BATAMKOTA (BP) – Masyarakat Batam di beberapa kawasan masih mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji kemasan 3 kilogram (kg). Setiap kali datang suplai ke pangkalan atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), gas melon ini langsung habis dalam hitungan beberapa jam.

 

 Dua karyawan agen gas membongkar tabung-tabung gas elpiji kemasan 3 kg di kawasan Sekupang. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Dua karyawan agen gas membongkar tabung-tabung gas elpiji kemasan 3 kg di kawasan Sekupang.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

”Saya cari gas berputar-putar dari Sengkuang, Batumerah sampai pom bensin (SPBU) di Baloi, tapi katanya yang titip tabung kosong sudah banyak dan (setiap pasokan) datang langsung habis. Jadi ini belum dapat,” kata Nawa, wanita yang mengaku tinggal di Batuampar, Selasa (20/1).

Menurut Danang, pengawas SPBU di depan BCS Mall, Lubukbaja, gas 3 kg yang masuk pasca disuplai tak akan bertahan lama.

”Sesaat setelah datang, paling lama dua jam sudah habis,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Pertamina Kepri mengaku telah menambah suplai pasokan gas 3 kg sebanyak 30 ribu tabung untuk seluruh Kepri. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen dialokasikan untuk mencukupi kebutuhan di Batam.

”Konsumsi harian Kepri itu 40 ribu tabung dan sekarang sudah ditambah 30 ribu tabung lagi. Itu kan penambahannya sudah mendekati kuota harian,” kata Sales Executive Elpiji Pertamina Kepri, Agung Nurhananto, belum lama ini.

Meski pasokan ditambah, namun keluhan masyarakat yang kesulitan mencari gas melon masih saja terjadi. Agung tak menampik jika ada sinyal kecurangan distribusi di lapangan. Namun, pihaknya juga mengindikasikan adanya kecenderungan beberapa masyarakat memborong gas 3 kg dalam jumlah banyak sebagai langkah antisipasi.

”Mereka itu panic buying (beli karena panik) karena ada isu langka, jadi yang awalnya rumah tangga hanya stok satu tabung akhirnya stok lebih dari satu,” terang Agung.

Hingga akhir bulan mendatang, sambungnya, perusahaan pelat merah itu akan kembali menambah jumlah pasokan hingga mencapai 80 ribu tabung per hari.

”Jumlah itu nanti hitungannya sudah dua kali lipat (dari kuota harian),” terangnya. (rna)

Respon Anda?

komentar