan kegiatan sekolahnya. Ia tercatat sebagai siswi Kelas 3 IPA Sekolah Harapan Utama, Batam.

“Sekolah sangat support kok dengan aktivitas menyanyiku ini. Aku selalu up date dengan teman-teman mengenai pelajaran dan kegiatan sekolah. Sekolah itu penting bagiku. Aku juga bercita-cita ingin masuk Universitas Indonesia ambil Kedokteran Gigi,” jelas gadis kelahiran Padang 16 Februari 2001.

Selama menjalani karirnya sebagai penyanyi, Dilza mengaku bangga bisa membawa nama Batam di kancah musik dunia. Dia juga berharap suatu saat nanti, akan ada potensi baru dari Batam yang bisa mencuat di bidang tarik suara atau lainnya.

“Aku bangga bisa membawa nama Batam. Semoga kehadiranku ini bisa memberikan inspirasi positif bagi anak-anak muda di sini untuk terus semangat berkarya dan meraih mimpi menjadi kenyataan,” papar gadis yang bisa bermain piano, gitar dan nge-dance ini.

Ke depannya, Dilza akan mengeluarkan single lainnya.

“Aku berharap bisa mengeluarkan single ketiga. Lagu itu aku karang sendiri. Mudah-mudah lancar. Karena masih proses. Judulnya masih rahasia. Musiknya masih bergenre RNB,” pungkasnya sambil tersenyum lebar. (suc)

Nantikan Penampilan Joey Alexander pada 11 November, Mendatang di Gedung Sapta Pesona

Pianis muda kebanggaan Indonesia, Joey Alexander akan menggelar konser di Jakarta pada bulan November mendatang. Dalam konsernya nanti, Joey akan tampil dalam konsep yang lebih intim, lebih dekat dengan penonton.

Hal tersebut dikatakan Teguh Trianung dari IA ITB 80 selaku promotor yang bekerja sama dengan I Can Studio Live. Konser Joey Alexander akan berlangsung pada 11 November 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, serta pada 12 November 2017 di ICE BSD.

“Dua konser itu akan berbeda. Jika di tanggal 11 adalah gala show yang dihadiri undangan khusus, di tanggal 12 baru konser untuk publik,” ujar Teguh Trianung.

Hal tersebut, ujar Teguh, memang sejalan dengan keinginan dari Joey Alexander. Menurutnya, pianis peraih nominasi Grammy Awards 2016 dan 2017 itu, saat konser di kampung halamannya, ingin menyajikan satu yang spesial.

“Gala show itu memang keinginan Joey untuk bermain khusus untuk para duta besar dan tamu-tamu penting. Bahkan beberapa menteri juga diharapkan bisa hadir,” kata Trianung.

Hal ini dikatakan Teguh tentunya akan memberikan dampak yang positif bagi Indonesia. Bahwa ada satu anak muda, pianis jazz kelas dunia, yang menjadi perhatian dunia, yang berasal dari Indonesia. Nama Indonesia pun akan ikut terangkat.

“Jadi memang akan memberikan manfaat yang positif. Di saat pemerintah mempromosikan pariwisata dengan program Wonderful Indonesia, bisa ikut terangkat dengan kiprah seorang Joey Alexander,” ujar Teguh.

Ia menjelaskan gedung Balairung Soesilo Soedarman akan ditata sedemikian rupa demi mewujudkan konsep penampilan yang diinginkan Joey Alexander. Mulai dari tata panggung, tata cahaya juga akustik ruangan agar setiap tuts piano yang dimainkan Joey Alexander akan terdengar sempurna. Serta tentunya mewujudkan konsep konser yang intim tersebut.

“Karena memang dia (Joey Alexanxer,red) seseorang yang perfeksionis. Dan kita juga menjalaninya dengan maksimal,” ujar Teguh.

Di atas panggung Joey tidak akan tampil sendirian. Tapi bersama pemain bass dan drum yang juga turut menyertai Joey menggelar konser di Jepang, Singapura, dan Hongkong sebelum tampil di Indonesia.

Lalu bagaimana dengan konser di ICE BSD?

Teguh menjelaskan, tidak akan jauh berbeda. Segalanya telah dipersiapkan dengan matang. Yang jelas sudah ada 3.000 tiket yang akan disiapkan.

“Akan terdiri dari beberapa kategori. Mulai untuk student, dan beberapa kelas yang tentunya akan sangat terjangkau,” kata dia.
Ia pun berharap kehadiran Joey bisa memberi inspirasi positif bagi anak muda lainnya di Indonesia dan membawa lebih harum lagi nama Indonesia di mata dunia.

Seperti diketahui, kehadiran Joey Alexander nanti juga dalam rangka promo terbarunya, “Countdown”.

Di album ini berisikan sepuluh lagu. Tujuh lagu merupakan cover dan tiga lagu adalah komposisi orisinal. Lagu-lagu yang diaransemen ulang adalah lagu “Countdown” dari John Coltrane, “Criss Cross” dari Thelonious Monk, “For Wee Folks” dari Wynton Marsalis, “Chelsea Bridge” dari Billy Strayhorn, “Freedom Jazz Dance” dari Eddie Harris, “Smile” dari Charlie Chaplin, dan “Maiden Voyage” dari Herbie Hancock.

Tiga lagu orisinal adalah “City Lights” (sempat dibawakan singkat di Grammy), “Sunday Waltz”, dan “Soul Dreamer”.

Di album ini, Joey Alexander diiringi dua musisi yaitu Larry Grenadier (bassist untuk Pat Metheny dan Brad Mehldau) dan Ulysses Owens, Jr. (drum). Di track “Maiden Voyage” dan “Freedom Jazz Dance”, ia berkolaborasi dengan Chris Potter (saxophonist untuk Dave Douglas dan Dave Holland). Khusus di tiga lagu, ia mengajak pemain contrabass-nya ketika live yaitu Dan Chmielinsky.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat mengapresiasi bakat dan perjalanan karier Joey Alexander. Menurutnya, seorang Joey Alexander telah benar-benar membuat mata dunia lebih terbuka lagi tentang Indonesia. Bahwa Indonesia disamping memiliki ragam budaya dan alamnya yang indah, tapi juga menyimpan talenta-talenta di bidang musik yang berbakat.

Kemenpar sendiri menurut Menpar kerap mendukung berbagai kegiatan musik di Indonesia. Belum lama ini, ada Pesona Bali Open Piano Competition 2017 yang sukses digelar dan menarik perhatian banyak kalangan. Baik dari dalam dan luar negeri.

“Anak muda ini membuat saya jatuh hati. Joey benar benar endorser pariwisata Indonesia. kita akan terus dukung dan support,” kata Menpar Arief Yahya.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) di Paris ikut mendukung musisi belia Indonesia Joey Alexander (14) tampil dalam konser Festival All Stars di New Morning, Paris, Perancis, pertengahan Juli yang lalu.

Predikat Joey sebagai publik figur dinilai mampu memikat para penggemarnya untuk lebih menyadari keindahan wisata yang dimiliki Wonderful Indonesia.

“Aktivitas Joey di sosial media dapat membantu kita dalam mempromosikan suatu event. Jadi kalau ada satu event, dan ada endorser-nya, event itu nilainya akan jauh lebih tinggi, penontonnya pun akan jauh lebih banyak,” tutup Arief Yahya. (*)

Shaqqiya Apriliani Putri, Denger musik untuk Hilangkan Stres

batampos.co.id – Musik adalah hal yang tak terpisahkan dari kehidupan Shaqqilyah Apriliani Puteri. Tenaga Ahli Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat asal Batam itu memilih musik sebagai obat penawar rasa lelah dan stress saat pekerjaan kantor menumpuk. Hampir setiap saat darah kelahiran Batam 20 April 1994 itu selalu mendengungkan musik dengan berbagai genr.

“Musik tak bisa terpisahkan. Sehari tak dengar musik bisa stres saya,” ujar gadis yang akrab disapa Putri itu, Minggu (8/10).

Dari semua jenis musik yang ada, musik country adalah pilihan favorit bagi wanita berkulit putih itu. “Banyak koleksi musik saya tapi lebih banyak lagi lagu country,” tuturnya.

Dengan mendengarkan musik, putri sulung empat bersaudara mengaku akan mendapatkan ketenangan dalam dirinya sekalipun banyak pekerjaan kantor yang menumpuk.

“Apalagi awal pekan, pasti banyak pekerjaan. Semuanya bisa saya atasi asalkan ada musik yang menemani saya,” ujarnya.

Bekerja sebagai tenaga ahli Kemenpu Pera tentu biasanya banyak hal yang harus dikerjakan oleh Putri, namun itu bisa dilaluinya asalkan ada dengungan musik di telinganya.

“Kalau nggak dari Komputer, saya bisa gunakan ponsel,” katanya.

Selain musik, hal yang jadi prioritas dalam hidupnya adalah menjaga penampilan. Untuk tetap menjaga penampilan, alumni SMAN 8 Batam itu selalu konsumsi makanan yang sehat, banyak menim air mineral serta rutin berolahraga.

“Hal yang membuat kita menarik itu saja sih, pola hidup sehat. Kalau kosmetik iya juga tak tak terlalu berlebihan saya,” ujar wanita yang selalu mengenakan jilbab itu. (eja)

 

Inilah Film Terlama di Dunia, 8 Jam !

Banyak cara untuk melepas penat. Tak harus dipijit. Nonton film atau mendengarkan musik ringan juga bisa jadi peredam lelah. Di Inggris, ada satu film yang dibuat untuk tujuan itu. Yakni, Baa Baa Land.

Bukan. Ini bukan parodi La La Land. Film ini berkisah tentang domba dengan durasi luar biasa lama. Delapan jam!

Film itu dibuat tanpa plot dan nirdialog. Tentu saja, karena aktornya tidak bisa berakting. Film tersebut murni mengisahkan kehidupan kambing di Essex, Inggris.

Namun, film yang katanya bikin relaks itu ternyata tidak manjur.

Jan Moir, salah seorang penonton, justru emosional setelah nonton seperempat bagian film.

’’Isinya cuma mengembik. Sepulang dari bioskop, aku jadi ingin melahap kambing, dimasak apa pun,’’ ujarnya.

Moir mengatakan, Baa Baa Land membuatnya benci kambing. ’’Suara embek mereka mirip dengan anak merengek. Hal itu menggangguku,’’ ucapnya.

Kebosanan tersebut juga dirasakan produser filmnya, Peter Freedman.

’’Kurasa, ini adalah film paling suram yang pernah kami bikin. Kukira penonton juga merasakannya,’’ kata Freedman sebagaimana dikutip Daily Mail.

Sutradaranya saja bosan. Bagaimana yang nonton?

Ada sih cara yang bisa bikin sebuah film tiba-tiba ditonton banyak orang. Bikinkan saja acara nonton bareng satu RW. (Daily Mail/fam/c17/na)

Joey Alexander Gelar Konser di Balairung Sapta Pesona dan ICE BSD, 11-12 November 2017

Joey Alexander. (foto: afp)

Pianis muda nominasi Grammy Awards 2016 dan 2017 Joey Alexander pulang ke Indonesia. Saat pulang kampung, dia berniat menggelar konser di Balairung Sapta Pesona, 11 November dan ICE BSD, Tangerang, 12 November 2017.

“Rencana lokasi konser Joey Alexander akan berlangsung di dua tempat. Yang pertama di Balairung Sapta Pesona Gedung Kemenpar, 11 November. Satunya lagi di ICE BSD, Tangerang pada 12 November 2017. Terakhir kali Joey tampildi tanah air pada tanggal 22 Mei 2016 yang lalu di JIExpo Kemayoran Jakarta,” kata Lucy Willar dari I Can Studio Live, Rabu (4/10) malam.

Harga tiket dari pertunjukan Joey Alexander di Indonesia ini akan segera diriis dalam waktu dekat. Sebelum tampil di Indonesia, Joey Alexander diagendakan tampil di Jepang, 4 November, Singapura, 7 November dan Hong Kong, 9-10 November.

Inilah konser tingkat dewa. Semua kemahiran Joey bermain piano akan ditampilkan di Indonesia. Dijamin Anda akan happy. Apalagi, bekal yang dia bawa sudah cukup mantap. Nominasi Best Improvised Jazz Solo untuk lagu “Giant Steps” dan Best Jazz Instrumental Album untuk “My Favorite Things” di Grammy Awards, menjadi modal kuat untuk memberikan suguhan terbaik bagi pecinta musik jazz yang akan menonton aksinya di Balairung Sapta Pesona dan ICE BSD.

Bagi yang penasaran dengan album Countdown, sebaiknya kosongkan jadwal pada 11-12 november 2017 nanti. Kedatangannya ke Indonesia medio November nanti, akan dibarengi dengan promo album Countdown miliknya.

Album Countdown ini sendiri berisikan sepuluh lagu. Tujuh lagu merupakan cover dan tiga lagu adalah komposisi orisinal. Lagu-lagu yang dibawakannya ulang adalah lagu “Countdown” dari John Coltrane, “Criss Cross” dari Thelonious Monk, “For Wee Folks” dari Wynton Marsalis, “Chelsea Bridge” dari Billy Strayhorn, “Freedom Jazz Dance” dari Eddie Harris, “Smile” dari Charlie Chaplin, dan “Maiden Voyage” dari Herbie Hancock. Tiga lagu orisinal adalah “City Lights” (sempat dibawakan singkat di Grammy), “Sunday Waltz”, dan “Soul Dreamer”.

Di album ini, Joey Alexander diiringi dua musisi yaitu Larry Grenadier (bassist untuk Pat Metheny dan Brad Mehldau) dan Ulysses Owens, Jr. (drum). Di track “Maiden Voyage” dan “Freedom Jazz Dance”, ia berkolaborasi dengan Chris Potter (saxophonist untuk Dave Douglas dan Dave Holland). Khusus di tiga lagu, ia mengajak pemain contrabass-nya ketika live yaitu Dan Chmielinsky.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun semakin bangga pada Joey. “Anak muda ini membuat saya jatuh hati. Itu sebabnya kita gelar konser hari pertama pulang kampung di Kementerian Pariwisata. Joey benar benar endorser pariwisata Indonesia. kita akan terus dukung dan support,” kata Menpar Arief Yahya

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) di Paris ikut mendukung musisi belia Indonesia Joey Alexander (14) tampil dalam konser Festival All Stars di New Morning, Paris, Perancis, pertengahan Juli yang lalu.

Predikat Joey sebagai publik figur dinilai mampu memikat para penggemarnya untuk lebih menyadari keindahan wisata yang dimiliki Wonderful Indonesia. “Aktivitas Joey di sosial media dapat membantu kita dalam mempromosikan suatu event. Jadi kalau ada satu event, dan ada endorser-nya, event itu nilainya akan jauh lebih tinggi, penontonnya pun akan jauh lebih banyak,” tutup Arief Yahya. (*)

 

Yessy Jaga Penampilan dengan Rutin Konsumsi Suplemen

batampos.co.id – Menjadi Marketing Kredit di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dana Nusantara mengharuskan Yessy menjaga penampilannya. Agar terlihat menarik di depan nasabahnya, Yessy memilih untuk berdandan minimalis serta perpakaian sopan.

“Di depan nasabah harus terlihat rapai dan bersih. Karena kesan pertama yang dinilai nasabah itu, ya penampilan,” ujar Yessy, Senin (2/10).

Untuk menjaga tubuhnya agar tetap segar, dara kelahiran 21 tahun silam ini rutin mengkosumsi suplemen dan vitamin. Selain itu, ia membiasakan diri untuk berolahraga di sela kesibukannya bekerja.

Tak hanya itu, menjaga pola makan dengan cara makan yang cukup, tepat waktu dan menghindari makanan-makanan yang merusak penampilannya juga sangat penting. Salah satunya hindari makanan yang berlemak.

“Minum air putih, sayuran dan buah sangat bagus untuk penampilan kita. Makanya saya rutin mengkonsumsinya,” ucap Mahasiswa Jurusan Hukum, Universitas Internasional Batam (UIB). (cr19)

Gundul-gundul Pacul ala Dream Theater pada JogjaROCKarta 2017

Dream Theater di JogjaROCKarta 2017, Stadion Kridosono, Jogjakarta pada Sabtu (30/9/2017). (Dedi Yondra/JawaPos.com)

Kejutan diberikan oleh Dream Theater saat tampil di hari terakhir JogjaROCKarta 2017, Sabtu (30/9). Di tengah penampilannya, pemain keyboard Jordan Rudess tiba-tiba memainkan melodi Gundhul Pacul. Bunyi petikan keyboard-nya pun membuat ribuan penonton berteriak histeris. Meski tidak terlalu lama, lagu berbahasa Jawa itu cukup sukses membuat pengunjung bernyanyi bersama.

Sementara itu, dalam penampilan hari ini tidak banyak perubahan yang dilakukan Dream Theater soal daftar lagu. Naik panggung pukul 20.30 WIB, grup yang diisi John Myung (bass), John Petrucci (gitar), James LaBrie (vokal), Jordan Rudess (keyboard), Mike Mangini (drum) menyajikan lagu The Dark Eternal Night sebagai pembuka.

“Hello Jogjakarta. Senang sekali bisa kembali di sini setelah keseruan kemaren,” kata James LaBrie menyapa penonton di Stadion Kridosono.

Menu selanjutnya yang dibawakan Dream Theater adalah The Bigger Picture. Pada lagu itu personel pun memulai ritual pamer skill di panggung. Ribuan orang yang menyaksikan dibuat takjub oleh John Myung, John Petrucci, James LaBrie, Jordan Rudess, Mike Mangini dengan masing-masing alat mereka.

Nyaris di setiap lagu berikutnya Dream Theater unjuk kebolehan. Seperti pada lagu Enter Sandman milik Metallica dibawakan. Ditambah lagu As I Am, Breaking All Illusions, Pull Me Under.

Saat pertengahan penampilan Dream Theater sempat turun panggung sekitar 10 menit untuk istirahat. Dan kemudian dilanjutkan dengan lagu Another Day, serta beberapa lagu lain yakni Take the Time, Surrounded, dan Metropolis.

Penonton bertepuk tangan dan berteriak saat James LaBrie menyapa penonton. Dream Theater pun melanjutkan aksi panggung dengan Under a Glass Moon, Wait for Sleep, Learning to Live.

Sebelum lagu terakhir dibawakan sempat terjadi encore. Akhirnya lagu A Change of Seasons benar-benar menutup keseruan dua hari JogjaROCKarta bersama Dream Theater.

(ded/JPC) 

Silakan Ngiri dengan Tubuh Trisna Widy

Memiliki postur tubuh yang ideal tentu saja sudah menjadi impian banyak orang, apalagi bagi kaum hawa. Postur tubuh pada dasarnya

Menanti Aksi Laga Iko Uwais dalam 3 Film

batampos.co.id – November mendatang film Iko Uwais yang diproduksi di studio Hollywood, Beyond Skyline, tayang.

Sembari menunggu Iko mempersiapkan diri untuk dua film, sekaligus. Pertama, Foxtrot Six yang disutradarai Randy Korompis dengan produser Mario Kassar.

“Kalau Foxtrot, lagi produksi. Saya nggak main, cuma koreografernya,” ungkap Iko setelah mengisi acara kampanye What’s Your Why dari AIA, di Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin (19/9). ’’Di film itu, pencak silatnya dipakai juga,’’ lanjut suami Audy Item itu.

Nah, Iko diam-diam juga menerima tawaran film laga Hollywood yang diproduksi STX Entertainment. Judulnya Mile 22. Rencananya, film tersebut disutradarai Peter Berg yang dikenal lewat sederet karya keren seperti The Kingdom (2007), Deepwater Horizon (2016), dan Lone Survivor (2013).

Tak tanggung-tanggung, calon lawan main Iko dalam film itu adalah Mark Wahlberg! ’’Saya di situ nanti jadi koreografer sama main juga,’’ ucap Iko.

Bulan depan, Iko akan terbang ke Amerika Serikat untuk praproduksi Mile 22. Iko mengaku tetap mengeluarkan jurus-jurus pencak silatnya. Namun, terkait koreografi untuk aktor yang lain, Iko mengaku belum memikirkannya. ’’Sampai sekarang belum dibuat. Tapi, saya menyesuaikan saja,’’ katanya.

Iko menceritakan, dirinya mendapat tawaran bermain di Mile 22 dari Berg sendiri. Pria yang juga menyutradarai klip video One More Night dan Maps milik Maroon 5 tersebut menonton film-film Iko sebelumnya.

’’Saya nggak tahu persis sejak kapan. Tapi, tiba-tiba seperti dia (Peter, Red) menawari untuk kerja sama film ini,’’ tutur Iko yang juga bermain dalam Star Wars Episode VII: The Force Awakens.

Mile 22 mengisahkan perjalanan petugas CIA dan polisi Indonesia yang bekerja sama untuk memerangi kejamnya dunia politik. Dikutip dari Variety, Wahlberg pernah mengungkapkan bahwa film itu akan menjadi bagian pertama dari trilogi. ’’Sebuah film laga dewasa yang cerdas,’’ ujar Wahlberg. (*)

(glo/c18/na)

TOP THREE