BATAM (BP) – Kelakuan ibu dan anak yang bermukim di Tanjungucang ini tak patut dijadikan contoh. Mereka nekat mengambil barang yang bukan haknya dan melarikan diri. Namun aksinya tertangkap kamera CCTV (closed-circuit television), petugas keamananpun langsung mengiring mereka ke Mapolsek Batamkota.

Kejadian unik ini terjadi di salah satu pusat perbelanjaan daerah Batamcentre, Minggu (18/1) sekitar pukul 14.15 WIB. Suasana pusat perbelanjaan yang sedang ramai diduga langsung dimanfaatkan Indriati, 50 (ibu), dan Novi, 24 (anak) untuk melancarkan aksinya. Saat SPG (sales promotion girl) konter lengah, ia langsung memasukan beberapa pakaian ke dalam kantong plastik belanjaan. Namun sayang, aksi keduanya tertangkap CCTV yang berawal dari kecurigaan SPG atas gerak-gerik mereka yang mencurigakan.

”Dari CCTV, SPG kami melihat salah seorang dari mereka memasukan pakaian ke dalam kantong plastik. Mereka diawasi, karena sejak awal gerak-gerik mereka sudah mencurigakan,” kata sekuriti pusat perbelanjaan itu, Ujang Ismail saat berada di Mapolsek Batamkota kemarin.

Menurut dia, atas tingkah nekat ibu dan anak itu, SPG langsung melaporkan kejadian itu kepada sekuriti. Namun saat itu petugas tak langsung mengamankan untuk melihat aksi lanjutan keduanya.

”Usai memasukkan baju mereka sempat berkeliling beberapa saat. Namun saat akan keluar mereka terlihat menghindari petugas dan mencari jalan keluar lain. Karena ingin melihat niat mereka, kami biarkan keluar dan 15 meter setelah keluar langsung kami amankan,” terang Ujang.

Dilanjutkan Ujang, keduanya sempat berdalih telah mengambil pakaian di sana. Saat diminta menunjukkan kantong belanja dan struk belanja mereka kembali berdalih kalau lupa membayar karena keasyikan nelepon.

”Pakaian yang mereka beli ada dua helai, tapi dalam kantong ada empat helai. Mereka berdalih lupa membayar karena keasyikan menelepon, padahal dari CCTV tak terlihat mereka menerima menelepon,” kata Ujang lagi.

Tak hanya itu, sambungnya, keduanya yang merupakan mantan karyawan pusat perbelanjaan itu sempat menjadi incaran petugas karena sering bolak-balik dengan kantong yang sama di saat suasana ramai.

”Mereka telah diincar, diduga aksi ini bukan yang pertama kali. Makanya kita amankan dan langsung bawa ke Polsek untuk diproses,” terangnya. (she)

Respon Anda?

komentar