BATAM (BP) – Bharada Harris Dramenda babak belur karena menjadi korban pengeroyokan di perumahan Genta 1, Batuaji. Dia terpaksa dilarikan ke RSUD Embung Fatimah sekitar pukul 22.30 WIB, Senin (12/1) lalu.

Informasi yang dihimpun, sebelum dikeroyok, Harris terlibat cek cok dengan dengan dua warga setempat yang mengendarai sepeda motor di jalan raya depan Aviari. Saat itu warga hendak kembali ke kos-kosan mereka dan dibuntuti oleh Harris.

Sampai di kos-kosan, dua warga itu berteriak maling mengundang erhatian warga lainnya. Warga langsung berhamburan dan mengejar Harris. Ia sempat melukai tiga warga dengan sangkur yang dibawanya.

“Saya sempat mendengar teriakan maling. Setelah dilihat, warga sudah kumpul dan hajar orang itu (Harris,red),” ujar Rian salah satu warga.

Harris sempat menyatakan bahwasannya dirinya adalah seorang polisi. Ketua RT setempat kemudian membawanya ke tempat yang terbuka untuk menghindari makin beringasnya warga.

“Tak lama datang Provos Brimob jemput orang itu lalu membawanya ke rumah sakit,” ujar Rian lagi.

Edi, Ketua RW 06 Genta 1 mengatakan masalah warganya dengan Harris telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Kasat Brimob Polda Kepri Kombes Torry Christianto mengatakan pengeroyokan itu akibat salah paham antara anak buahnya dengan warga.

“Anggota saya baru pulang isi bensin dan dipepet warga sampai jatuh lalu ribut sampai di perumahan itu. Ini hanya salah paham,” katanya.(cr5)

Respon Anda?

komentar