BATAM (BP) – Masyarakat Batam kembali mengeluhkan tumpukan sampah yang tak kunjung diangkat dari kawasan perumahan mereka. Bahkan, beberapa warga Bidaayu Mangsang, Seibeduk mengancam akan mengangkut sampah-sampah itu ke kantor Wali Kota Batam di Batamcentre.

”Kami akan swakelola sampah seperti ajakan Pemko (Batam), tapi itu nanti kami buang ke Kantor Wali Kota Batam,” kata Kriston Gultom, warga Bidaayu kepada Batam Pos, Rabu (7/1).

Warga di daerah tersebut, kata dia, tak hanya mengeluhkan bau menyengat akibat sampah yang tak beres diangkut selama sepekan terakhir. Tumpukan sampah juga mengundang lalat yang akhirnya menyerbu ke rumah-rumah warga. ”Saya kemarin muntah-muntah karena terindikasi muntaber. Kesehatan kami mau jadi taruhannya?” kata Kriston.

Senada dengan itu, Bertus, warga lainnya juga mengeluh karena Pemko Batam dinilai tak becus mengurus perkara pengangkutan sampah. ”Swakelola sampah ke kantor Wali Kota Batam itu sebagai protes kebobrokan DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan) menangani sampah,” kata pria yang juga pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Mangsang tersebut.

Sementara itu, pihak Pemko Batam melalui Kabag Humas Ardiwinata mengatakan pihaknya juga tengah berupaya keras menuntaskan persoalan sampah. Tak hanya menurunkan alat berat, kata dia, satuan polisi pramong praja (Satpol PP) juga diterjunkan untuk membantu mengangkut sampah di beberapa perumahan di Batam.
”Mohon sabar, kami upayakan dalam dua hari ini sampah bisa terselesaikan,” ucap Ardi.

Dia juga meminta masyarakat memahami proses lelang untuk mencari pihak yang akan mengelola sampah di beberapa kecamatan di Batam seperti Bengkong, Batuampar, dan Lubukbaja yang hingga kini belum selesai. Sedangkan 9 kecamatan lain dikerjakan dengan swakelola oleh Pemko Batam melalui DKP.

”Kemarin kan juga Natal dan tahun baru sehingga volume sampah tinggi tapi pengangkutnya libur. Tapi dalam dua atau tiga hari ini akan normal kembali,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Rudi  menginstruksikan tim gabungan dari Satpol PP serta pengangkutan sampah DKP Batam untuk mengatasi penumpukan sampah hingga ada pemenang lelang pengangkutan sampah untuk tiga kecamatan, yakni Bengkong, Batuampar, dan Lubukbaja.

”Saya perintahkan tim gabungan tetap mengangkut sampah sampai dapat pemenang lelang pengangkutan sampah. Ini sampah adalah permasalahan publik, jadi pemerintah harus menyelesaikan,” ujar Rudi kepada Batam Pos saat meninjau langsung pengangkutan sampah di Mega Legenda, Batamcentre, pagi kemarin.

Lelang pengangkutan sampah sebenarnya sudah dilakukan pada Oktober tahun lalu. Tapi sampai sekarang belum didapat pemenangnya alias lelang gagal. Rudi menegaskan kalau pengangkutan menunggu kapan dapat pemenang lelang pengangkutan sampah, dipastikan sampah akan menggunung dan tak akan terangkut-angkut.

Rudi menuturkan, pengangkutan sampah oleh tim gabung dilakukan siang dan malam. Untuk pagi sampai sore, petugas mengangkut sampah di wilayah Batamkota, Nongsa, dan Seibeduk. Malamnya, tim bergerak di wilayah Bengkong, Batuampar, serta Lubukbaja. Sedangkan di wilayah Sagulung, Batuaji, dan Sekupang dari petugas DKP.(rna/gas/ceu)

Respon Anda?

komentar