BATAMKOTA (BP) – Warga Perumahan Botania Garden RT04/RW29 Kelurahan Belian, Batamkota menggerebek pasangan mesum di salah satu kontrakan Blok H15, Minggu (11/1) sekitar pukul 12.00. Pasangan itu adalah Sk dan Sp yang belum terikat tali pernikahan. Bahkan, untuk memberikan efek jera, pelaku diarak keliling komplek dan kepalanya digunduli.

Penggerebekan berawal saat Sp yang bukan warga perumahan tersebut berkunjung ke rumah Sk. Sk yang berada di dalam rumah langsung membukakan pintu dan Sp pun masuk. Awalnya warga yang tengah disibukkan dengan gotong royong di depan SD Negeri 9 membiarkan saja. Cukup lama di dalam rumah, pasangan ini tak juga keluar rumah. Hal itu menimbulkan kecurigaan warga yang langsung melihat ke dalam rumah yang memang pintunya dibiarkan terbuka.

Tapi sayang, saat itu warga tak mendapati satu orang pun di dalam ruang tengah rumah tersebut. Karena penasaran, warga pun mendatangi rumah dan memanggil Sk. Lama dipanggil, Sk keluar dengan hanya mengenakan selembar handuk. Warga yang heran langsung menanyakan keberadaan si perempuan yang berkunjung ke rumahnya. Namun Sk tak bisa menjawab.

Melihat tingkah mencurigakan ini, warga langsung membuka pintu kamar yang awalnya dalam keadaan tertutup. Di dalam kamar, warga mendapati Sp dalam keadaan tanpa busana.

”Mereka sudah lama kami intai. Tadi (kemarin, red), mereka lama di dalam rumah. Makanya kami datangi. Setelah kami datang ia mencoba menghalangi kami yang ingin masuk. Tapi usahanya gagal. Dan ternyata kami dapati ceweknya telanjang tanpa pakaian apapun di atas tempat tidur,” kata Arbaudin, warga Botania yang ikut melakukan penggerebekan.

Mendapati pemandangan itu, warga pun langsung menanyakan apa yang mereka lakukan. Namun pasangan ini tak bisa menjelaskan. Karena kesal, warga langsung mengarak pasangan ini keliling komplek. Rambut pasangan ini juga dipangkas habis (botak).

”Mereka mengaku melakukan atas dasar suka sama suka. Status mereka adalah janda dan duda. Tapi untuk memberi efek jera kita bawa mereka keliling komplek dan kepalanya digunduli,” jelas pria yang akrab disapa Udin ini.

Tak hanya itu, kata Udin. Pasangan ini juga diwajibkan membayar denda 50 sak semen dan membuat perjanjian untuk segera melangsungkan pernikahan untuk menghindari zina. (she)

Respon Anda?

komentar