Hendra digelandang Polisi. foto: dalil harahap / batampos.co.id
Hendra digelandang Polisi.
foto: dalil harahap / batampos.co.id

Pelaku penyekapan dan perampokan terhadap Herman karyawan PT Rintis Sejahtera di kawasan Bandara Hang Nadim, Senin (29/12) lalu, telah dibekuk polisi, Selasa (30/12) sore.

Adalah Hendra Saputra Silaban, pelaku penyekapan dan perampokan itu. Ia dibekuk saat hendak check in di salah satu hotel di kawasan Nagoya.

Pria 29 tahun itu ditangkap bersama En salah satu teman wanitanya. Dari tangannya  polisi menyita barang bukti, sebilah pisau, satu unit ponsel Samsung, Jam tangan, baju, dan dompet serta uang tunai Rp5,5 juta plus selembar uang Dolar singapura senilai 1000 dolar.

Pisau itu dibeli pelaku sebelum merampok di pasar Top 100 Jodoh. Sementara Ponsel, baju, jam tangan dan dompet dibeli dari uang hasil rampokan itu.

“Total uang yang diambil pelaku dari tangan korban Rp20-an juta,” ujar Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safrudin, Rabu (31/12).

Pelaku dibekuk berdasarkan petunjuk dari korban pasca membuat laporan ke Mapolresta Barelang.
“Pelaku dan korban ini saling kenal, pelaku nekat merampok korban karena terbelit utang,” kata Asep.

Dari pengakuan tersangka, aksi perampokan itu sudah direncanakan sebelumnya. Hendra yang merasa terbeban oleh utang sekitar Rp30 an juta mengetahui kegiatan korban sebagai penjemput uang perusahaan untuk disetorkan ke bank. Hari itu Hendra mengetahui Herman hendak menyetor uang ke bank hasil tagihan dari berbagai perusahaan yang disuplai perusahaan tempat kerja Herman.

Senin itu, Hendra meminta Herman untuk menemuinya di kawasan pelita.

“Perjumpaan itu dengan alasan pelaku akan membahas hal penting tentang pekerjaan kepada korban,” kata Asep.

Singkat cerita mereka berjumpa. Hendra naik ke mobil Herman. Tak dinyana Hendra langsung menempel pisau dapur yang baru dibelinya ke perut Herman.

Herman didesak menuju hutan Sei Temiang.

Sampai di hutan Temiang, arah Tanjungriau, Hendra mengikat kaki dan tangan Herman serta melakban mulut korban. Hendra mengambil alih mobil lalu menuju ke Bandara Hang Nadim Batam.

Tiba di parkiran Bandara Hang Nadim Batam, Hendra membiarkan Herman terikat di jok belakang mobil. Uang yang di tas Herman diambil sekitar Rp20-an juta.

“Rencananya saya mau langsung beli tiket ke Jakarta,” kata Hendra.

Namun saat sedang antre untuk membeli tiket, mendadak alarm mobil Herman berbunyi dan langsung dikerumuni banyak warga dan polisi. Takut aksinya langsung ditangkap polisi, pelaku mengurungkan niatnya membeli tiket pesawat dan memilih menaiki salah satu taksi ke arah Nagoya.

“Di Nagoya saya jumpa dengan En teman dekat saya, terus saya belanja barang – barang ini, kemudian mutar-mutar seharian di wilayah Bengkong bersama En,” katanya.

“Saya menyesal, dia (korban) memang teman saya, tapi saya terpaksa karena utang saya, saya betul-betul ambil uang itu buat bayar utang, itupun tak semuanya mau dilunasin,” kata Hendra.

Atas perbuatannya itu Hendra diancam pasal 365 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. (eja)

Respon Anda?

komentar