Target pendapatan Pemko Batam dari retribusi sampah sangat jauh sekali nilainya dibandingkan anggaran untuk pengelolaan sampah di Batam. Untuk tahun ini Pemko Batam memberikan target pemasukan Kota Batam dari pungutan retribusi sampah hanya sebesar Rp28 miliar. Sedangkan anggaran untuk pengelolaan sampah dari APBD sebesar lebih dari Rp80 miliar pertahunnya.
JefriHal itulah yang nampak timpang sekali sehingga menampakkan ketidakseriusan Pemko Batam untuk menggenjot atau meningkatkan PAD Pemko Batam dari retribusi sampah.
Seperti yang dikatakan oleh anggota Komisi III DPRD Batam, Jefri Simanjuntak dikantornya, Jumat (9/1) siang.
“Ini konyol, disaat daerah lainnya berlomba-lomba untuk meningkatkan PAD nya, justru Batam pemerintahannya ogah-ogahan dan terkesan tak punya niat untuk itu,” ujar Jefri.
Jefri menegaskan, jika diseriusi atau dikerjakan secara sungguh-sungguh, pendapatan retribusi sampah di Batam dalam setahun Rp30 miliar itu sangat mudah.
“Ini dari tiga tahun lalu, satgas retribusi sampahnya itu-itu saja orangnya. Bahkan jumlahnya pun hanya 55 orang untuk menghandel seluruh wilayah Batam. Gimana bisa capai pendapatan yang tinggi dari retribusinya, untuk menambah tenaga satgas atau tukang kutip retribusi saja, Pemko Batam ogah-ogahan,” imbuh politisi PKB ini.
Jefri menegaskan, kalau PAD dari retribusi sampah itu tak benar dikatakan bocor. Faktanya adalah Pemko Batam tak mau bekerja untuk hal yang sepele meningkatkan PAD nya sendiri dari retribusi sampah yang kalau diseriusi mampu menghasilan PAD yang sangat besar dalam setahunnya bahkan mampu menutupi operasional pengelolaan sampah.
“Saya dari dulu meminta kepada DKP untuk menambah jumlah satgas retribusi sampahnya minimal 50 persen dari jumlah satgas yang sudah ada. Tapi apa kenyataannya mereka tak mau menambah jumlahnya dan mempertahankan jumlah satgas yang sudah ada,” terang Jefri.
Retribusi sampah sendiri sifatnya berbeda dibandingkan retribusi yang lainnya seperti parkir. Kalau untuk retribusi sampah, tak bisa dideteksi mana masyarakat yang mau membayar dan mana masyarakat yang tak mau membayar retribusi sampah.(gas)

Respon Anda?

komentar