BATAM (BP) – Klaim Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Kabag Humas Pemko Batam, Ardiwinata, terkait pengadaan mobil dinas (mobdin) Wali kota Batam jenis Toyota Land Cruiser seharga Rp 1 miliar yang sudah sesuai prosedur dan mendapatkan persetujuan Badan Anggaran DPRD Batam, membuat sejumlah anggota dewan berang.

JefriJefri Simanjuntak, anggota Komisi III dan Udin Sihaloho dari Komisi IV DPRD Batam, mempertanyakan pengadaan mobil dinas mewah untuk Walikota Batam itu, bahkan menurut mereka mekanisme pengadaannya patut dicurigai. ”Kalau memang bijak, buktikan pengadaan mobil dinas mewah Wali Kota Batam sudah sesuai prosedur seperti sudah mendapatkan persetujuan dari legislatif. Tunjukkan bukti konkritnya, ,” kata Jefri diamini Udin.

Udin maupun Jefri mengaku tak pernah mendengar bahkan mengetahui adanya pembahasan di Banggar mengenai usulan pengadaan mobil dinas mewah Wali Kota Batam seharga Rp1 miliar itu. Bahkan, kata Udin, seluruh rapat di DPRD Batam ada rekamannya. ”Siapa dari Banggar yang menyetujui pengadaan mobdin mewah Wali Kota Batam. Ini perlu diusut dan dicari tahu. Kami yakin itu diambil dari APBD perubahan karena tidak ada diusulkan di APBD 2014,” tegas Udin.

Jefri pun menyebut mobil dinas mewah wali kota Batam itu mobil siluman karena pengadaannya serba misterius. ”Pihak berwenang harusnya turun mengusut pengadaan mobdin mewah wali kota Batam ini. Mustahil kami dari DPRD tak tahu kalau memang penganggarannya melalui rapat Banggar yang resmi,” tegas Jefri.

Sementara itu, komentar berbeda dari anggota Komisi II DPRD Batam, Budi Mardianto. Menurutnya tak ada yang dipersalahkan atas pengadaan mobil dinas mewah Wali Kota Batam seharga Rp1 miliar itu. ”Wajar sih, selama itu pengadaannya memang jelas dan disetujui Banggar DPRD Batam. Mustahil tak ada satupun anggota DPRD Batam yang tak menyetujui pengadaan mobdin wali kota seharga Rp1 miliar, pasti ada itu,” ujar Budi.

Sementara Batam Pos sempat mendatangi bagian aset Pemko Batam. Namun yang berwenang ternyata berhalangan masuk kantor karena sedang sakit sudah dua hari.

”Yang lebih tahu tentang mekanisme pengadaannya di bagian aset Pemko Batam. Kalau lainnya tak tahu hal itu,” ujar Kabag Humas Pemko Batam, Ardiwinata.

Ardi kembali mengatakan pembelian mobil dinas baru Wali Kota Batam telah diketok palu oleh DPRD Kota Batam pada periode lalu dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2014. Dia juga mengklaim jika pengadaan mobil mewah berjenis sport utility vehicle (SUV) Toyota Land Cruiser itu telah sesuai prosedur.

”Meskipun itu (DPRD) yang lama, tapi secara kelembagaan kan mereka sudah setuju. Proses (pengajuannya) juga telah dilalui kemudian disetujui. Kalau memang dari awal tak disetujui, kan gak mungkin kita lanjutkan,” kata Ardi, Selasa (6/1).

Pihaknya juga menyayangkan jika baru sekarang ada beberapa kalangan yang memprotes pengadaan mobil dinas tersebut. Padahal, dulu ketika proses pengajuan tak ada yang mempersoalkannya.

Disinggung mengenai prosedur pengadaan mobil yang juga bisa dikendarai untuk medan off road tersebut, Ardi mengatakan semua dilalui sesuai aturan yang ada. ”Kita melalui lelang (tender) kok, yang mengurus itu bagian aset atau unit layanan pengadaan (ULP),” terangnya. (gas/rna)

Respon Anda?

komentar