Warga pengguna jalan di wilayah Tiban dan Nongsa Point masih dibuat resah dengan kehadiaran segerombolan remaja pengendara motor yang membawa senjata tajam dan bentungan.

“Didepan mata saya, mereka rampas tas seorang ibu di depan Nongsa point,” ujar Anton salah satu warga Baloi yang pada hari raya tahun baru berekreasi di Pantai wilayah Nongsa.

Begitu juga dengan Andre warga Batuaji yang mengaku terusik saat melewati jalan raya di depan South Link Sekupang, pada hari yang sama.

“Sekitar pukul 19.00 WIB, mereka (anak geng motor) kumpul dengan pentungan dan samurai di depan South Link, takutnya mereka malak lagi dan melukai warga pengguna jalan,” katanya.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safrudin pun geram mendengar keluhan itu. Sejumlah personil kepolisian pun dikerahkan untuk memanatau dan menangkap para pelaku kriminal jalanan itu.

“Timsus sudah dikerahkan, pasti ketangkap nanti,” kata Asep.

Malam pergantian tahun, sambung Asep, timsus polresta Barelang sudah sempat mengamankan sejumlah remaja yang diduga anggota geng Motor di wilayah Batam Center, namun mereka tak ditahan karena tak ditemukan senjata tajam atau benda berbahaya lainnya.

“Kami beri peringatan saja, tapi kalau lain kali kamii dapat mereka berkumpul lagi, akan diberi tindakan tegas,” ujarnya lagi.

Untuk menumpas keberadaan kelompok geng motor kriminal ini, polresta Barelang sudah membentuk timsus terdiri 20 regu pemburu anggota geng motor.

“Anggota dilengkapi senjata, kalau tertangkap basah dan melawan, anggota diizinkan menembak,” kata Asep. (eja)

Respon Anda?

komentar