26.7 C
Batam
Jumat, 15 Desember 2017
video
video

2017, Film Horor Laris Ditonton

Akhirnya, Justice League Tayang di Bioskop

Sinema

Buah Bibir Sinema

Pengabdi Setan Keliling Dunia !

Pengabdi Setan, siap diputar di 26 negara !

Adalah sang sutradara, Joko Anwar yang mengabarkan kabar gembira ini.

Ia mengunggah kabar itu di akun medsosnya.

Negara yang tertarik memutar film anak bangsa itu antara lain

  • Amerika Serikat,
  • Kanada,
  • Inggris,
  • Australia,
  • Selandia Baru,
  • Jerman,
  • Austria,
  • Swiss
  • Taiwan.

“Kabar baik, teman-teman. Pengabdi Setan juga akan segera tayang di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, Selandia Baru, Jerman, Austria, Swiss, Taiwan. Total 26 negara sejauh ini dan akan di banyak negara lagi. Terima kasih atas dukungan kalian selama ini. Salam,” tulis Joko.

Hingga hari ini Pengabdi Setan memasuki hari ke 37 tayang di bioskop tanah air.  (ptt)

 

Inilah Film Terlama di Dunia, 8 Jam !

Banyak cara untuk melepas penat. Tak harus dipijit. Nonton film atau mendengarkan musik ringan juga bisa jadi peredam lelah. Di Inggris, ada satu film yang dibuat untuk tujuan itu. Yakni, Baa Baa Land.

Bukan. Ini bukan parodi La La Land. Film ini berkisah tentang domba dengan durasi luar biasa lama. Delapan jam!

Film itu dibuat tanpa plot dan nirdialog. Tentu saja, karena aktornya tidak bisa berakting. Film tersebut murni mengisahkan kehidupan kambing di Essex, Inggris.

Namun, film yang katanya bikin relaks itu ternyata tidak manjur.

Jan Moir, salah seorang penonton, justru emosional setelah nonton seperempat bagian film.

’’Isinya cuma mengembik. Sepulang dari bioskop, aku jadi ingin melahap kambing, dimasak apa pun,’’ ujarnya.

Moir mengatakan, Baa Baa Land membuatnya benci kambing. ’’Suara embek mereka mirip dengan anak merengek. Hal itu menggangguku,’’ ucapnya.

Kebosanan tersebut juga dirasakan produser filmnya, Peter Freedman.

’’Kurasa, ini adalah film paling suram yang pernah kami bikin. Kukira penonton juga merasakannya,’’ kata Freedman sebagaimana dikutip Daily Mail.

Sutradaranya saja bosan. Bagaimana yang nonton?

Ada sih cara yang bisa bikin sebuah film tiba-tiba ditonton banyak orang. Bikinkan saja acara nonton bareng satu RW. (Daily Mail/fam/c17/na)

Menanti Aksi Laga Iko Uwais dalam 3 Film

batampos.co.id – November mendatang film Iko Uwais yang diproduksi di studio Hollywood, Beyond Skyline, tayang.

Sembari menunggu Iko mempersiapkan diri untuk dua film, sekaligus. Pertama, Foxtrot Six yang disutradarai Randy Korompis dengan produser Mario Kassar.

“Kalau Foxtrot, lagi produksi. Saya nggak main, cuma koreografernya,” ungkap Iko setelah mengisi acara kampanye What’s Your Why dari AIA, di Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin (19/9). ’’Di film itu, pencak silatnya dipakai juga,’’ lanjut suami Audy Item itu.

Nah, Iko diam-diam juga menerima tawaran film laga Hollywood yang diproduksi STX Entertainment. Judulnya Mile 22. Rencananya, film tersebut disutradarai Peter Berg yang dikenal lewat sederet karya keren seperti The Kingdom (2007), Deepwater Horizon (2016), dan Lone Survivor (2013).

Tak tanggung-tanggung, calon lawan main Iko dalam film itu adalah Mark Wahlberg! ’’Saya di situ nanti jadi koreografer sama main juga,’’ ucap Iko.

Bulan depan, Iko akan terbang ke Amerika Serikat untuk praproduksi Mile 22. Iko mengaku tetap mengeluarkan jurus-jurus pencak silatnya. Namun, terkait koreografi untuk aktor yang lain, Iko mengaku belum memikirkannya. ’’Sampai sekarang belum dibuat. Tapi, saya menyesuaikan saja,’’ katanya.

Iko menceritakan, dirinya mendapat tawaran bermain di Mile 22 dari Berg sendiri. Pria yang juga menyutradarai klip video One More Night dan Maps milik Maroon 5 tersebut menonton film-film Iko sebelumnya.

’’Saya nggak tahu persis sejak kapan. Tapi, tiba-tiba seperti dia (Peter, Red) menawari untuk kerja sama film ini,’’ tutur Iko yang juga bermain dalam Star Wars Episode VII: The Force Awakens.

Mile 22 mengisahkan perjalanan petugas CIA dan polisi Indonesia yang bekerja sama untuk memerangi kejamnya dunia politik. Dikutip dari Variety, Wahlberg pernah mengungkapkan bahwa film itu akan menjadi bagian pertama dari trilogi. ’’Sebuah film laga dewasa yang cerdas,’’ ujar Wahlberg. (*)

(glo/c18/na)

Patty Jenkins Perempuan Sutradara Termahal

batampos.co.id – Patty Jenkins akhirnya resmi tangani film kedua Wonder Woman.

Sebelumnya, dikatakan bahwa Patty meminta adanya persamaan besaran kenaikan gaji antara yang didapat sutradara perempuan, dengan yang didapat sutradara laki-laki, saat mereka sukses mengerjakan film pertama.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa di Hollywood laki-laki  sutradara selalu mendapat bayaran lebih besar dibanding perempuan sutradara. Dengan Patty resmi tangani kembali film Wonder Woman, sepertinya tuntutannya sudah terpenuhi.

Dikutip dari Variety, Patty mendapat bayaran dikisaran angka $8 juta (sekitar 105 miliar rupiah) untuk mengerjakan naskah, menyutradarai dan memproduseri sekuel Wonder Woman. Ia pun disebut-sebut sebagai sutradara wanita termahal sepanjang masa.

Mungkinkah ini menjadi tonggak adanya persamaan bayaran antara sutradara wanita dan laki-laki di Hollywood? (*)

Film It, Tayang Hari Ini

Pembaca batampos.co.id, film It yang tayang di Indonesia hari ini, loh….

King, penulis novel It pada 1986, menyatakan bahwa remake dari miniseri It yang tayang pada 1990 itu melebihi ekspektasinya.

”Ya, tentu, aku punya harapan. Tapi, aku tidak menyangka film itu begitu bagusnya,” ungkap King dalam sebuah klip audio yang dikirimkan ke media.

”Ini adalah sesuatu yang berbeda dan pada saat yang sama punya keterkaitan dengan penonton. Kalian akan suka karakter-karakternya. Ini semua tentang karakter dan kalau kamu peduli, akan benar-benar menyeramkan,” papar penulis dan sineas yang digelari Master of Horror tersebut.

Pujian itu menjadi booster yang luar biasa bagi film yang dibesut sutradara Argentina Andy Muschietti tersebut. Sejak awal, dia dibebani ekspektasi tinggi dari penggemar film horor. Terlebih pencinta It versi 1990 yang memang sangat ikonik tersebut.

Miniseri yang terdiri atas dua episode itu sukses menjadi benchmark film horor. Bahkan, setelah It, badut di pesta ulang tahun sekali pun tak lagi dipandang sebagai sosok yang lucu, tapi ditakuti. Senyum palsu mereka menciptakan imaji jahat dan meneror bagi generasi yang tumbuh bersama miniseri It.

Untuk versi baru ini, Pennywise diperankan Bill Skarsgard. Dilihat dari trailer maupun poster yang beredar, penampilannya lebih mengerikan daripada versi 27 tahun silam. Namun, Muschietti memberikan banyak tribut untuk versi miniseri. Hampir semua unsur yang menciptakan efek teror kembali diangkat.

Hujan. Kapal kertas yang mengalir ke selokan. Anak-anak dalam jas hujan kuning. Dan, terutama balon merah. Merinding!

Hasil kerja keras Muschietti untuk menampilkan efek nostalgia dalam balutan keseraman yang lebih modern itu, tampaknya, akan sukses. Selain King, kritikus yang sudah mengikuti skrining rata-rata memberikan nilai bagus. IMDb memberikan rating 8,6. Rotten Tomatoes belum memberikan rating. Namun, 97 persen anggota menyatakan ingin nonton.

”Menurutku, ini adalah adaptasi novel Stephen King terbaik yang pernah dibuat,” tulis penulis senior Entertainment Weekly Anthony Breznican. ”It yang ini creepy banget, berdarah-darah, sangat lucu, dan ada efek romantis yang adorable. Seperti mengingatkan kita ke masa lalu,” timpal editor Fandago Erik Davis.

Sutradara Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales Joachim Ronning pernah menyatakan, membuat film horor jaman sekarang lebih sulit. Generasi milenial lebih sulit ditakut-takuti. Namun, pemeran Pennywise yang baru, Bill Skarsgard, optimistis dirinya bisa melanjutkan teror Tim Curry.

”Aku bisa menciptakan trauma buat segenerasi baru anak-anak,” candanya kepada Yahoo! Movie. Ya, dia tentu bercanda. Sebab, film tersebut mendapat rating R.

Kisah horor klasik, basis fans kuat, serta promosi masif membuat Warner Bros percaya film itu berhasil di box office. Setidaknya, rumah produksi raksasa tersebut mengincar pendapatan domestik USD 50 juta atau setara Rp 666,7 miliar (angkanya saja sudah mengerikan, hehe…). Bahkan, beberapa pengamat percaya It yang baru tayang pada Jumat (8/9) di AS itu bakal memperoleh USD 60 juta (sekitar Rp 800 miliar). Well, let’s see. (*c16/na)

Pecinta Film, saatnya Nonton Annabelle: Creation

batampos.co.idAnnabelle: Creation mulai diputar pekan ini. Pada pekan pembukaan pasar domestik yang dimulai Jumat (11/8), film tersebut diprediksi meraup pendapatan lebih dari USD 30 juta (Rp 400 miliar).

Salah satu negara yang telah menayangkan film itu adalah Italia yang menyumbang pendapatan pembukaan USD 1,1 juta (Rp 14,6 miliar). Kemudian, disusul Prancis yang menambahkan pundi-pundi pendapatan USD 775 ribu (Rp 10,3 miliar).

Film tersebut menempati posisi box office nomor satu di Paris dan nomor 3 di Prancis. Di Indonesia, film itu mendapat USD 456 ribu (Rp 6 miliar) dari 572 bioskop. Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar sekuel film Annabelle (2014) tersebut.

Film yang diproduseri sutradara Saw, James Wan, itu juga menjadi pemuncak di Belgia, Islandia, dan Singapura. Kritik yang masuk, antara lain, menyebut skenario Annabelle membosankan. Ada juga yang mengatakan bahwa film itu tak jauh berbeda dengan film pertama.

”David F. Sandberg sebagai sutradara tidak melakukan apa pun untuk meng-update film horornya dari stereotipe yang merusak genre film itu,” kata Julia Cooper, kritikus Globe and Mail.

Meski begitu, masih banyak kritikus yang menilai bahwa film itu benar-benar menegangkan. Terutama segi permainan audiovisual, set tempat, hingga permainan lighting yang mengejutkan.

”Sutradara tak benar-benar membuat sesuatu yang baru. Tapi, dia tahu pasti cara meningkatkan ketegangan. Ketika dia mengaktifkan serangan kejutan, itu benar-benar terasa mengalir,” kata Neil Pond, kritikus Parade Magazine.

Salah satu hal yang mendukung keseraman Annabelle: Creation adalah setting yang begitu gelap dan mencekam. Rumah yang digunakan sebagai lokasi syuting benar-benar dibuat secara utuh oleh Sandberg dan desainer produksi Jennifer Spence. Mereka membuat dua rumah berskala asli di Stage 26 studio Warner Bros. Masing-masing rumah menggambarkan set tiap lantai.

Sama seperti yang kita lihat pada film, rumah itu dibuat sangat gothic dengan sentuhan vintage. Lengkap dengan aksesori yang sebetulnya tak begitu diperlukan dalam pengambilan gambar. Hal tersebut dilakukan demi membuatnya terlihat detail, seperti rumah asli.

”Seluruh cerita berada di dalam rumah ini. Jadi, aku ingin rumah itu luas,” kata Spence dilansir dari Variety.

Rumah itu membantu Sandberg menciptakan visual yang nyata dan detail. Ketika membuat film, Sandberg memang selalu melakukannya di lokasi asli.

”Film pendek dan feature yang saya kerjakan semuanya selalu di lokasi asli, di mana lokasi menginformasikan aksi,” kata Sandberg dilansir dari Variety.

Cerita film itu mengambil waktu bertahun-tahun setelah kematian putri mereka, pembuat boneka dan istrinya menampung seorang suster dan beberapa gadis pengungsi ke rumah mereka. Dalam waktu singkat, mereka menjadi target Annabelle! (*)

(adn/c6/ayi)

Spiderman, Cowok Puber yang Ingin Masuk The Avengers

batampos.co.id – Film Spider-Man: Homecoming resmi rilis di Tanah Air, Rabu (5/7). Di hari perdana tayang, film hasil kerja sama Sony dan Marvel ini langsung dibanjiri penonton, tak terkecuali di Batam.

Sejumlah bioskop di Batam dipadati pengunjung, kemarin. Bahkan beberapa warga harus kecewa karena tak kebagian tiket. “Warga antusias. Studio penuh sampai kursi paling depan,” kata Umy Kalsum, warga Batamcentre usai nonton Spider-Man: Homecoming di Blitz Theater Kepri Mall, Batam, Rabu (5/7).

Menurut Umy, Spider-Man: Homecoming merupakan film si Manusia Laba-Laba yang paling menarik dibandingkan dengan film pendahulunya. Meskipun Spider-Man: Homecoming tidak ada kaitannya dengan film-film sebelumnya, seperti Spider-Man 3 dan The Amazing Spider-Man 2.

“Kalau aku paling suka yang Homecoming ini. Lebih fresh, seru, dan menghibur,” kata Umy.

Dalam film Spider-Man: Homecoming, tokoh utama Peter Parker (Tom Holland) diceritakan sedang puber. Menurut Umy seperti itulah sosok Spidey seharusnya ditampilkan. Bukan versi laki-laki dewasa yang galau seperti dibawakan Tobey McGuire atau Andrew Garfield yang berada di tengah-tengah rentang usia remaja dan dewasa.

Meski tetap hadir sebagai tokoh superhero, Peter Parker versi Tom Holland dihadirkan layaknya remaja kebanyakan. Memiliki cerita seru dalam kesehariannya, berkutat dengan dunia sekolah, dan tentunya lengkap dengan bumbu-bumbu cinta monyet ala remaja.

“Tapi tidak ada sex scences, no kisses,” kata Umy lagi.

Film Spider-Man: Homecoming ini menjadi ajang aktualisasi diri bagi Peter Parker. Selain sibuk dengan dunia remajanya, Peter juga fokus menumpas kejahatan. Tujuannya tak lain agak dilihat oleh Tony Stark si Manusia Besi. Syukur-syukur dia diajak bergabung ke kelompok elite The Avengers.

Namun layaknya remaja lain, Peter kerap membuat kekontolan yang tidak perlu. Misalnya saat diajak Iron Man bertempur menghadapi Captain America di Berlin, dia membuat vlog keseluruhan perjalanannya.

Film Spider-Man: Homecoming menyajikan suguhan yang lengkap. Selain aksi superhero si Manusia Laba-Laba, film ini juga menghadirkan karakter antagonis yang cukup menarik sebagai penjahat: The Vulture (Michael Keaton). The Vulture merupakan mekanik yang kecewa dengan sistem dan bagaimana dunia berjalan di bawah kekuasaan orang-orang kaya dan berpengaruh seperti Tony Stark.

Penjahat bersayap itu sangat benci dengan Iron Man dan pemerintah. Filosofinya tentang hidup cukup menarik. Meskipun cara yang diambil salah. The Vulture adalah gambaran dari kaum marginal putus asa yang akan melakukan apapun untuk mengisi perut dan melindungi keluarganya.

Terwujudnya flm Spider-Man: Homecoming ini berawal ketika komputer Sony Pictures diretas pada 2014 lalu, banyak yang gusar akan kelanjutan proyek film Spider-Man. Andrew Garfield yang menjadi suksesor Tobey McGuire sebagai Manusia Laba-laba di The Amazing Spider-Man, dinilai tak cukup baik untuk mengangkat franchise tersebut agar sejajar secara komersial dengan para superhero seperti Iron Man, Thor, dan Captain America.

Akhirnya Sony dan Marvel mengumumkan kerjasama mereka untuk membawa Spidey ke dalam Marvel Cinematic Universe (MCU). Kursi produser diambil alih Kevin Feige, bos Marvel Studios yang bertanggung jawab atas kesuksesan para karakter superhero Marvel di layar lebar. Tak ada lagi nama Avi Arad yang sebelumnya menangani semua film Spider-Man, mulai dari trilogi garapan Sam Raimi hingga arahan Marc Webb.

Feige menunjuk Jon Watts yang sebenarnya tak punya portofolio bagus-bagus amat. Tapi hasilnya, Spider-Man: Homecoming memiliki racikan pas untuk membawa Tom Holland menjadi Spider-Man paling asyik, keren, dan proporsional melebihi para pendahulunya.

Spider-Man: Homecoming adalah tontonan wajib yang menghibur dan menyenangkan seperti naik roller coaster. Jika dirasakan ada yang kurang, mungkin pertarungan akhir yang kurang klimaks antara Spidey dan The Vulture.  Perasaan seperti ditinggal kekasih saat sedang sayang-sayangnya.

Beberapa hal menarik lainnya dari film ini adalah keberagaman karakternya. Selain itu kemunculan Bibi May (Marisa Tomei) tak lagi digambarkan konservatif, melainkan tante gaul yang asyik bagi generasi milenial.

Peter Parker identik dengan Mary Jane (MJ) dan Gwen Stacy. Namun, sutradara Jon Watts sama sekali tak menyebut dua nama itu dalam film kali ini. Parker justru akan sering berinteraksi dengan karakter bernama Michelle yang diperankan Zendaya. Menurut situs Bleeding Cool, karakter Michelle agak jutek terhadap Parker. Di salah satu scene, Michelle berkata, ”Panggil aku MJ.” (par/jawapos.com)

Film Hantu Sei Ladi, Kisah Misteri dari Batam

batampos.co.id – Film Hantu Sei Ladi yang bernaung di bawah perusahaan Pedita Group sudah memasuki tahapan promosi. Film ini direncanakan akan tayang di layar bioskop Blizt pada Agustus mendatang.

Business Development, Rifai mengatakan film ini akan menjadi tonggak kebangkitan industri kreatif di Batam. Karena hampir semua kru dan pemainnya adalah warga Batam.

“Meskipun ada aktor yang dari Malaysia dan Singapura, film ini murni menjadi wadah bagi insan perfilman Batam,” kata Rifai saat mengunjungi Batam Pos, Selasa (4/7).

Mengangkat kisah yang konon terjadi di Jembatan Sei Ladi, dimana ada peristiwa hilangnya seorang anak berkebutuhan khusus dalam sebuah kecelakaan.

“Pencarian korban itu tidak membuahkan hasil, sampai akhirnya keluarga yang belum terima dengan kepergian anak ini merasakan kehadiran sosok anak tersebut dalam lingkungan keluarganya,” jelasnya.

Sebelumnya, di dalam hutan Sei Ladi tersebut, arwah sang anak bertemu dengan beragam hantu dan mahluk astral lainnya.

“Untuk make up artisnya menghadirkan efek menyeramkan ini, juga dilakukan oleh anak Batam,” ujarnya.

Februari lalu, casting film ini juga sukses menyedot perhatian ribuan warga yang ingin memerankan tokoh di Film garapan Sutradara Ibonk Hermansyah ini.

“Peserta casting ternyata tidak hanya dari Batam, tetapi juga dari Tanjungpinang, dan Karimun,” kata Asisten Sutradara, Guntur.

Dia mengungkapkan kekaguman dengan akting anak-anak Batam yang totalitas dalam memainkan perannya.

“Ternyata Batam ini menyimpan potensi anak-anak berbakat dalam dunia seni peran, saya sangat bangga,” ujarnya.

Guntur mengungkapkan pihaknya juga Juli ini akan melakukan tahap promosi sebelum menayangkan pada bulan berikutnya. “Mengenai tanggal tayang masih tentatif, nanti akan kami informasikan lebih lanjut lagi,” katanya.(cr18)

Sekejap Je…. Wonder Woman Bukukan Rp 3 Triliun

batampos.co.id – Wonder Woman mendapat respon positif dari penikmat film.

Di Amerika Utara, rilisan terbaru Warner Bros. dan DC Comics itu berhasil meraup USD 100,5 juta (Rp 1,335 triliun) selama akhir pekan.

Di luar negeri, ia mengumpulkan USD 122,5 juta (Rp 1,631 triliun). So, sekitar Rp 3 triliun sudah dibukukan.

Catatan tersebut mengantarkan film yang disutradarai Patty Jenkins itu membukukan beragam rekor. Wonder Woman menjadi film superhero perempuan dengan pendapatan pekan perdana tertinggi.

Jenkins juga menggeser Sam Taylor-Johnson sebagai sutradara perempuan dengan pendapatan opening weekend tertinggi. Pada 2015, film Fifty Shades of Grey arahan Taylor-Johnson dinobatkan menjadi nomor satu dengan capaian USD 85,2 juta (Rp 1,132 triliun).

Wonder Woman pun berada di peringkat ke-16 film superhero dengan pendapatan lebih dari USD 100 juta. Bahkan, pendapatan debut film berbujet USD 150 juta (Rp 2 triliun) tersebut mengungguli beberapa film superhero cowok rilisan Marvel. Yakni, Thor (2011), Thor: The Dark World (2013), Captain America: The First Avengers (2011), serta Iron Man (2008).

Superheroine asal Amazon itu mampu memutus lesunya pendapatan film awal musim panas selama 18 tahun terakhir. Rilisnya Wonder Woman pada awal Juni (untuk Amerika Utara) sukses menaikkan pendapatan awal musim panas hingga 33 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Salah satu adegan Gal Gadot di Wonder Woman. (warner bros via imdb)

Wonder Woman juga mengubah komposisi penonton. Bila biasanya film superhero didominasi 60 persen penonton pria, kali ini proporsi penonton lebih imbang. Film pertama Wonder Woman selama 76 tahun tersebut didominasi perempuan, yang mencapai 52 persen dari total penonton.

Hal itu sesuai dengan prediksi Jenkins. Sejak awal promo, dia optimistis bahwa Wonder Woman yang penuh dengan adegan laga tetap diminati kaum hawa. ’’Aku yakin, perempuan juga suka film action dengan cerita yang bagus dan koreografi yang matang. Bakal kubuktikan lewat Wonder Woman,’’ ucapnya, sebagaimana dikutip Comicbook.

Warner Bros. pun puas dengan ’’investasi’’ selama nyaris 15 tahun tersebut. Presiden distribusi domestik Jeff Goldstein terang-terangan memuji Jenkins sebagai talenta sejati. ’’Patty punya visi yang memukau. Tentu saja, film ini bakal bisa diterima dan dicintai moviegoers di berbagai penjuru dunia,’’ ujarnya, sebagaimana dikutip The Hollywood Reporter. Dia menggaransi, superhero dengan alter ego Diana Prince itu akan lebih banyak tampil di layar lebar.

Kesuksesan Jenkins juga diharapkan membuka jalan buat sutradara perempuan di Hollywood lainnya untuk berkiprah di film-film blockbuster. ’’Semoga persepsi tidak masuk akal tentang perempuan yang tidak cocok menggarap film berbujet besar bisa runtuh,’’ tutur Paul Dergarabedian, analis media senior ComScore. (The Hollywood Reporter/Slate/CNN/fam/c18/na)

“The Keepers” Sajian untuk Sang Penjaga Kebudayaan, Persembahan CNN

Cable News Network (CNN) International ternyata mengamati gencarnya promosi branding Wonderful Indonesia sehingga tertarik untuk menggali dan membagi informasi kepada penontonnya mengenai kekayaan budaya nusantara.

Lembaga broadcast yang terkenal dengan sajian berita-berita internasional itu memiliki program The Keepers yang mengangkat kekayaan tradisi Indonesia.

Dalam trailer yang terpajang di laman CNN, The Keepers mengajak pemirsanya melihat langsung orang-orang yang terus menjaga tradisi di Indonesia.

Trailer itu dibuka dengan Candi Prambanan yang memiliki  Sendratari Ramayana. Selanjutnya ada sosok yang melertarikan batik dan pembuatan topeng kayu.

Seri The Keepers-Celebrating Indonesia yang ditayangkan CNN International juga dimuat pada digital media asset di lembaga penyiaran milik Ted Turner itu. Produksinya tidak dibiayai oleh Kemenpar, namun merupakan hasil negosiasi perjanjian kerja sama dengan CNN International terkait placement iklan 30 detik Wonderful Indonesia di channels itu yang tayang sampai bulan Desember 2017.

Ada 12 digital video yang masing-masing berdurasi 30 detik. Ke-12 video itu dirilis dalam dua bagian yang masing-masing enam video.

The Keepers yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia itu telah tayang perdana pada  Rabu (31/5) pukul 16.30 WIB dan pukul 23.30 WIB. Program itu juga dapat disaksikan diseluruh dunia khususnya di Hong Kong, Beijing, Kuala Lumpur, Manila, Singapore dan Taipei pada Sabtu (3/6) pukul 09.00 WIB dan 18.30 WIB, serta Minggu (4/6) pukul 12.30 WIB.

Lantas, apa yang diangkat CNN dalam tayangan berdurasi 30 menit itu? Yang pertama adalah dalang wayang atau the puppet master.

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia juga mendapat pengaruh Buddha dan Hindu selama berabad-abad. Aspek ketiga agama itulah yang bisa dilihat dalam pertunjukan wayang kulit.

Dalam pergelarang wayang kulit ada legenda Islam, epos Hindu, hingga cerita lokal. Secara tradisional, dalang dalam pertunjukan wayang  adalah laki-laki.

Namun baru-baru ini, sejumlah gadis muda telah memilih menjadi dalang. Bahkan ada yang menjadi favorit penonton di Jawa.

Selanjutnya adalah batik. Di Indonesia ada sosok yang sangat lekat dengan batik, yakni mendiang Iwan Tirta.

Desainer kondang itu melambungkan batik dengan rancangan yang rumit. Dia memiliki merek Iwan Tirta Private Collection yang sangat populer.

Salah satu puncak prestasi Iwan Tirta adalah ketika batik kreasinya dikenakan para kepala negara pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 1994 di Bogor. Pada pertemuan internasional itu pula tokoh kaliber dunia seperti Presiden AS Bill Clinton, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad hingga pemimpin generasi ketiga Repiblik Rakyat Tiongkok (RRT) Jiang Zemin kompak berbatik.

Sepeninggal Iwan Tirta pada 2010, ada Era Soekamto. Dia membawahi sekitar 800 pengrajin yang memproduksi batik tulis. Di segmen itu pula CNN The Keepers melihat Era Soekamto membuat orang tertarik untuk mempelajari kerajinan teliti ini.

Selanjutnya, dari batik bergeser ke sambal. Bagi sebagian besar orang Indonesia, sambal menjadi suatu keharusan.

Namun, resep untuk saus panas khas Indonesia itu memang bervariasi karena tergantung wilayahnya. Bisa manis, asin atau asam. Tapi selalu pedas!

Festival Makanan Ubud mencoba mengangkat profil makanan Indonesia di panggung dunia. Tahun ini akan termasuk sambal cook-off. CNN bertemu dengan koki Jon Priadi dan Janet DeNeefe untuk menyederhanakan sambal lezat dan beragam masakan Indonesia.

Kemudian ada Sendratari Ramayana, yang menurut Menpar Arief Yahya merupakan panggung yang keren dengan back ground Candi Prambanan yang bagus. Candi itu tampak bagus, karena lighting yang membuat lekukan candi itu terlihat detail. Ramayana merupakan sebuah puisi Hindu kuno yang mengilhami seni di Asia, mulai dari lukisan hingga menari.

Candi Prambanan Yogyakarta memiliki ukiran yang menceritakan kisah terkenal itu. Sutradara Sendratari Ramayana di Prambanan pun menjelaskan karakter dalam epos itu sebelum melakukan pertunjukan yang indah di panggung terbuka.

Mau tahu lebih detail? “Silakan saksikan The Keepers – Celebrating Indonesia hanya di CNN,” promo Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI di Jakarta. (*)

TOP THREE