MIRIS, seorang sipir yang harusnya membina dan menjaga narapidana supaya tak berbuat hal yang melanggar hukum, eh malah menjadi pemasok barang haram tersebut di Lembaga Pemasyarakatan tempat ia bekerja.

Hal ini bermula saat adanya temuan 2,5 jie (bungkusan) Narkoba jenis sabu dari tiga narapidana yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Barelang, Senin (19/1). Peristiwa ini menyeret nama seorang petugas sipir, He di Lapas Barelang. Ia diduga menjadi pemasok narkoba ke dalam lapas.

Saat hendak dikonfirmasi, mendadak He hilang kontak dan tidak masuk kerja lagi.

“Katanya Md (pemasuk sabu) memasukan sabu itu ke lapas melalui He, tapi He sekarang sudah tak kelihatan lagi,” ujar sumber dari Lapas Barelang, Rabu (21/1).

Kalapas kelas II Barelang, Farhan Hidayat membenarkan dugaan keterlibatan oknum pegawainya itu. Namun, untuk mengusut tuntas peredaran narkoba dalam lapas itu, Farhan menyerahkan penyelidikan ke badan narkotika nasional propinsi (BNNP) Kepri.

“Dugaan memang seperti itu (ketelibatan sipir,red), tapi pengembangan dan pembuktian nanti diselidiki BNNP,” kata Farhan.

Paskapengamanan Narkoba jenis sabu di tangan Th alias Ci, Ce dan Fa tiga napi kasus Narkoba di lapas, pihak BNNP Kepri langsung mendatangi Lapas Barelang untuk menangani kasus tersebut.

Jika angotanya terbukti meloloskan Narkoba jenis sabu itu, kata Farhan pihaknya akan mengambil tindakan tegas.”Selama ini sudah maksimal pengamanan di Lapas, tapi kalau masih lolos dan pegawai ikut campur maka akan sanksi tegas tentunya,” kata Farhan.

Selain itu, meminimalisir peredaran masuknya barang haram di Lapas Barelang, Farhan mengatakan akan memperketat jadwal besuk dan mengadakan razia rutin. “Razia rutin akan kami perketat,” ungkapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, petugas sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Barelang, mendapati 2,5 jie (bungkusan) Narkoba jenis shabu di kamar C/16, Senin (19/1) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Shabu yang dipasok dari luar itu berhasil lolos dari pengawasan petugas Lapas dan didapati di tangan salah seorang Narapidana, Ci. Ci mengaku barang haram itu merupakan pesanan dari dua Napi lain yang berinisial Fa dan Ce. Namun saat dirazia narkoba itu masih ditangan Ci.

Akibat temuan tersebut, ketiga napi mendapatkan hukuman dimasukkan ke ruang tahanan isolasi. (eja)

Respon Anda?

komentar