video
video

Fadly Padi Putuskan Hidup di Sulawesi

Roger Moore Meninggal Dunia

Buah Bibir

Buah Bibir

Sheila Majid Hipnotis Penonton Bajafash

Artis Malyasia Sheila Majid tampil memukau saat tampil menghibur penonton pada acara Batam Jazz Fashion (Bajafash) di Hotel Radison Batam, Minggu (14/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id –  Kemeriahan malam puncak penyelenggaraan Batam Jazz and Fashion (Bajafash) ditutup dengan penampilan spektkuler artis internasional Sheila Majid.

Acara yang berlangsung sejak, Sabtu (13/5) ini dihadiri ratusan pecinta music jazz dari semua kalangan.

Penampilan kali ini Sheila tampil memukau dengan menggunakan busana anggun hitam dan putih membawakan lagu pertama judul warna. Riuh tepuk tangan mengiringi penampilan pertama Sheila.

“I’m so happy to be here, ini pertama kalinya saya tampil di Batam, and I’m so happy tonight,” kata Sheila Majid membuka percakapan.

Penonton dibawa larut dengan lagu kedua berjudul Dia. Penonton seakan terhipnotis untuk ikut bernyanyi bersama Sheila. Tidak sedikit juga penonton yang mengabadikan momen ketika penyanyi asal Malaysia ini bernyanyi.

Penampilan berikutnya Sheila membawakan lagu berjudul Cinta Jangan Kau Pergi yang membuat semua penonton bernyanyi yang terkenal pada awal tahun 2000-an ini menjadi lagu ketiga yang dibawakan Sheila.

Dengan diiringi piano Sheila melanjutkan penampilannya dengan membawakan lagu berjudul Ku Mohon, Legenda, Antara Anyer dan Jakarta, Aku Cinta Padamu, dan ditutup dengan lagu Sinaran.

Tidak hanya Sheila beberapa artis pendukung seperti Soukma, Lightcraft, Asian  Rynthom Harmony sebelumnya juga sukses membius ratusan penonton yang telah hadir sejak sore hari.  (cr17)

Band Indie Batam Punya Tempat Sendiri

batampos.co.id – Tidak mudah memang membangun sebuah band indie, tidak hanya butuh modal besar namun tekad yang kuat. Eksistensi band indie seakan menegaskan jatidiri mereka yang berdiri dilabel musik sendiri.

Berbeda dengan band yang terikat kontrak dengan perusahaan rekaman, band indie memulai segalanya secara mandiri. Mulai dari bebas ciptakan musik di luar jalur musik yang sedang happening, hingga menggarap album dan memasarkan karya mereka sendiri.

Meskipun begitu, nyatanya band indie memiliki pangsa pasar sendiri. Membawa corak lagu yang berbeda dan anti mainstreme, membuat angin segar bagi penikmat musik.

Diary of Einstein merupakan band indie asal Batam yang terus konsisten di jalur Pop Punk. Berdiri tahun 2013 silam, Irfan (vocal/guitar) dan Ronald (drummer) membentuk band ini saat bangku SMK. Keduanya akhirnya bertemu dengan Budie Satria yang mengisi posisi bass.

Sejak saat itu ketiganya rutin mengikuti Gigs (event indie music) underground Batam. Dari event ke event lain, mereka akhirnya bertemu dengan anggota yang cocok untuk mengisi posisi leader guitar. “Terakhir, Alvito Kurniawan melengkapi formasi band ini pada gitar,” kata Irfan.

Greenday, Newfound Glory, Blink 182 dan Sum 41 menjadi band yang menginspirasi band ini untuk terus berkarya. “Lagu-lagu band tersebut sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari, mereka menciptakan lagu bukan sekedar untuk menjadi artis dan mendapatkan uang,” jelasnya.

Irfan mengatakan sangat kagum dengan eksistensi Blink 182. “Meski ditinggal oleh sang vokalis, band tersebut tetap mengeluarkan karyanya,” ujarnya.

Ditanya eksistensi genre pop punk, dia menjawab dengan tegas. “Genre ini sudah lama melekat pada diri kami. Kami akan konsisten di jalur yang telah kami ambil,” ucapnya.

2017 ini menjadi tahun yang dinanti oleh ke-empat personil band ini. Mereka berencana mengeluarkan album perdana. “Semoga album perdana ini bisa dilaunching secepatnya. Kami juga berharap bisa makin solid terus, ” paparnya.

Laki-laki bertubuh padat ini mengungkapkan harapan agar band lokal di Batam berani menciptakan dan membawakan lagu sendiri. “Jangan cuma tampil bawakan lagu band lain,” tegasnya.

Menurutnya membangun band indie ibarat momok bagi band yang hanya mengejar materi. Letak Batam yang memang jauh dari pusat Ibu Kota, Jakarta, membuat perjuangan band indie harus lebih kuat.

“Pasalnya, Jakarta adalah pusat industri musik,” ucapnya.

Melalui perkembangan teknologi informasi yang ada cukup membantu band indie lebih maju. “Youtube bisa membantu. Utamanya sih, solidaritas sesama band indie diperlukan untuk mempermudah eksistensi. Bisa dengan saling mengundang ketika ada event,” ungkapnya.

Besar harapannya, promotor musik ataupun sponsor bisa memberikan  band indie kesempatan tampil di kota sendiri.(cr18)

Megadeth, Ternyata Gemar Kopi Indonesia

Hammersonic Festival 2017, Festival metal terbesar di Asia Tenggara menyedot penggemar musik metal tanah air dan manca negara.

7 Mei 2017 Ecopark Ancol, Jakarta menjadi tempat berkumpulnya ribuan metalhead dari dalam dan luar negeri.

Stephanus Adjie dari Revision Live selaku promotor mengatakan, tiket telah terjual ribuan lembar. Jumlah tersebut laku semenjak dibuka penjualan beberapa bulan lalu. Pembelinya metalhead berbagai daerah mulai dari pecinta musik keras asal Jawa hingga Sumatera, dan lainnya.

“Tiket sudah laku terjual 10 ribuan lebih saat presale, dan saat sale juga sekitar 10 ribuan, ini belum dihitung yang beli go show. Kira-kira akan mencapai 30 ribu penonton. Banyak juga pembeli tiket Hammersonic Festival 2017 berasal dari luar negeri. Seperti dari negara Singapura, Malaysia, dan Australia,” kata Stephanus Adjie, Minggu (7/5).

Hammersonic Festival 2017 ini sepeti hari rayanya pecinta musik metal. Dari segi pengisi acara, Hammersonic Festival tahun ini menghadirkan sejumlah band cadas dengan nama besar asal luar negeri. Mulai dari Megadeth, The Black Dahlia Murder, Whitechapel, Northlane, Earth Crisis, dan lainnya.

Selain musisi luar negeri, panggung Ecopark Ancol juga akan dihentak oleh band nasional seperti Seringai, Burgerkill, Revenge The Fate, Trojan, From Hell to Heaven, dan lainnya.

Perlu diketahui, band bintang tamu utama, Megadeth, ternyata penggemar kopi Indonesia. Sebelum manggung, selain air mineral, mereka minta panitia menyediakan banyak kopi aneka jenis di belakang panggung. Hal ini sontak cukup mengejutkan panitia karena permintaannya mendadak.

“Minta kopi sih wajar, dan masih bisa dicari kalau dalam bentuk sachet. Tapi ini yang diminta biji kopi dan kertas (saring) kopinya. Mereka tidak mau kopi sachet, maunya di-blend (diolah) sendiri. Dan kopinya minta disediakan banyak jenis, sepertinya mereka benar-benar pecinta kopi,” ungkap Stephanus Adjie.

Selain panggung musik cadas, Hammersonic Festival kembali menggelar ajang penghargaan bertajuk Hammersonic Awards. Ini merupakan  penghargaan musik cadas paling prestisius di Indonesia yang digelar setiap tahunnya di Jakarta oleh Revision Live Entertainment.

Pada tahun ini, Hammersonic Awards 2017 akan memberikan lima piala penghargaan. Proses penilaiannya melibatkan dewan juri yang kompeten dan kredibel. Terdiri dari para pelaku kancah musik cadas dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari musisi, label rekaman, promotor, jurnalis, atau blogger.

Beberapa nama di antaranya adalah Bimo D. Samyayogi (Undying Music, Jakarta), Samack (Solid Rock, Malang), Gebeg (Taring, Bandung), ArdySiji (Chmbrs, Makassar), Stephanus Adjie (Down For Life, Solo), dan lainnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengacungkan jempol untuk event Hammersonic Festival 2017 di Jakarta ini. Menurut Menpar, Indonesia memiliki dua keuntungan menjadi tuan rumah perhelatan ini.

Pertama, dampak langsung (direct impact), menarik wisatawan baik nusantara maupun mancanegara hadir di Jakarta. Kedua, dampak tidak langsung, yaitu memberikan nilai berita lebih bagi media memberitakan musisi-musisi metal dunia tampil di Indonesia.

“Event internasional akan mendorong pariwisata makin berkembang. Karena itu perbanyak event dunia dan promosikan dengan baik, sesuai originasi dan timeline. Pakai rumus DOT, destinasi originasi time,” jelasnya.

Selain itu, agenda musik ini menurut Menpar membuat para wisatawan bisa berulang-ulang mengunjungi Indonesia. “Media value lebih besar. Selain itu, repeat visitors bisa 60 persen datang lagi, bagi mereka yang sudah tiba di Indonesia. Dalam waktu kurang dari setahun, mereka datang lagi,” kata Arief Yahya. (*)

Duo Serigala Bergoyang, Duo Serigala Dikecam

Aksi panggung Duo Serigala yang disoal warga (Malut Post)

batampos.co.id – Penampilan grup dangdut, Duo Serigala dinilai tampil terlalu seronok alias vulgar.

Senin (1/5) lalu mereka tampil di Lapangan Salero, Kota Ternate, Maluku Utara.

Dari foto-foto yang beredar, Duo Serigala tampil diperkuat Pamela Safitri dan satu wanita lainnya. Namun tampaknya bukan Ovi Sovianti yang selama ini aktif bersama grup pemilik Goyang Dribble itu.

Di sana Duo Serigala terlihat memakai pakaian seksi berwarna merah di atas panggung. Pakaian yang terbuka itu memperlihatkan lekuk tubuh serta bagian paha dua wanita tersebut.

Bahkan dalam salah satu foto yang diunggah akun Instagram @lambenyinyir, bagian dada Pamela tampak sedikit terbuka. Hal tersebut langsung menuai kecaman dari netizen.

“Sampai segitunya orang nyari duit ya min @lambenyinyir,” tulis @shakila_aline.

“Parah banget sih ampun @lambenyinyir,” komentar @cicih.ogy.

“Aduh muntah tuh kelihatan. Malu ngga ya?,” ucap @xmahkenzo.

Hingga saat ini, pihak Duo Serigala belum angkat bicara terkait kecaman penampilan di Ternate tersebut. (ded/JPG)

Rapper Iwa K Ditangkap Polisi di Bandara

foto: lirik.cc

batampos.co.id – Satu lagi artis berurusan dengan polisi masalah dengan narkotika.

Rapper senior Iwan Kusuma atau biasa disapa Iwa K harus berurusan dengan aparat kepolisian.

Sekitar pukul 05.00 WIB tadi pagi (29/4), dia ditangkap di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) lantaran kepergok menyimpan narkoba jenis ganja.

Kasat Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Martua Silitonga mengatakan, Iwa K diamankan di Terminal 1B. Ketika itu, dia hendak bertolak ke Palembang menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-792.

Saat melewati pemeriksaan X-Ray, sebelum boarding, petugas lantas mencurigai bungkusan rokok yang dibawa Iwa K.

“Setelah ditelusuri, ganjanya diduga ada di tiga linting rokok Dji Sam Soe,” ujar Martua ketika dikonfirmasi, Sabtu (29/4).

“Untuk memastikan lagi, nanti tim Puslabfor (pusat laboratorium forensik) yang memeriksanya,” sambung dia.

Saat ini, Iwa sendiri masih dalam proses pemeriksaan sambil menunggu pemeriksaan puslabfor.

“Kami gali dulu keterangan yang bersangkutan soal asal muasal barangnya,” pungkas dia.(elf/JPG)

Pelawak Srimulat, Bambang Gentolet Wafat

Bambang Gentolet

batampos.co.id – Bambang Gentolet maestro lawak Srimulat meninggal dunia pada Kamis (27/4) malam.

Pelawak senior itu meninggal dunia di Rumah Sakit Bakti Dharma Husada, Jalan Kendung, Benowo, Surabaya pada pukul 22.00.

Kepergian pelawak kelahiran Yogyakarta, 30 Juni 1941, itu membawa duka mendalam. Tidak hanya buat grup lawak Srimulat. Namun juga jagad masyarakat Kota Pahlawan, Surabaya.

Meninggalnya Bambang Gentolet, pelawak senior Srimulat, dikarenakan sesak napas. Bambang memang sejak lama memiliki riwayat sesak napas. Salah seorang rekan seprofesi Eko Kucing mendapatkan informasi dari keluarga duka.

Dia menceritakan bahwa pada Kamis (27/4) sekitar pukul 21.00 Bambang mengalami sesak napas. Kemudian pihak keluarga membawa ke Rumah Sakit Bakti Dharma Husada, Jalan Kendung, Benowo.

”Meninggal saat dalam perjalanan,” ucap ketua Srimulat itu.

Rencananya pelawak yang menggeluti profesinya sejak SMP itu akan dimakamkan pada Jumat (28/4). Waktunya setelah salat Jumat. Eko belum mengetahui pasti lokasi pemakamannya.

”Yang dari Srimulat sekarang ada Ning Dewi, Ning Oky, Cak Hunter, dan saya,” tutur Eko.

Sedangkan rekan-rekan seprofesi lain yang berada di luar kota akan datang pada pagi hari ini.

Banyak rekan seperjuangan Bambang datang untuk memberikan ucapan bela sungkawa. Pelawak yang aktif hingga mendekati kepergian selamanya itu menggeluti dunia lawak sejak muda.

Hingga usia mendekati 76 pada akhir Juni 2017, pelawak dengan ciri khas rambut jambul itu masih menghiasi pentas di layar kaca televisi swasta. (lyn/sep)

Pernikahan Kepala Tujuh Artis Senior Nani Widjaja dan Tokoh Sastra Ajip Rosidi

Hati Nani Widjaja, 72, kembali merekah kala disiram hangatnya perhatian Ajip Rosidi, 79. Keduanya pun sepakat menikah.

Nani Widjaja mendadak panik. Langkahnya tertahan. Dari gelagatnya, dia sepertinya tengah mencari seseorang. Benar saja, di tengah ratusan orang yang memadati Masjid Sang Cipta Rasa di Keraton Kasepuhan Cirebon Minggu (16/4), pemeran Emak dalam serial Bajaj Bajuri itu berteriak-teriak. ”Mana Ajip, mana Ajip?” ujarnya dengan raut gelisah.

Tak lama, sosok yang dicarinya menyeruak dari kerumunan dan tiba di sisinya. Sastrawan gaek yang sudah menelurkan ratusan karya tersebut tampak kalem dan penuh karisma dengan rangkaian kuncup bunga melati yang terkalung. Seketika, raut gelisah Nani langsung sirna. Berganti dengan senyum merona. ”Saya kira tadi hilang, dibawa kabur orang,” kata Nani, lantas tertawa lepas.

Wajar saja jika Nani panik dengan ketiadaan Ajip di sisinya. Sebab, setelah berjalan beriringan, Ajip tiba-tiba tak tampak karena terhalang berjubelnya ratusan pengunjung yang memadati Masjid Sang Cipta Rasa. ”Kan sudah tua, bagaimana kalau terdorong?” katanya sambil melirik Ajip. Senyum genit campur manja menyempurnakan gurat kecantikan yang masih terpancar kuat di wajah Nani.

Kemarin Nani dan Ajip mengikat janji suci. Pada pukul 09.30 WIB, akad nikah berlangsung di bawah naungan masjid yang dibangun para wali itu dengan disaksikan Sultan Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat. Emas 50 gram menjadi mahar pernikahan.


Nani Widjaja dan Ajip Rosidi melangsungkan akad nikah di Keraton Kasepuhan, Cirebon, Minggu, (16/4/2017)
foto: Folly Akbar/jawapos

Sejatinya Nani dan Ajip tak menyebar undangan maupun menyiapkan resepsi. Mereka beralasan, ngapain pernikahan kakek-nenek sampai mengundang orang dan dirayakan. Namun, semuanya berbalik. Justru pernikahan kakek-nenek yang unik itulah yang mendorong warga untuk berjubel. Apalagi, rencana pernikahan tersebut sudah tersebar di media massa.

Tak pelak, suasana masjid yang biasanya sepi mendadak ramai. Meski akad nikah baru digelar pada pukul 09.30 WIB, warga berbondong-bondong datang sejak pukul 08.00. Suasananya bak pasar tumpah.

Semua orang berlomba-lomba mengabadikan momen tersebut dengan ponsel pintar masing-masing. Saking ramainya, tidak mudah bagi kedua mempelai untuk berjalan, baik ketika masuk maupun keluar masjid.

Kenapa memilih menikah di Cirebon? Nani dan Ajip punya alasan tersendiri. Di Kota Udang itulah Nani dilahirkan. Adapun Ajip merupakan putra kelahiran Kabupaten Majalengka. Salah satu daerah yang secara historis masuk Karesidenan Cirebon, selain Indramayu dan Kuningan. Karena itu, pernikahan kemarin dijadikan ajang nostalgia bagi kedua mempelai.

Sama halnya dengan pemilihan Masjid Sang Cipta Rasa. Tempat itu sengaja dipilih untuk menggaungkan lagi syiar kebudayaan. Ajip yakin, dengan dipilihnya masjid keraton, akan banyak orang bertanya-tanya. Nah, dari pertanyaan itulah, orang akan kembali mencari tahu keistimewaan masjid yang dibangun pada abad ke-15 tersebut. ”Orang Cirebon sendiri belum tentu tahu bahwa masjid ini masih asli seperti saat dibangun,” tuturnya.

Tentu banyak yang penasaran dengan kisah perjalanan cinta Ajip dan Nani. Ajip menceritakan, hubungannya dengan salah seorang aktris dalam serial Tukang Bubur Naik Haji itu terbangun sejak lama. Bahkan sejak keduanya masih memiliki pasangan masing-masing. Namun, saat itu hubungan mereka tidak lebih dari sekadar berkawan.

Seperti diketahui, sebelumnya Nani adalah istri Misbach Yusa Biran yang meninggal pada 2012. Nani dan Yusa dikaruniai enam anak. Adapun Ajip sebelumnya bersanding dengan Fatimah Wirjadibrata yang tutup usia sekitar 2,5 tahun lalu. Ajip dan Fatimah juga dikaruniai enam anak.

Pada akhir 2016, hubungan antara janda dan duda itu menjadi lebih dekat. Itu pun bisa dikatakan tidak sengaja. Semua berawal dari kebutuhan Ajip berobat di Jakarta. Saat bolak-balik berobat itulah, Ajip kerap bertemu dengan Nani. Entah karena angin apa, komunikasi keduanya semakin lama semakin intens. ”Mungkin karena sama-sama butuh teman,” kata Ajip, lantas tersenyum.

Karena merasa cocok, pria kelahiran 31 Januari 1938 itu pun nekat menyatakan ketertarikan kepada Nani. Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Feeling Ajip benar, ternyata Nani memiliki perasaan yang sama. ”Maka, kami sepakat menikah,” tuturnya.

Nani mengakui, pada awalnya rencana pernikahan tersebut sempat dipertanyakan anak-anaknya. Penyebabnya, usia keduanya tidak lagi muda. Namun, setelah dijelaskan bahwa keduanya membutuhkan teman satu sama lain, restu dari anak-anaknya pun datang.

Menurut Nani, menikah di usia yang tua bukan hal yang mudah karena tidak lumrah di masyarakat. Sempat tersirat sedikit rasa malu. Bahkan, dia merasa bahwa pernikahan keduanya itu jauh lebih mendebarkan daripada yang pertama. ”Ini lebih deg-degan dari yang pertama lho,” ungkapnya, lantas tertawa.

Saat ditanya soal rencana bulan madu, dengan raut tersipu Nani tidak membantah. Meski bukan lagi anak muda, dia menilai kakek-nenek pun berhak menikmati bulan madu. ”Memangnya cinta terbatas ke anak muda saja?” ujarnya, berkelakar. Sayang, Nani menutup rapat-rapat soal ke mana bulan madunya.

Setelah melangsungkan pernikahan, Ajip berencana membawa Nani ke kediamannya di Pabelan, Magelang, Jawa Tengah. Di rumah yang berada di persawahan itu, dia ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama Nani. Tentu dengan melanjutkan aktivitasnya sebagai seniman.

Meski demikian, dia menegaskan tidak melarang istrinya untuk beraktivitas sesuai profesi sebagai aktris. Namun, dia mengisyaratkan kemungkinan intensitas yang lebih sedikit. ”Tapi, saya tetap akan mengingatkan untuk memperhatikan keluarga,” terangnya.

Salah seorang anak Nani, Cahya Kamila, mengaku senang dengan apa yang telah diraih sang bunda kemarin. Apalagi, ibunya tampak bahagia, bisa kembali menemukan pasangan hidup di masa tua.

Cahya tak menampik bahwa dirinya dan saudaranya yang lain sempat kaget dengan rencana pernikahan tersebut, mengingat usia Nani yang sepuh. Namun, karena Ajip dikenal baik dan bisa membuat sang ibu ceria, mereka luluh. ”Ternyata membawa dampak positif buat ibu, kebahagiaan lahir dan batin. Mudah-mudahan menyehatkan ibu,” tuturnya.

Namun, dia berharap pernikahan itu tidak berujung lahirnya adik baru untuknya. Di usia yang sudah tidak muda, tujuan pernikahan sejak awal hanya mencari pendamping di hari tua. ”Bukan untuk mendapatkan momongan lagi, tapi kita nggak ada yang tahu ya. Tujuan menikah ini adalah menjadi teman hidup, ngobrol, gitu aja,” kata anak ketiga Nani itu.

Sementara itu, Sultan Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat menyebut kisah Nani dan Ajip bisa menjadi contoh bagi para pemuda, khususnya di Cirebon, bahwa sikap saling menyayangi harus terus dipupuk tanpa terbatasi usia. (FOLLY AKBAR, Cirebon)

Ini Dia, Shania Yusita Miss Internet Kepri

Miss Internet Kepri Shania Yusita Puspa Melati berfoso saat kunjungan ke Batam Pos, Senin (3/4/2017). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) wilayah Kepulauan Riau optimis Miss Internet Kepri, Shania Yusita Puspa Melati bisa meraih gelar Miss Internet Indonesia pada grand final di Nusa Dua Bali, Sabtu 29 April mendatang.

Ketua Pengurus Wilayah APJII Kepulauan Riau, Mangara P Peranginangin mengatakan, remaja berusia 19 tahun ini memiliki sikap, pesona dan pengetahuan informasi teknologi (IT) yang mumpuni. “Saya yakin Shania bisa membawa nama Kepri di ajang nasional,” kata Mangara saat berkunjung ke Kantor Batam Pos, Graha Pena, Batamcenter.

Berhasil mengalahkan 42 pendaftar, Shania yang merupakan kontestan termuda berhasil meraih gelar Miss Internet Kepri. “Ini adalah gelar pertama kali Miss Internet Kepri. Jadi APJII Pusat telah meningkatkan kegiatan ini dari tingkat provinsi yang kemarin hanya di Bali, kini sudah ke tingkat nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Shania mengatakan siap berlaga di ajang nasional. Namun, sebelum berangkat ke Bali pada 24 April nanti. Ia mendapatkan tugas untuk membuat video blog (vlog). “Vlog pertama adalah presentasikan diri dengan menggunakan bahasa yang kami kuasai, kalau saya rencananya akan menggunakan bahasa Prancis,” kata Shania.

Vlog kedua, Miss Internet masing-masing daerah harus menceritakan hal apa saja yang akan dilakukan ketika terpilih menjadi Miss Internet Indonesia. “Dengan durasi waktu satu menit,” ucapnya.

Selanjutnya, vlog ketiga. Ia akan mengangkat fenomena “Facebook Tidak Asik Lagi Bagi Wanita”. “Dimana saat ini banyak sekali fenomena media sosial seperti facebook yang tidak nyaman lagi bagi wanita. Facebook tidak punya filter untuk menjaring hal negatif, seperti halnya media sosial lain,” ungkapnya.

Pelajar SMAN 3 Batam ini lebih lanjut mengatakan Internet adalah dunia tanpa batas, tapi sebagai pengguna yang cerdas harus bisa menerapkan batas sendiri. “Kita harus pintar menggunakan internet dan dapat mengembangkan segala hal yang kita dapat di internet menjadi lebih berguna,” ujarnya.

Miss Internet Indonesia sendiri akan mempertemukan 38 finalis dari 13 provinsi berbeda dari seluruh Indonesia. Shania dan APJII Kepri berharap memiliki dukungan masyarakat Kepri lewat peran Batam Pos. (cr18)

Nikita Mirzani Tersangka

Nikita Mirzani

batampos.co.id – Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (29/3) lalu menetapkan aktris Nikita Mirzani sebagai tersangka.

Ia tersandung kasus pengeroyokan terhadap asisten Julia Perez yang bernama Lucky beberapa waktu lalu.

“Iya sudah tersangka kok,” kata Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta saat dihubungi awak media.

Pihak kepolisian memastikan telah memberi tahu kedua pihak atas perkembangan kasus ini. “Pemberitahuan pasti sudah, tapi saat ini mungkin karena sibuk jadi belum bisa hadir,” jelasnya.

Sementara itu, Nikita Mirzani belum memberikan pernyataan usai status tersangka yang disandangnya.

Seperti diketahui, kasus pengeroyokan terhadap Lucky terjadi pada 29 Oktober 2016. Dia diduga dianiaya oleh teman berserta Nikita Mirzani di salah satu klub malam di Jakarta Selatan pada dini hari.(ded/JPG)

Iqbal Minta Pasha Ungu Mundur dari Jabatan Wakil Walikota Palu

batampos.co.id – Ketua DPRD Palu Muhammad Iqbal Andi Magga geram terhadap perilaku Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Said alias Pasha.

Iqbal pun minta Pasha untuk mundur dari jabatan wakil wali kota (Wawali) Palu agar dia lebih fokus menyanyi.

Menurut Iqbal, kalau jabatan wakil wali kota telah membelenggunya menjadi seorang musisi, Pasha dipersilakan mundur.

Iqbal beralasan, banyak artis yang menduduki jabatan politik meninggalkan profesi seniman karena mereka paham aturan.

”Ini aneh, Wawali kita kok tidak paham. Jangan-jangan nggak baca persyaratan waktu pencalonan dan persiapan pelantikan,” kata Iqbal Sabtu pekan lalu.

DPRD, kata Iqbal, akan menyikapi persoalan tersebut sampai ke Kementerian Dalam Negeri. Sebab, itu pelanggaran undang-undang yang sangat nyata.

Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, jelas Iqbal, disebutkan tugas Wawali selain tugas pokok adalah tugas yang diberikan wali kota secara tertulis.

Tugas tertulis yang diberikan wali kota kepada wakil wali kota, kata Iqbal, adalah penanganan reklamasi, tambang, dan penertiban sumber-sumber ekonomi. Namun, kata dia, semua itu tidak dilaksanakan Wawali.

Jangan-jangan, tuding Iqbal, Wawali mengklaim kerja wali kota juga sebagai kerjanya.

”Jadi, dia harus profesional sebagai kepala daerah. Jangan numpang di program wali kota,” kata Iqbal.

Iqbal menyatakan, soal penanganan kemiskinan saja yang menjadi tupoksi utama Wawali Palu tidak pernah diurus.

”Saya mendapat keluhan dari tim pokja penanggulangan kemiskinan bahwa dia (Wawali, Red) tidak pernah hadir. Bahkan, Wawali tidak hadir waktu diundang wakil presiden untuk membahas tupoksi utamanya mengenai masalah kemiskinan,” ungkap Iqbal. (zai/c4/ami)

ad-dpc-pkb-17agustus-rev2