BATUAMPAR (BP) – Penghuni Rumah susun sewa (rusunawa) Lancang Kuning, Batuampar, heboh pada Kamis (1/1) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Pasalnya, Felix, penghuni kamar 218 di lantai II Blok Putri di Rusun BPJS Ketenagakerjaan itu, ditemukan tewas tanpa busana dengan tubuh bersimbah darah di taman depan blok rusun yang ditempatinya.

Pria kelahiran Lampung yang genap berusia 31 tahun pada malam pergantian tahun itu, tewas dengan kondisi leher digorok. Dia diduga korban pembunuhan. Sebab saat ditemukan, pria ini dalam posisi telentang bersimbah darah di sekujur tubuhnya.

Petugas keamanan bersama penghuni rusunawa yang melihat peristiwa itu, mencoba menyelamatkan Felix dengan membawa ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam. Namun nyawanya tak tertolong. Felix diduga sudah meninggal akibat luka robek di lehernya, sebelum ditemukan penghuni maupun petugas keamanan rusun.

”Sepertinya sudah meninggal sebelum kami temukan. Kami panik, makanya membawanya ke sini (RSBK),” ujar Chief Sekuriti Rusun Lancang Kuning, Jalni Adi di RSBK Batam, kemarin.

Jalni menuturkan, di RSBK, petugas medis membersihkan tubuh Felix dan menjahit luka robek di lehernya, lalu dibaringkan di kamar mayat. Wajah korban terlihat memar membiru.

Jalni menjelaskan, kejadian yang menimpa karyawan Farmasi itu, tidak diketahui secara pasti. Felix pertama kali ditemukan Irawan dan sekuriti di rusun tersebut. Korban ditemukan saat sudah tergelak di taman di bawah blok kamar yang ditempatinya. ”Dibunuh atau bunuh diri kami tak tahu. Sudah kami laporkan ke polisi, polisi juga sudah olah TKP (tempat kejadian perkara, red) tadi pagi (kemarin, red),” kata Jalni.

Yang pasti, lanjut dia, dari pengamatan sekuriti di lokasi kejadian, kamar korban terlihat sangat berantakan. Namun, hape, laptop, serta isi lemari korban masih terlihat utuh di kamar tidurnya. Di dalam kamar korban juga tak ditemukan ada pisau, hanya pisau silet tapi itupun masih bersih tak ada bercak darah apapun. ”Hanya pakain dalamnya berserahkan di lantai,” sebut Jalni.

Namun yang mengejutkan, lantai kamar dipenuhi bercak darah. Bahkan darah terlihat menetes hingga tangga naik menuju lantai III. ”Di lantai tiga, di tembok teras yang sejajar dengan taman lokasi penemuan mayatnya ada bercak darah seperti orang pegang di tembok gitu,” jelasnya.

Menurut dia, jika korban dibunuh, maka pelaku terlebih dahulu menggorok lehernya di dalam kamar dan menyeret ke lantai tiga dan membuangnya dari lantai tiga, sehingga korban ditemukan tergeletak di taman rusun. ”Begitu juga kalau dia bunuh diri, sesudah menggorok lehernya dia naik ke lantai III dan terjun,” asumsi Jalni lagi. (eja)

Respon Anda?

komentar