BATAM (BP) – Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safrudin bertekat untuk menumpas tuntas keberadaan geng motor yang kerap melakukan tindakan-tindakan kriminal di Batam. Selain menyebarkan tim khusus pemburu kelompok geng motor kriminal, upaya preventif juga gencar dilakukan ke sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat di Kota Batam.

”Yang diutamakan adalah upaya preventif (pencegahan) dari dini. Upaya hukum bagi pelaku itu sudah pasti jika tertangkap, tapi alangkah bagusnya kalau kita lakukan pencegahan sejak dini dengan turun ke sekolah-sekolah,” kata Asep di Mapolresta Barelang, Jumat (16/1).

Kapolresta menuturkan, selama ini anggota geng motor kriminal banyak ditemui dari kalangan anak usia sekolah, terutama pelajar tingkat SMP dan SMA.

Dalam upaya preventif, sambung Asep, sudah menyeruhkan seluruh jajarannya baik di Mapolresta Barelang maupun Mapolsek untuk turun ke sekolah-sekolah sebagai inspektur upacara pada apel pagi setiap  Senin.

”Kapolsek-kapolsek sudah saya arahkan untuk turun mengikuti apel pagi setiap Senin di sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA,” ujarnya.

Selain itu, Asep juga menyampaikan kepada segenap siswa dan tenaga pengajar, diimbau untuk selalu menyadari pentingnya hidup berdampingan yang aman dan damai. ”Kita arahkan anak-anak ini untuk tidak terlibat baik sebagai korban maupun pelaku aksi kejahatan termasuk kejahatan jalanan ini,” ucapnya.

Disamping mendatangi sekolah-sekolah untuk sosialisasi kamtibnas, sambungnya, kegiatan persuasif juga dilakukan dengan mendatangi kelompok masyarakat, RT/RW, Ormas, dan instansi lainya guna mengingatkan pentingnya menjaga perilaku dan gerak-gerik anak usia sekolah di luar jam sekolah.

”Kepada orangtua kami mengimbau agar memperhatikan gerak gerik putra atau putrinya di rumah, jangan biarkan anak-anak keluar lewat dari jam 10 malam. Mari sama-sama jaga anak-anak kita semua,” terangnya.

Untuk kejahatan jalanan atau street crime ini, sejak awal tahun lalu Kapolresta sudah menyeruhkan anggotanya baik dari tim reserse maupun tim khusus pemburu pelaku kejahatan jalanan untuk menembak di tempat bagi pelaku kejahatan jalan yang tertangkap basah.
”Tentu sesuai prosedur, kalau pelaku melawan dan membawa senjata, ya terpaksa dilumpuhkan,” tegasnya. (eja)

Respon Anda?

komentar