Polisi lalulintas mulai menertibkan angkutan kota (angkot) yang ugal-ugalan dan berhenti sembarangan di pinggir jalan.

Wakasat Lantas Polresta Barelang AKP Ida Mardiana mengatakan, akibat aksi ugalan-ugalan dan amburadulnya aktifitas muat dan turun penumpang angkotan umum kerap menyebabkan kecelakaan lalulintas dan kemacetan arusa lalulintas.

“Seperti di simpang Panbil, kalau jam sibuk, pasti macet dan kerap kecelakaan, itu karena angkot tak ada aturan parkirnya. Membandel dan parkir menurunkan ataupun menaikan penumpang semau mereka,” ujar Wakasat Lantas Polresta Barelang AKP Ida Mardiana, Kamis (15/1).

Penertiban ini untuk mengatur dan menyadarkan supir angkot agar menurunkan dan menaikan penumpang di halte yang disediakan. “Sudah belasan angkot yang diamankan karena bandel meskipun sudah ditegur,” kata Ida.

Angkot-angkot yang diamankan itu akan diproses lebih lanjut dan dikenai pasal Pasal 302 jo pasal 126 UU Lalulintas tahun 2009. “Kalau melanggar ya diproses,” tutur Ida.

Khusus untuk menertibkan aksi ugal-ugalan dan ketidak patuhan supir angkot di jalan raya, Satlantas polresta Barelang menerjunkan delapan anggota Satlantas di simpang-simpang atau lokasi rawan macet mulai 06.00 -22.00 WIB setiap hari.

“Selain anggota khusus itu, ada juga anggota patroli yang ditugaskan khusus mengawasi aktifitas angkot di jalan raya,” tuturnya.

Jalan yang rawan kecelakaan dan macet akibat supir angkot ayng tidak disiplin itu terlihat di Simpang Panbil, dibawa jembatan penyebarang orang depan SP Plaza, Fanindo Batuaji dan sejumlah titik persimpangan di Bengkong dan Batuampar. Angkotan penumpang kerap berhenti di lokasi larangan parkir. Sehingga kerap menimbulkan kecelakaan dan macet panjang. (eja)

Respon Anda?

komentar