BATAM (BP) – Dani Asri Fadjar, 21, pemuda asal Batam yang kuliah di Univesitas Indonesia (UI) dikabarkan hilang tanpa kabar sejak Rabu (14/1) lalu. Kasus menghilangnya Fajar ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian setempat, Kamis (15/1) pekan lalu. Namun hingga Rabu (20/1), keberadaan Asri masih misterius.

 

ASRAR PURBA menunjukkan foto Dani (tengah) anaknya saat bersama keluarga, Selasa (20/1).  F. Cecep Mulyana/Batam Pos
ASRAR PURBA menunjukkan foto Dani (tengah) anaknya saat bersama keluarga, Selasa (20/1).
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

 

Hingga kini masih belum dipastikan penyebab menghilangnya mahasiswa semester akhir jurusan Sastra Arab itu. Sementara pihak keluarga berharap agar Dani baik-baik saja dan tidak tersesat ke hal yang negatif ataupun mengikuti aliran tertentu yang berpengaruh negatif.

Asrar Purba, ayah Dani saat dijumpai di rumahnya di perumahan Scenic Blitz cluster Levante blok H/1, Batamcentre menuturkan, jika putra kedua dari tiga bersaudara itu, sebelum dinyatakan hilang masih sempat menelepon ibundanya, Dewi Tresna, Rabu (14/1) sekitar pukul 08.00 WIB.

”Sebelum telepon ibunya, saya dapat telepon dari Asti kakaknya yang tinggal di Tangerang, katanya telepon Dani tak aktif, tapi 10 menit kemudian dia menelepon ibunya dan sempat juga bicara dengan saya,” kata Asrar, Selasa (20/1) siang.

Saat itu Dewi menanyakan kabar kuliahnya, tapi mendadak Dani mengatakan sakit perut dan memutuskan sambungan Ponsel. ”Sejak saat itu nomornya tak bisa dihubungi lagi,” tutur ayah tiga anak itu.

Putusnya kontak dengan Dani sampai Rabu sore, membuat Dewi dan Asrar cemas. Asrar lantas meminta Asti yang tinggal di Tangerang mendatangi apartemen Dani. ”Kakaknya ke sana katanya Dani sudah tak ada, barang-barang pribadinya semua sudah dibawa,” tutur Asrar.

Kamis (15/1) pagi, Dewi langsung berangkat ke Jakarta untuk mencari tahu keberadaan putranya itu. Dewi mendatangi kampus Dani dan mendapat penjelasan dari pihak kampus jika Dani diketahui sudah jarang kampus sejak September 2014. ”Bahkan satu mata kuliah saat di semester enam ada yang harus diulang,” katanya.

Kecewa memang, namun Asrar mengaku tak pernah mempersoalkan masalah kuliah tersebut, jika kuliahnya yang tersendat menjadi alasan Dani menghilang. ”Tak mengapa nak, asalkan kamu balik, bapak yakin kamu anak baik dan penurut,” pinta Asrar dengan mata berbinar-binar menahan air mata.

Dugaan awal jika Dani menghilang karena mengikuti aliran-aliran tertentu ditepis oleh Asrar. ”Saya kenal dia, dia anak baik dan penurut serta taat pada ajaran agama, untuk hal negatif saya tak yakin,” kata Asrar.

Selama ini, Dani kata Asrar tak menunjukan perubahan apapun. Bahkan pada liburan pergantian tahun belum lama ini, Asrar dan keluarganya merayakan malam pergantian tahun di apartemen Dani dan tak menemukan kejanggalan apapun. ”Cuman dia terlihat lebih kurus waktu tahun baru kemarin, keluhan kuliah atau kejanggalan apapun tak ada,” tuturnya.

Saat ini upaya pencarian terhadap Dani masih terus dilakukan oleh Dewi yang masih berada di Jakarta. ”Ibunya masih di Jakarta untuk cari dia,” kata Asrar. Asrar berharap dengan adanya pemberitaan ini, Dani bisa segera ditemukan keberadaannya dan melanjutkan kuliahnya. (eja)

Respon Anda?

komentar